Sebanyak 54 tenaga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) ikut dalam rapat koordinasi Kabupaten Maros Rabu, (17/3/2021) di Ruang Pola Kantor Bupati Maros.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari mengatakan, pelaksanaan rapat koordinasi ini sebagai bagian dari ikhtiar dalam memaksimalkan aktualisasi data terpadu penanganan kemiskinan lintas sektoral di kabupaten Maros menuju Maros lebih sejahtera.
Suhartina menjelaskan, Penanganan ini harus dilakukan bersama untuk mendapatkan formulasi yang tepat dan cepat karena itulah mengapa perlunya duduk bersama seluruh SDM PKH se-Kabupaten Maros. Ini juga merupakan bagian dari upaya aktualisasi data terpadu dengan harapan dapat menggugah kesadaran masyarakat agar tidak lagi ditemukan masyarakat yang tidak tertangani.
Menurutnya antara pemerintah baik Dinas Sosial, Pemerintah Kecamatan hingga desa dan kelurahan harus bekerja bersama-sama dengan tim pendamping PKH agar data yang ada di Kabupaten bisa menjadi satu kesatuan dan tidak tumpah tindih.
Dia juga mengatakan kalau nantinya setiap bulan akan ada evaluasi kinerja. Menurutnya, karena selama ini jika ada bantuan turun dari pemerintah secara tiba-tiba menjadi miskin. Bahkan seharusnya yang sudah bisa mandiri bisa melaporkan ke dinas terkait agar namanya dikeluarkan dan bisa diberikan kepada yang membutuhkan.
Suhartina juga mengimbau agar SDM PKH harus objektif dalam mendata dengan betul-betul melihat warga yang membutuhkan.
Adapun jumlah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 14.009 keluarga, bantuan pangan non tunai (BPNT) sebanyak 23.309 keluarga, Bantuan Sosial Tunai (BST) sebanyak 11.172 keluarga.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial Maros, Prayitno mengatakan PKH merupakan salah satu program untuk membantu masyarakat miskin. Dimana didalamnya terdapat beberapa komponen.
Dimana yang masuk itu memiliki komponen seperti ibu hamil, balita, lansia, penyandang disabulutas dan anak sekolah.
Sedangkan warga miskin yang tidak memiliki komponen itu secara tidak langsung tidak bisa menjadi penerima PKH. Tapi bantuan sosial lainnya seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Diketahui, dalam PKH ini ada 54 orang tenaga pendamping di Kabupaten Maros.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Deklarasi Gerakan Ayo Kuliah (GAK) yang merupakan program inovasi yang diinisiasi oleh Sumber Daya Manusia (SDM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan. (marosfm news department)



Post a Comment