NEWS
Showing posts with label Bencana. Show all posts
Showing posts with label Bencana. Show all posts

Tuesday, 31 March 2020

Pemkab Maros Salurkan Bantuan Logistik Bagi Warga yang Terdampak Virus Covid-19

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros memberikan bantuan logistik kepada warga yang terdampak covid-19. Bantuan ini diberikan khusus untuk warga yang daerahnya masuk dalam zona merah dan masih diisolasi.

Di kabupaten Maros, ada beberapa wilayah yang masuk dalam zona merah, yakni Dusun Sege-segeri, Desa Minasa Baji, Kecamatan Bantimurung, selanjutnya Dusun Baddo-baddo, Desa Baji Mangngai, Kecamatan Mandai, serta Dusun Tinggito, Desa Tenrigangkae, Kecamatan sekitar 100 meter dari rumah warga yang dinyatakan positif corona. Bantuan ini akan diberikan sampai kondisi membaik dan daerah tersebut keluar dari zona merah.
Keterangan Gambar : Pemkab Maros saat menerima bantuan logistik dari Management Grandmall Maros untuk di sebarkan di beberapa lokasi zona merah yang ada di Kabupaten Maros (dok.marosfm)
Bupati Maros Hatta Rahman mengatakan, sebagai upaya agar masyarakat yang berada di zona merah betul-betul untuk tinggal di rumah.

Katanya, bantuan tersebut tiap keluarga akan mendapatkan paket berupa beras 5 kg, telur satu rak dan mie instan satu karton.

Sementara pemkab Maros akan tetap fokus di zona merah karena pemerintah sudah lakukan pemetaan berdasarkan zona, ada zona merah, kuning dan abu-abu. Tiga dusun diantaranya masuk zona merah.

Adapun bantuan logistik ini diberikan kepada keluarga yang rumahnya berjarak sekitar 100 meter dari rumah warga yang dinyatakan positif corona. Bantuan ini akan diberikan sampai kondisi membaik dan daerah tersebut akan keluar dari zona merah.
(marosfm news department)

Wednesday, 8 January 2020

Tingkatkan Kesiapsiagaan, Kodim 1422 Maros Gelar Apel Pasukan Gabungan

Guna meningkatkan kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di Kabupaten Maros, Komando Distrik Militer (Kodim) 1422 Maros melakukan apel gelar pasukan gabungan, Rabu, 8 Januari di Lapangam Markas Kodim 1422 Maros, di Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros Jalan Dr Ratulangi, Rabu (8/1/2020).

Dalam pelaksanaan apel ini, Komandan Kodim 1422 (Dandim) Maros, Letkol Inf Farid Yudo Dwi Leksono bertindak sebagai inspektur upacara, semetara Komandan Apel Kapten czi Andi Mappawari Wadanramil 1422-01/Lau.
Keterangan Gambar : Dandim 1422 Maros Letkol Inf Farid Yudo Dwi Leksono saat memberi arahan kepada personil gabungan kesiapsiagaan (ist)
Di hadapan seluruh personil, Dandim 1422 Maros mengatakan, apel gabungan ini bertujuan untuk mengantisipasi ancaman bencana saat cuaca ekstrem. Ia berkumpul bersama-sama dengan seluruh stekholder di wilayah Maros dalam rangka kesiapan penanggulangan bencana jiwa ada bahaya di sekitar Kabupaten Maros.

Farid juga mengatakan sesuai dengan arahan Bupati, semua kekuatan personel dari pemkab, TNI dan Polri dapat dikerahkan ke seluruh daerah dengan tingkat kerawanan tertentu.

Katanya, Bapak Bupati sudah memberikan himbauan kepada seluruh peserta apel gabungan untuk terus mengingatkan personil, materil, termasuk komunikasi yang melekat,  ke depan deteksi dini dan pencegahan dini bisa diantisipasi kemudian melakukan langkah – langkah yang tepat.

Pada apel gelar pasukan kesiapsiagaan bencana ini diikuti oleh ratusan personil gabungan terdiri dari TNI / Polri, Basarnas,BPBD, Satpol PP, Pemadam kebakaran dan PMI Maros.
(marosfm news department)

Wednesday, 4 December 2019

Tingkatkan Kewaspadaan Bencana, BPBD Maros Pasang Alat Deteksi Dini Banjir Di Sungai Pakere.

Guna mengantisipasi tanda-tanda terjadinya bencana banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros memasang alat Pendeteksi Dini Banjir di Sungai Maros, Tepatnya di Jembatan Pakere, Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Simbang.
Keterangan Gambar : Alat pendeteksi dini banjir yang di pasang oleh BPBD Maros (Ist)
Saat ditemui awak media, Rabu (04/12/2019) Hariadi, Korlap Satgas BPBD Maros mengatakan, alat tersebut merupakan bantuan langsung dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Indonesia) untuk Kabupaten Maros, dimana di Sulawesi Selatan hanya ada dua kabupaten yang mendapatkan alat tersebut yaitu Maros dan Luwu Timur.

Kata Hariadi, Maros merupakan daerah yang hampir tiap tahun terkena banjir ketika musim penghujan datang begitu pula demgan Luwu Timur, maka dari itu alat ini dibutuhkan untuk meminimalisir korban dan kerugian, karena banjir dapat di deteksi secara dini.

Ia menjelaskan ada dua sensor yang dipasang pada alat pendeteksi bencana banjir tersebut yaitu pendeteksi ketinggian air sungai dan pendeteksi curah hujan. Alat ini akan mengirimkan informasi ke posko Desa Tangguh Bencana (Destana), yang ada di Kantor Desa Bonto Tallasa tentang ketinggian air sungai dn jumlah curah hujan.

Di posko ini terdapat juga sirine yang akan berbunyi apabila ketinggian air sungai mencapai status waspada, siaga, dan tertinggi awas, dan bisa didengar oleh Masyarakat sejauh radius dua kilometer.

Sementara itu Sekertaris Desa Bonto Tallasa Mustahir mengatakan di desanya telah dibentuk Tim Destana yang akan berjaga secara bergantian selama 24 jam di posko dan melaporkan secara langsung kondisi air sungai ke Tim BPBD Maros. (marosfm news department).

Saturday, 2 March 2019

Luapan Sungai Di Tompobulu Maros Bikin Was-Was, BPBD Imbau Warga Tetap Tenang

Beberapa video amatir terkait kondisi luapan air sungai di Kecamatan Tompobulu Maros yang beredar di medsos, membuat was-was sebagian warga Maros, utamanya di wilayah perkotaan.

Beberapa warga bahkan sudah mulai mengungsikan barang-barangnya karena khawatir banjir akan kembali merendam kota Maros dan sekitarnya.

Keterangan Gambar : Personil BPBD Maros melakukan pemantauan air sungai di bawah Jembatan Sungai Maros. (dok. ist)

Terkait hal tersebut, Korlap Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Maros, Hasriadi, sabtu malam (2/3/2019) mengatakan, tim BPBD setiap 30 menit terus memantau ketinggian air dibawah jembatan Kota Maros.

Ia menjelaskan, air di sungai Maros sekitar pukul 21.35 wita malam ini (2/3) sudah turun 15 cm per 30 menit, dan Arus turun ke muara juga sangat deras sehingga kecil kemungkinan ada indikasi siaga banjir.


Senada dengan itu, Plt. Kepala BPBD Maros, Frans Johan, telah menurunkan timnya untuk melakukan pemantauan wilayah yang terdampak luapan air sungai.

Ia mengatakan Timnya sudah turun untuk berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk memantau lupan air dan juga sekaligus melakukan pendataan dampak luapan air sungai.

Ia meminta warga agar tetap tenang dan waspada ketika mendapatkan kondisi seperti ini, karena tim kami juga terus melakukan pemantauan daerah yang rawan bencana. (marosfm news department)

Friday, 25 January 2019

Puskesmas Lau Maros Periksa Kesehatan Warga Pasca Banjir

Tim Kesehatan Puskesmas Lau, melakukan Pemeriksaan Kesehatan kepada masyarakat yang terdampak banjir, di beberapa Wilayah Kecamatan Lau Kabupaten Maros.

Hal itu untuk memastikan agar warga yang terdampak bencana bisa terjaga dan terpelihara kesehatannya.

Tim Kesehatan, pada jumat (25/1/2019) menyisir lokasi di lingkungan Balombong kelurahan Mattirodeceng, Kecamatan Lau di dampingi Camat Lau, M. Fadly bersama Lurah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.

Keterangan Gambar : Tim Puskesmas Lau Melakukan Pemeriksaan Kesehatan bagi warga terdampak banjir di Wilayah Kecamatan Lau. (dok. marosfm)

Kepala Puskesmas Lau, dr Sri Syamsinar Rachmah, S.Ked yang terjun langsung ke lokasi untuk memeriksa kesehatan warga ini mengatakan, pihaknya fokus ke daerah terdampak banjir karena warga sangat rawan terkena penyakit, seperti diare, gatal, batuk, flu, demam dan malaria.

Dari hasil pemeriksaan itu, beberapa warga dirujuk ke Puskesmas Lau untuk pengobatan lebih lanjut karena dikhawatirkan penyakit yang diderita akan semakin parah.

dr. Sri mengimbau kepada masyarakat agar harus lebih waspada dan menjaga terhadap kesehatannya, dengan tetap menjaga pola makan yang sehat, perbanyak makan sayuran, menjaga kebersiahan lingkungan sekitar.

Camat Lau, Fadly mengaku sangat mengapresiasi langkah tim medis ini, dan langsung menghimbau kepada Lurah dan Kepala Desa di Wilayah Kecamatan Lau agar segera melaporkan kondisi kesehatan warganya masing-masing.

Menurutnya, Hal itu perlu dilakukan agar tim medis bisa melakukan pemeriksaan kesehatan secara merata sesuai kondisi yang dialami masing-masing wilayah yang terdampak Banjir, selasa lalu (22/1/2019). 

Untuk Jadwal Sabtu (26/1/2019), Tim medis akan bergerak ke Lingkungan Garonggong Kelurahan Soreang Kecamatan Lau. (marosfm news department)

Balai Diklat Perindustrian Makassar Bantu Korban Banjir Maros

Kementrian Perindustrian melalui Balai Diklat Industri (BDI) Makassar melakukan penyaluran bantuan berupa kebutuhan pangan dan obat-obatan bagi korban bencana Sulsel, salah satunya di Kabupaten Maros.

Bantuan yang diangkut menggunakan Bus ini disalurkan melalui posko PMI, di Masjid Al-Markaz Maros, jumat (25/1/2019) disaksikan Kasubag Tata Usaha Balai Diklat Perindustrian Makassar, Muhlis bersama beberapa kepala seksi lainnya.

Keterangan Gambar : Pihak BDI Makassar saat menyerahkan Bantuan bagi korban Banjir di Maros (dok. marosfm)

Muhlis mengatakan, pihaknya prihatin atas bencana yang terjadi sehingga ikut serta menyalurkan beberapa jenis kebutuhan yang dinilai penting untuk para korban bencana.

Ia berharap bantuan dapat tersalur dengan baik sehingga meringankan beban para korban.

Sementara pihak PMI Maros, Suryadi Ningrat mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan pihak kementrian perindustrian.

Ia menjelaskan, Posko PMI akan tetap berkoordinasi Posko Gedung Serbaguna yang menjadi Posko utama bencana agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran.

Adapun BDI Makssar untuk hari Jumat ini, menyalurkan 5 bus berisi bahan pokok di 5 titik yang tersebar di Makassar dan Gowa serta Maros. (marosfm news department)

3 Hari Pasca Banjir, PLN Maros Maksimalkan Normalisasi Aliran Listrik

Banjir besar yang melanda Kabupaten Maros, Sulsel, selasa lalu (22/1/2019) mengakibatkan kerusakan trafo yang mengakibatkan terhentinya pasokan listrik.

Selain trafo, banjir juga menyebabkan tiang listrik roboh dan kabel Jaringan Udara Tegangan Menengah (JUTM) terputus.

Keterangan Gambar : PLN Maros sedang melakukan recovery salah satu tiang listrik yang roboh depan Arhanud (dok. ist)

Manajer PLN ULP Maros, Daen Madika, jumat (25/1/2019) kepada maros fm mengatakan hingga saat ini sebagian besar listrik sudah normal setelah sebelumnya sempat terputus akibat bencana banjir yang melanda Kabupaten Maros.

Beberapa lokasi padam yang hingga jumat ini (25/1) masih sementara ditangani pihak PLN yakni fuse cut out (fco) Bontomanurung 5 trafo dan tiang patah, fco Bontomanai Laiya (1 trafo) dan tiang patah serta trafo Moncongbori padam akibat penutup minyak trafo kemasukan air.

Selain itu, untuk wilayah Manrimisi dan Lekoala, juga masih dimaksimalkan untuk normalisasi.

Daen Madika berharap, warga bisa bersabar atas musibah ini karena PLN terus bekerja untuk kepentingan terbaik bagi masyarakat dalam normalisasi aliran listrik yang ada. 

Adapun proses normalisasi listrik di Kabupaten Maros juga dipantau langsung GM PLN Unit Induk Wilayah Sulselrabar. (marosfm news department)

Bantu Korban Banjir, Posko Induk Pemkab Maros Terima Bantuan Air Nav MATSC

Berbagai pihak menunjukkan empatinya terhadap musibah banjir yang terjadi di Kabupaten Maros, selasa (22/1/2019). Salah satunya yakni Air Nav Kantor Cabang Makassar Air Traffic Service Centre (MATSC).

Pihak Air Nav ini menyalurkan bantuan berupa sembako dan air mineral untuk korban banjir di Maros, kamis (24/1/2019).

Keterangan Foto : Penyerahan bantuan secara simbolis dari GM Air Nav Cabang Makassar (kedua kiri) yang diterima langsung Bupati Maros (kedua kanan) (dok. ist)

Penyaluran bantuan dipimpin langsung General Manager Air Nav Cabang Makassar, Novy Pantaryanto didampingi beberapa staff Air Nav, dan diterima langsung Bupati Maros, H.M Hatta Rahman bersama Ketua DPRD Maros H.A.S Chaidir Syam serta Kepala Dinas Sosial Maros Ferdiansyah di posko induk Pemkab Maros, Gedung Serbaguna, Jalan Asoka.

General Manager  AirNav Cabang Makassar Novy Pantaryanto  mengatakan, bantuan yang disalurkan berupa makanan, selimut, susu formula, mi instan dan minyak goreng memang difokuskan di Maros karena keberadaan bandara di Kabupaten Maros dapat dirasakan warga yang membutuhkan bantuan. 

Novy berharap, bantuan yang diberikan ini bisa tersalurkan dengan baik sehingga meringankan beban korban banjir melalui koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Maros. 

Diketahui, Banjir yang melanda beberapa wilayah di Sulawesi Selatan termasuk Kabupaten Maros merupakan banjir terbesar dalam beberapa puluh tahun ini dengan korban terdampak bencana di Maros mencapai lebih dari 20 ribu kepala keluarga (KK). (marosfm news department)
 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.