Masyarakat Maros menyaksikan gerhana bulan total atau bulan merah super (super blood moon) bertepatan dengan Waisak pada Rabu (26/5).
Atas fenomena langka itu, Sholat Gerhana Bulan pun digelar Pemerintah kabupaten Maros bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maros di rumah jabatan Bupati, Jalan Ahmad Yani, Kec Turikale.
Dalam Khutbah singkat yang dibawakan Ketua MUI Maros, Syamsul Khalik menjelaskan tentang bagaimana anjuran Rasulullah saat terjadi Gerhana Bulan agar melaksanakan Sholat khusuf (Sholat Gerhana), memperbanyak Dzikir dan meminta perlindungan dari Allah SWT.
Ia menyampaikan hikmah gerhana bulan ini adalah fenomena alam yang juga tanda kekuasaan Allah SWT.
"Jadi jangan sampai ada kegiatan-kegiatan musyrik yang dilakukan karena kejadian ini." Tuturnya.
Beliau berharap kita semua bisa semakin melakukan introspeksi diri. Memaafkan kesalahan orang lain dan melupakan kebaikan yang telah kita perbuat sehingga kita terus merasa belum melakukan apa-apa sehingga kita terus berusaha berbuat yang terbaik.
Sholat Gerhana di rujab Bupati Maros itupun dilaksanakan dengan standar protokol kesehatan.
Gerhana bulan disebut juga bulan merah super karena lebar sudutnya yang lebih besar dibandingkan dengan ketika berada di titik terjauhnya (apoge).
Gerhana Bulan Total ini disaksikan oleh masyarakat Maros dengan mata telanjang, tanpa harus menggunakan kaca mata khusus gerhana pada pukul 19.46 Wita. (Marosfm news department)


Post a Comment