Program ini dianggap paling baik karena jika program ini berjalan maka masyarakat maros bisa menikmati listrik murah dengan biaya 10.000-15.000 perbulan.
Sekretaris Kerukunan Lintas Dusun Kabupaten Maros, Syamsul menyatakan, mayoritas masyarakat pedalaman butuh listrik dan di kota masyarakatnya ingin harga listrik yang lebih terjangkau.
Paslon Pilkada Maros 2015 nomor urut 1, Imran Yusuf dan Said Patombongi bersama rombongan partai Pengusung (dok. bsfm/ibhet)
Sementara itu, secara teknis, Ketua Tim media Iman, Fajrin Yusuf sesuai rilisnya kepada BSFM, mengungkapkan, program ini nantinya berafiliasi dengan program bantuan modal tanpa bunga kepada industri rumah tangga dan untuk materinya, pihaknya mengincar pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro mengingat potensi sungai di Maros sangat memungkinkan dengan hal tersebut dan akan ditunjang dengan pembangunan pembangkit listrik tenaga angin di beberapa titik daerah pegunungan yang akan dibuatkan penampungan daya listrik dibeberapa titik sebagai pusat distributornya kelak. Sementara khusus wilayah Kecamatan Turikale, Lau, Mandai Dan moncongloe akan diprioritaskan pembangkit listrik tenaga sampah.
Menurutnya, jika program ini berjalan maka Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) Kabupaten Maros akan bertambah minimal 3 Milyar perbulan hingga jika dikalkulasi setahun akan menambah PAD sebesar kurang lebih 16 Milyar.
Dana ini akan dikelola daerah dalam bentuk BUMD yang sebagian akan digunakan sebagai Dana dalam program Bantuan Modal tanpa bunga bagi industri rumah tangga dan industri kecil yang ada di Maros.
Disamping itu program ini akan dikembangkan mengadopsi salah satu program di Makassar. Jika di makassar sampah ditukar beras, maka lain halnya di Maros dimana sampah nantinya bisa ditukar listrik murah.
Hal ini dilakukan untuk memotivasi masyarakat agar lebih sadar dalam menjaga kebersihan. (bsfm news department)

Post a Comment