NEWS
Showing posts with label Kopumdag. Show all posts
Showing posts with label Kopumdag. Show all posts

Wednesday, 14 July 2021

Kumpulkan Para UMKM, Bupati Maros Harap Pelaku Usaha Kecil dapat Bersaing dengan Retail Modern

Bupati Maros AS Chaidir Syam melaksanakan pertemuan terhadap perusahaan retail modern untuk bekerjasama dengan Usaha Mikro, Kecil Menengah (UMKM) Maros.

Pertemuan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Bupati Maros Rabu sore itu, dipimpin langsung oleh Bupati Maros yang dihadiri oleh pelaku UMKM, perusahaan retail modern Alfamidi, HIPMI Maros, Pihak Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan dan Dekranasda Maros.
Keterangan Gambar : Salah satu pelaku UMKM yang nantinya akan bersaing dengan retail modern (dok.marosfm)

Dalam paparannya, Chaidir mengemukakan produk lokal produksi UMKM Maros diberi kemudahan oleh pengusaha retail modern untuk masukkan dan pasarkan produk-produknya di toko retail modern. 

Chaidir juga ingin toko retail modern bersinergi dengan UMKM Maros sehingga produknya bisa dipasarkan di toko retail modern tersebut. 

Pemkab Marospun siap memfasilitasi dan membackup kebutuhan UMKM agar bisa masuk ke toko-toko retail modern dan bersaing dengan brand-brand yang sudah terkenal. 

Chaidir juga menjelaskan, salah satu bentuk dukungan Pemkab Maros adalah dengan pemanfaatan rumah kemasan yang telah ada di Maros. Rumah kemasan yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat ini akan dimanfaatkan oleh Pemerintah kabupaten untuk mengemas produk UMKM Maros sehingga menarik dan layak dipasarkan. 

Nantinya para UMKM akan mendapatkan pendampingan khusus dari Pemkab Maros melalui Dinas Kopumdag dan juga HIPMI Maros serta Dekranasda dengan memanfaatkan rumah kemasan dan gedung pusat ole-ole sebagai tempat memamerkan produk UMKM.

Sementara itu, Manager Merchandise Alfamidi Joni mengatakan, manajemen alfmidi memiliki konsep untuk kerjasama dengan merangkul pengusaha UMKM untuk sama-sama berkembang. 

Menurut Joni, Di beberapa daerah pihaknya telah bekerjasama dengan UMKM lokal dan akan mempersiapkan wadah khusus di toko-toko alfamidi bagi produk UMKM. 

Joni menambahkan, selama ini produk UMKM terkendala pada kemasan dan ijin dan ini merupakan hal wajib yang harus dipenuhi oleh UMKM. 

Selain itu menurutnya, Yang paling utama adalah izin halal dan Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM. 

Untuk Syarat agar dapat masuk kedalam retailnya  harus ada kode produksi, logo, merk dagang, masa berlaku, ijin halal dari MUI dan BPOM. Dan jika produk tersebut diminati dan berkualitas tidak menutup kemungkinan pihaknya akan membantu memasarkan di retail kota-kota lain. (marosfm news department)

Thursday, 8 July 2021

Genjot Sertifikasi Halal, Kopumdag Maros dan MUI Kumpulkan Pelaku UMKM

Pemerintah Kabupaten Maros dalam hal ini Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Kopumdag) menggelar Sosialisasi Persiapan Kawasan Kuliner Halal bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Kegiatan tersebut setidaknya dihadiri 36 pelaku usaha kuliner atau UMKM yang ada di wilayah kawasan Grand Mall Maros di Florence Room Convention Waterboom Grand Mall, Kamis (8/7/2021).
Keterangan Gambar : Sosialisasi Persiapan Kawasan Kuliner Halal bagi pelaku UMKM dikawasan Grand Mall Maros (dok.marosfm)
Sekertaris Daerah Pemkab Maros (Sekda) Andi Dhavied sekaligus membuka acara tersebut mengatakan, Kegiatan ini guna mengajak masyarakat umum khususnya para pelaku UMKM di pusat perbelanjaan yang didalam Mall.

Menurut Dhavied, Ini juga menjadi jaminan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan yakin secara langsung atau tidak langsung omset dari UMKM tersebut meningkat, mengingat  ini kawasan pusat perbelanjaan terbesar di Kabupaten Maros.

Selain itu Dhavied juga menjelaskan, Dikabupten maros terkenal dengan pusat berbagai jajanan, dimana-mana kuliner dapat ditemukan termasuk pusat kuliner Pantai Tak Berombak (PTB), hingga sepanjang jalan poros dan perbatasan Makassar hingga Pangkep.

Ia berharap ada kemudahan dengan mengurus yang diberikan kepada seluruh pelaku UNKM untuk mendapatkan sertifikat halal. 

Dhavied juga mengungkapkan, Dari seluruh UMKM di Maros hanya 4,9% yang mengantongi sertifikasi halal. Menurutnya, Masyarakat melihat dan merasa sulit untuk mengurus sertifikat halal. 

Sementara itu, Ketua MUI Maros KH Syamsul Khalik mengatakan, Akan terus berupaya dan mendorong sertifikasi halal bagi setiap produk yang diperdagangkan.

Ia juga berharap dengan adanya sosialisasi ini dapat bermanfaat dan mendapat perlindungan hukum bagi hak konsumen muslim terhadap produk yang tidak halal.

Menurut Khalik, Dengan bersama Satgas Halal Sulsel nantinya akan membantu untuk mempermudah bagi para pelaku pengusaha Kuliner dan UMKM dalam menyelesaikan hal kepengurusan serifikasi Halal.

Senada hal tersebut, Kepala Dinas Kopumdag Maros Kamaluddin Nur mengugkapkan, Sasaran yang hendak di capai mencakup kawasan perbelanjaan Grand Mall Batangase dan Waterboom.

Selain itu, produk makanan dan minuman para pelaku UMKM yang disajikan khususnya dalam kemasan atau packingan sudah berlebel Halal.

Serta, rumah makan atau tempat penjualan kuliner, sedapat mungkin terpasang papan bicara atau informasi yang mudah dan gampang
dilihat dari konsumen bahwa makanan dan minuman disajikan halal.

Ia juga beharap agar semakin banyaknya kawasan-kawan wisata kuliner halal yang bermunculan, para konsumen mempunyai banyak pilihan untuk berwisata kuliner halal bersama keluarga ataupun kerabatnya.

Dalam acara sosialisasi tersebut Pihak Pemerintah Kabupaten Maros bekerjasama Kopumdag, Pusjil, Satgas Halal, MUI Maros, Baznas dan Grand Mall Maros. (marosfm news department)
 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.