NEWS

Friday, 6 November 2015

AJIEP PADINDANG BERSAMA BUDAYAWAN MAROS ULAS NILAI BUDAYA BUGIS MAKASSAR DEMI CIPTAKAN PILKADA DAMAI

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) atau pemilihan dalam level apapun bahkan legislatif hingga tingkat desa, selalu diidentikkan dengan perebutan kekuasaan. Padahal tujuan yang sebenarnya sesuai dengan nilai budaya bugis makassar adalah bagaimana menemukan pimpinan yang bisa membawa masyarakat semakin sejahtera dan aman. Sehingga sangat disayangkan jika terjadi pertikaian dan permusuhan antara tim masing-masing pasangan calon (paslon) karena hal tersebut sangat jauh dari karakter serta nilai budaya Bugis Makassar.

Dialog Budaya bersama Ketua Komite IV DPD RI, DR. Ajiep Padindang S.E, M.M, Anggota DPRD Sulsel, Wawan Mattaliu, Budayawan Ras. A Gaffar, Moderator Direktur BSFM, Lory Hendradjaya (05/11/2015) (dok. bsfm/ady)

Hal itu disampaikan Ketua Komite IV DPD RI, DR. Ajiep Padindang S.E, M.M dalam Dialog Budaya bersama Seniman, Budayawan dan Tokoh Masyarakat serta Pemuda di kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, kamis kemarin (05/11/2015).

Ajiep mengatakan, pemimpin menurut perspektif budaya Bugis Makassar, harus memiliki 4 sifat antara lain, "lempu" (jujur), "getteng" (tegas), "adatongeng (berkata benar)" dan "temmappasilaingeng" (ber-pri keadilan).

Ajiep lebih lanjut menjelaskan, keempat sifat ini harus ditanamkan dalam pribadi seorang bugis makassar karena setiap orang adalah pemimpin, minimal pemimpin bagi dirinya sendiri, kemudian keluarga hingga pemimpin masyarakat.

Dalam Dialog Budaya yang dilaksanakan dalam rangkaian reses Ajiep Padindang tersebut, juga mempanel pembicara lainnya seperti Anggota DPRD Sulsel, Wawan Mattaliu, serta Budayawan, Ras A Gaffar. serta dihadiri Tim masing-masing Kontestan Pilkada Di Maros.

Suasana Audience dalam Dialog Budaya yang sedang berlangsung (05/11/2015) (dok. bsfm/ady)

Ras A Gaffar dalam materinya menjelaskan, kemenangan paling mutlak dan murni adalah kemenangan yang diperoleh tanpa lawan kita merasa kalah. Dalam falsafah Bugis dikenal dengan istilah "lalo temmakkasape', menre' temmakkasolang" artinya berjalan dan naik tanpa merusak (tangga) yang dilewati, ibarat benang yang ditarik dari dalam tepung. Hubungannya dalam konteks Pilkada, yakni kontestan Pilkada harus menang secara terhormat dan elegan tanpa menyakiti pihak lain dengan cara yang curang.

Adapun Wawan Mattaliu menuturkan, segencar apapun kondisi politik di Maros, seberlawanan apapun para tim dan masyarakat dengan pilihannya masing-masing, meja kopi selalu bisa kita tempati "bersandar" bersama-sama. Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan hadirin.

Kegiatan dialog ini disiarkan secara live selama 2 jam mulai pukul 14.15 hingga 16.15 di LPP Radio Butta Salewangang FM (BSFM) Maros di gelombang 107,3 MHz (05/11/2015) (dok. bsfm/ady)

Direktur BSFM yang juga Moderator, Lory Hendradjaya menegaskan, kegiatan dialog tersebut dilaksanakan semata-mata membahas nilai budaya bugis makassar agar kegiatan politik dan demokrasi menjadi lebih elegan dan tidak tercederai serta mendukung lebih terciptanya Pilkada Damai. (bsfm news department)

Post a Comment

 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.