Pada perebutan piala ini, Persim Maros masih mengandalkan pemain lokal yang berumur 21 tahun, meski pada pertandingan tersebut, sejumlah pemain nasional ikut berkompetisi.
Sebagaimana kami lansir dari Tribun Online, Manager Persim Maros, Abdul Azis mengatakan, pihaknya mendorong pemain lokal untuk melawan pemain nasional. Hal itu merupakan salah satu caranya untuk mengembangkan dan melatih pemain yang ada di Maros.
Dokumentasi wawancara radio di BSFM bersama Lory Hendradjaya dan Abdul Azis beberapa waktu lalu. (dok. bsfm)
Abdul Azis yang juga Ketua Apdesi Maros menjelaskan, Saat ini Persim Maros sedang berbenah dan terus melakukan pembinaan dan melatih para pemain. Persim Maros mengikutkan pemain usia 21 tahun dalam Habibie Cup kali ini, meskipun Persim juga membina pemain usia 15, 17, 19.
.
Azis mengaku optimis dan yakin Persim Maros bisa mempertahankan Piala Bergilir Habibie Cup yang pernah direbutnya dengan pertimbangan materi pemain Persim Maros tidak kalah saat uji coba melawan PSM Makassar, meskipun kalah telak waktu itu.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Seni (Dispori) Maros, Ilhamsyah Azikin mengatakan, pihaknya berusaha untuk bisa mempertahankan piala bergilir yang diraih oleh Maros melalui Jafpa Maros 2012 lalu.
Ilhamsyah Azikin menambahkan, Habibie cup di Parepare menjadi salah satu ruang untuk melihat tolak ukur, sejauh mana perkembangan tim sepakbola di Maro.
Habibie Cup tersebut akan dihadiri 12 tim yang akan berkompetisi, yakni Persipare selaku tuan rumah, Gaswa Wajo, Gasma Enrekang, Persiba Bantaeng, Persin Sinjai, Persim Maros, Persibone, PSM Makassar, Sandeq Polman, PS Asa Sulbar, Jafpa Palu, dan Persidrap yang berubah jadi Sidrap United. (bsfm news department)


Post a Comment