Usai mempresentasekan ke di Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia, Bupati Maros H.A.S Chaidir Syam, kembali mempresentasekan perencanaan pembangunan Pariwisata yang ada di Kabupaten Maros dihadapan Menparekraf, Sandiaga S. Uno.
![]() |
| Keterangan Gambar : Kemenparekraf Sandiaga Uno bersama Bupati Maros Chaidir Syam saat menghadap ke kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif republik indonesia (ist) |
Dalam paparannya, Bupati Maros, H.A.S Chaidir Syam mengatakan, Maros ini penutup di Sulawesi Selatan, karen diketahui sendiri kalau Bandaranya Sulsel (Sultan Hasanuddin International Airport Maros) ada di kabupaten Maros.
Ia melanjutkan, jika lokasi Bandara yang berada di Kabupaten Maros itu menjadikan wilayahnya sebagai pintu masuk dan sebagai peluang bagi Maros untuk meraup wisatawan, baik lokal maupun mancanegara dan menjadi Lokomotif Pariwisata yang berada di Sulawesi Selatan.
Dalam rencananya itu, kabupaten maros bersama 7 kepala daerah di Sulawesi Selatan juga memaparkarkan potensi wisatanya yakni Walikota Makassar Ramdhan Pomanto, Walikota Parepare, Taufan Pawe, Bupati Enrekang Muslimin Bando, Bupati Kepulauan Selayar M. Basli Ali, Bupati Takalar Syamsari Kitta, Bupati Jeneponto Ikhsan Iskandar, dan Bupati Morowali Taslim di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, pada Rabu (14/4/2021).
Lanjut menurut Chaidir, Wisata yang berada di Kabupaten Maros tidak jauh dari bandara, daya tarik unggulannya tidak lain ialah Air Terjun Bantimurung, pantai pasir putih dan batu Kuri Caddi , kawasan wisata baru Tompobulu yang ada di ketinggian dapat ditempuh kurang lebih 30 menit.
Tak hanya itu, Bupati Maros terus menggenjot seluruh potensi daya tarik yang berada di Kabupaten Maros, pihaknya sendiri telah melihat potensi memanfaatkan Kota Makassar sebagai kota pusat ekonomi di Sulsel, dimana peluang masyarakat Kota Makassar untuk berlibur dapat dimanfaatkan oleh Kabupaten Maros.
Tidak hanya itu, Bupati Maros juga menjelaskan kesiapannya untuk menerima tim asessor UNESCO Global Geopark, dimana Kawasan Geopark Maros Pangkep bersama Geopark Ijen lolos pengajuan bergabung di dalam UNESCO Global Geopark dan akan menerima tim penilaian pada bulan Juli mendatang.
Senada dengan itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga S. Uno mengungkapkan jika akan mengembangkan travel pattern (peta perjalanan) bagi wisatawan guna meningkatkan kualitas pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi Sulawesi Selatan.
Menurut Sandiaga, Pihakny akan menjadwalkan kunjungan ke Sulawesi untuk mencari travel pattern, Sandiaga Uno juga menjelaskan kalau mendarat di Maros pergerakan wisatanya akan ke Makassar terlebih dulu, karena tempat menginapnya sudah pasti di ibukota provinsi, untu bergeraknya seperti apa tidak diketahui. Sehingga menurutnya, nanti bisa ada sebuah dokumentasi dan promosi yang dilakukan oleh pihak Kemenparekraf.
Travel pattern tidak hanya dapat memberikan pengalaman lebih bagi wisatawan, tapi mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, sesuai dengan tren wisata ke depan yang cenderung bersifat personalize, customize, localize, dan smaller in size. (marosfm news department)


Post a Comment