NEWS

Wednesday, 21 April 2021

Wabup Maros Ingin Revitalisasi Situs Sejarah 'To Manurung Karaeng LoE ri Pakere' Simbang

Wakil Bupati Maros Suhartina Bohari inginkan Situs sejarah Ongkoe di Dusun Pakere, Desa Bontotallasa Kecamatan Simbang Kabupaten Maros di revitalisasi atau di hidupkan kembali.

Hal tersebut disampaikannya di rumah jabatan Bupti Maros Chaidir Syam, pada Rabu (21/4/2021).


Suhartina Bohari mengatakan, bahwa dirinya berkeinginan bahwa situs yang terletak di Dusun Pakere sebagai situs kedatangan To Manurung Karaeng LoE ri Pakere ditetapkan sebagai Cagar Budaya dan selanjutnya di lokasi tersebut direvitalisasi 

Menurutnya, dengan membangun Baruga Karaeng LoE ri Pakere dapat menjadi pusat pelaksanaan acara Adat Tahunan berkenaan dengan Ulang Tahun atau Hari Jadi Maros.

Suhartina juga ingin nama Pakere kembali mendunia sama seperti saat awal kedatangan To Manurung Karaeng LoE ri Pakere yang membuat banyak kerajaan-kerajaan tetangga tertarik membuat perjanjian persahabatan termasuk Kerajaan Gowa dan Bone, yang dimana ketika itu  kejadian ini dicatat dalam Lontara Gowa dan Tallo. Menurutnya, ini baik bagi Generasi Muda kita yang tentu akan makin cinta pada daerah dan negaranya.

Sementara itu, Tim Ahli Cagar Budaya Maros (TACB) H. Andi Fahry Makkasau yang juga adalah Ketua Majelis Keturunan Tomanurung Maros mengatakan, Menurut cerita sejarah, Di lokasi tersebut sekitar 600 tahun yang lalu, berdiri sebuah Istana Kerajaan di Maros yang pertama dengan Raja bergelar Karaeng LoE ri Pakere.

Dalam petikan Lontara Marusu sebagai seorang To Manurung atau dalam bahasa Indonesianya Asal-usul manusia dalam kebudayaan Bugis berisi :

"Karaeng LoE ri Pakere uru Karaeng ri Marusu, iyami To Manurung ri Pakere. nanikanai To Manurung kataniassengi assala kabattuanna..."

Seperti itulah, bunyi petikan Lontara Marusu yang menjelaskan tentang seorang To Manurung Karaeng LoE ri Pakere sebagai Raja Pertama di Kabupaten Maros.

Senada hal tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Maros, Ferdiansyah juga meminta kepada TACB Maros untuk segera mendesain langkah sesuai regulasi agar situs Karaeng LoE ri Pakere dapat segera ditetapkan sebagai Cagar Budaya.

Ia berharap agar rencana ini segera diwujudkan setidaknya dalam Perubahan Anggaran tahun ini sudah ada langkah yang diambil, sebelum lokasi tersebut yang konon telah berada dalam penguasaan pribadi membangun sesuatu di atas lokasi situs.

Menutup kegiatan tersebut, Andi Fahry Makkasau menyampaikan atas rasa senang mendengar rencana Pemkab Maros yang disampaikan oleh Wakil Bupati tersebut karena menurutnya, dengan menyelamatkan situs Karaeng LoE ri Pakere kemudian melakukan revitalisasi di atasnya, maka kita telah menyelamatkan sebuah situs, saksi bisu yang sangat penting bagi Sejarah Maros.

Jika berbicara tentang Sejarah Maros maka semua harus berawal dari kedatangan Karaeng Loe ri Pakere dengan prestasi dan kiprahnya yang membumi sehingga 5 abad lalu Maros sudah digelar dengan Butta Salewangang, yaitu negeri yang sejahtera lahir dan bathin. Negeri  yang gema nestiti, tentram kerta raharja di lokasi kedatangannya di Ongkoe Pakere Kecamatan Simbang (marosfm news department)

Post a Comment

 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.