NEWS
Showing posts with label Kemarau. Show all posts
Showing posts with label Kemarau. Show all posts

Tuesday, 25 August 2020

Kodim 1422 Maros Salurkan Air Bersih Bagi Warga Bontolempangan

Kodim 1422 Maros bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros, mendistribusikan air bersih bagi warga Desa Bontolempangan Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros, Selasa (25/8/2020).

Pendistribusian air sebanyak 8000 liter ini dipimpin langsung oleh Dandim Kodim 1422 Maros Letkol Inf Budi Rahman.

Dihadapan ratusan warga yang mengantri air bersih, Personil kodim, Koramil Lau serta dibantu oleh pemerintah setempat juga terlihat ikut antusias menyuplai air bersih bagi kebutuhan warga setempat.

Keterangan Gambar : Pendistribusian air bersih bagi warga Desa Bontolempangan Kecamatan Bontoa Maros (dok.marosfm)

Dandim 1422 Letkol Inf Budi Rahman  mengatakan, Pendistirbusian air bersih ini dikhususkan bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.

Ia menjelaskan, Ini adalah jadwal rutin koramil lau dan kodim 1422 Maros dan upaya kerja sama dengan pemerintah desa. 

Selain itu katanya, ini juga merupakan bentuk sinergitas dan memberikan solusi bersama bagi masyarakat yang kekurangan air bersih di musim kemarau dengan menyuplai air bersih tiap dua kali dalam sehari.

Diketahui di Kabupaten Maros sendiri, ada 3 Kecamatan yang setiap tahunnya dilanda kekeringan dan krisis air bersih, diantaranya Kecamatan marusu, kecamatan laun serta kecamatan bontoa, hal ini diakibatkan tak adanya suplay air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) milik pemerintah setempat. (marosfm news department)


Wednesday, 24 July 2019

TIPS : Menjaga Kesehatan di Musim Kemarau

Di musim kemarau, berbagai aktivitas luar rumah seperti berenang, naik gunung atau berselancar lebih mudah untuk dilakukan. Namun sayang, musim ini juga menuntut Anda untuk memerhatikan kondisi kesehatan, karena risiko merebaknya berbagai penyakit juga ikut meningkat.

Fakta menyebutkan, musim kemarau tak hanya meningkatkan suhu udara, tapi juga risiko paparan debu dan serta serangan serangga penyebab penyakit seperti lalat, dan nyamuk. Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter peningkatan suhu udara saat musim kemarau juga dapat memengaruhi metabolisme tubuh.

Keterangan Gambar : Musim Kemarau (Ist)

Jika Anda tak memperhatikan kondisi kesehatan di musim kemarau, bukan tak mungkin beberapa penyakit ini akan datang menyerang.

● Diare
Paparan debu yang meningkat di musim kemarau sangat mungkin untuk mengontaminasi air atau bahan makanan yang hendak Anda konsumsi. Jika asupan yang seperti ini sampai masuk ke dalam tubuh, Anda bisa mengalami diare atau buang air besar cair sebanyak tiga kali atau lebih dalam sehari.

● Infeksi saluran nafas atas
Udara yang gersang membuat peredaran debu semakin tinggi. Keadaan ini membuat debu lebih mudah mengiritasi, sehingga Anda juga lebih berpotensi untuk mengalami infeksi saluran napas atas.

● Dehidrasi
Suhu udara yang tinggi membuat tubuh lebih mudah berkeringat. Jika Anda tak mampu mencukupi kebutuhan cairan tubuh, bukan tak mungkin Anda akan mengalami dehidrasi.


Lakukan ini agar tetap sehat di musim kemarau, Agar penyakit saat musim kemarau tak mudah menyerang Anda dan keluarga, berikut beberapa tindakan yang bisa Anda lakukan:

1. Cukup tidur
Selama musim kemarau dan musim-musim lainnya, Anda dianjurkan untuk mencukupi waktu tidur dalam sehari. Rata-rata kebutuhan tidur orang dewasa adalah sekitar 8 per hari.

Dengan tidur yang cukup, daya tahan tubuh Anda juga akan tetap optimal, sehingga berbagai penyakit di musim kemarau tak mudah menyerang. Tak hanya itu, tidur yang cukup juga membuat kinerja tubuh tetap terjaga dengan baik, lantaran tubuh memiliki waktu istirahat sambil memperbaiki sel-sel yang rusak.

2. Banyak minum air putih
Seperti telah disinggung sebelumnya, cuaca yang panas membuat tubuh lebih mudah untuk berkeringat. Sehingga, risiko Anda untuk mengalami dehidrasi juga turut meningkat.

Nah, cara terbaik yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya dehidrasi saat musim kemarau adalah dengan minum air putih sebanyak delapan gelas sehari. Batasi atau hindari minuman berkafein dan bersoda, karena keduanya tak membantu memenuhi cairan tubuh layaknya air putih.

3. Perhatikan kebersihan diri dan bahan makanan
Paparan debu yang tinggi membuat tangan atau bahan makanan lebih mudah terkontaminasi oleh bakteri atau kuman penyebab penyakit. Karena itu, Anda dituntut untuk lebih memperhatikan kebersihan diri dan asupan yang hendak dikonsumsi.

Untuk menjaga kebersihan diri, Anda dianjurkan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Di samping itu, mandilah paling tidak dua kali dalam sehari.

Sementara untuk menjaga kebersihan bahan makanan, cucilah segala sayuran atau buah yang baru dibeli dengan air bersih. Pastikan pula Anda hanya minum dari sumber air yang bersih atau yang sudah dimasak hingga matang terlebih dahulu. Hindari jajan sembarangan, apalagi bila jajanan tersebut dijual di pinggir jalan.

4. Tetap aktif
Berolahraga dapat menjaga daya tahan tubuh tetap prima, sehingga penyakit tak mudah menyerang.
Anda tak perlu melakukan olahraga intensitas berat. Yang terpenting, olahraga tersebut sesuai dengan kondisi kesehatan, minat serta dilakukan secara rutin dan teratur.

Beberapa aktivitas fisik ringan seperti berkebun, membersihkan rumah atau sekadar berjalan
mengitari lingkungan sekitar bisa Anda jadikan pilihan. Jika memungkinkan, gunakanlah masker saat berolahraga.

5. Konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang
Makanan sehat dan bergizi seimbang berperan penting dalam menjaga kinerja serta kesehatan tubuh.
Dalam hal ini, beberapa makanan yang bisa Anda konsumsi adalah sayuran, kacang-kacangan dan buah. Hindari atau batasi konsumsi makanan cepat saji dan gorengan–apalagi yang dijual di pinggir jalan.

Menjaga kesehatan tubuh di musim kemarau memang susah-susah gampang. Namun, dengan niat dan tekad yang kuat untuk tetap sehat, niscaya kiat-kiat di atas dapat menghindarkan Anda dan keluarga, dari beragam penyakit yang biasa menyerang saat musim kemarau. Selamat mencoba!

SUMBER

Tuesday, 9 July 2019

Musim Kemarau Tiba, BMKG Maros : Waspadai Kekeringan dan Kebakaran.

Musim Kemarau yang dirasakan oleh sebagian warga di Kabupaten Maros sejak tiga bulan lalu,
membuat sebagian wilayah mengalami kekeringan.

Salah satunya ada di Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros mengalami kesulitan
mendapatkan air bersih. Untuk mendapatkan pasokan air yang  diperlukan sehari - hari
seperti mandi dan mencuci, warga harus mengambil air di sebuah sumur tadah hujan.

Keterangan Gambar : Kepala Seksi dan Data Informasi stasiun Klimatologi Maros Indang Abdul Rohim (Ist)

Saat ditemui di lokasi Selasa (9/7/2019), Salah satu warga Desa Panjukukang Maros, Musliadi mengatakan kemarau telah terjadi sejak 3 bulan lalu, saat itulah warga mulai kesulitan memperoleh air bersih.

Banyaknya warga yang setiap hari mengambil air di sumur tada hujan ini, membuat debit air di
penampungan ini semakin menipis, warga memprediksi agustus mendatang, sumur terserbut akan kehabisan air.

Warga pun berharap agar Pemerintah setempat dapat memberikan bantuan pasokan air bersih  bagi seluruh warga yang mengalami dampak kekeringan.

Sementara itu, Kepala Seksi dan Data Informasi stasiun Klimatologi Maros Indang Abdul Rohim, mengatakan sekitar 33 persen zona musim di wilayah Sulsel telah memasuki musim kemarau. Pihak BMKG diminta untuk tetap waspada dengan musim ini. Diantaranya Wilayah yang telah memasuki kemarau antara lain Kabupaten Jeneponto bagian timur, Kabupaten Gowa dan Takalar bagian barat, sebagian Soppeng, Barru, Maros dan Pangkep serta Selayar dan Pinrang.

Lanjutnya ia mengatakan, Atas dasar prediksi tersebut, BMKG pun mengimbau kepada pemerintah daerah dan warga terdampak untuk mewaspadai kekeringan itu bisa berakibat buruk pada sektor pertanian dengan sistem tadah hujan, kelangkaan air bersih, dan peningkatan potensi terjadi kebakaran. (marosfm news department)
 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.