NEWS

Thursday, 1 October 2015

FKP PDAM MAROS PRESENTASEKAN HASIL SURVEY UNTUK PENINGKATAN PELAYANAN PDAM MAROS

Forum Komunikasi Pelanggan (FKP) PDAM Maros setelah merampungkan hasil survey Gender dan pemantauan Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas (K3) pelanggan PDAM Maros, beberapa pekan lalu, kini mempresentasekan hasilnya dihadapan Dirut PDAM Tirta Bantimurung Maros di hotel Grandcity Makassar dalam kegiatan Workshop Pelaporan Hasil Survey Gender dan Pemantauan K3 (Kualitas - Kuantitas -Kontinyuitas) Oleh FKP PDAM Maros, senin kemarin (28/09/2015).

Direktur PDAM Tirta Bantimurung Maros, Drs Abdul Baddar bersama Ketua FKP PDAM, Lory Hendradjaya dan Fasilitator Iuwash, Alifah Lestari (28/09/2015) (dok. bsfm/ibhet)

Ketua FKP PDAM Maros, Lory Hendradjaya dalam presentasenya menjelaskan Tabulasi Data Hasil Survey Rumah Tangga Tentang Layanan Air Bersih PDAM serta informasi terkait Partisipasi Gender dalam Mengakses Air Bersih.

Dari beberapa kasus yang menonjol, keluhan pelanggan PDAM Maros dalam 3 bulan terakhir masih banyak yang mengeluhkan pada aliran mati kurang dari 12 jam serta kualitas air yang kurang jernih. Selain itu juga ditemukan kasus aliran air mati lebih dari 12 jam pada daerah tertentu.

Selain itu mengemuka Ada 4 Kecamatan Pesisir yang butuh peningkatan Layanan Air bersih antara lain Kecamatan Marusu, Kecamatan Lau, kecamatan Bontoa dan kecamatan Turikale.

Direktur PDAM Tirta Bantimurung, Abdul Baddar menanggapi hasil survey yang dipaparkan tersebut mengucapkan terima kasih karena hasil survey itu sangat bermanfaat dan akan digunakan tentunya untuk meningkatkan kinerja pelayanan PDAM.

Abdul Baddar menjelaskan, terkait pelayanan di daerah pesisir, saat ini pihaknya sedang membangun satu sistem pengolahan air di daerah Maros Baru yang akan membackup pemenuhan air bersih di beberapa kecamatan lainnya. Namun yang menjadi kendala PDAM adalah ketersediaan Air baku di daerah pesisir sehingga pihaknya harus melakukan pemenuhan tersebut secara bertahap, apalagi saat ini masih sementara kondisi musim kering sehingga pemasangan instalasi baru untuk daerah tersebut terpaksa ditunda. 

Anggota FKP PDAM Maros, bersama Manajemen PDAM Tirta Bantimurung Maros dan Fasilitator Iuwash, USAID (28/09/2015) (dok. bsfm/ibhet)

Communication Specialist IUWASH (Indonesia Urban Water Sanitation and Hygene), Yulfarida Arini dalam menanggapi hasil survey tersebut mengungkapkan FKP PDAM Maros menjadi kabupaten Pertama yang merampungkan dan mempresentasekan hasil surveynya dari 20 lebih FKP PDAM yang didampingi Iuwash di seluruh Indonesia.

Yulfarida juga menjelaskan, Hasil survey tersebut bisa digunakan PDAM Tirta Bantimurung sebagai bahan Advokasi yang diajukan kepada pemerintah kabupaten untuk peningkatan pelayanan di daerah tertentu sehingga PDAM bisa mendapatkan tambahan alokasi APBD.

Dalam kegiatan itu, selain anggota FKP PDAM, juga hadir manajemen PDAM Maros antara lain, Direktur PDAM, Abdul Baddar, Kabag Teknik PDAM, Abdul Rajab S.Sos MM, Kabag Hublang, H. Muh Arifin S.E serta Kabag Administrasi Keuangan, Mery Salu SE.

Sementara dari Iuwash, hadir 2 fasilitator Jakarta  antara lain Yulfarida Arini dan Alifah Lestari.

FKP PDAM Maros dibentuk sejak 2013 lalu di Maros yang menjadi Mitra Usaid dalam program Iuwash yang berperan sebagai Jembatan komunikasi antara PDAM dengan para pelanggan sehingga tercipta komunikasi dua arah yang sehat dan membangun.

Selain itu, FKP PDAM juga berperan sebagai mitra kerjasama antara Pelanggan dan PDAM serta menjadi media silaturrahmi sesama pelanggan. (bsfm news department)

Post a Comment

 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.