Peristiwa tersebut juga dikenal dengan Pembantaian Westerling yang merupakan sebutan untuk peristiwa pembunuhan ribuan rakyat sipil di Sulawesi Selatan yang dilakukan pasukan Belanda Depot Speciale Troepen pimpinan Raymond Pierre Paul Westerling.
Sutradara Drs. Husni Siame sedang memberikan pengarahan kepada Mahasiswa STAI DDI Maros di Pelataran Kantor Dispenda Maros dalam Latihan Drama Teatrikal (12/12/2015) (dok. bsfm)
Ketua BKKI Maros, yang juga merangkap sutradara, Drs Husni Siame mengatakan, pentas drama tersebut berdurasi sekitar 10 menit dan akan melibatkan beberapa seniman serta Sanggar Teater STAI DDI Maros.
Husni menambahkan, sengaja mengangkat peristiwa tersebut dalam Hari Juang Kartika di Maros karena peristiwa tersebut merupakan bukti pengorbanan rakyat Sulsel yang telah berkorban jiwa dan raga demi mengusir kolonialisme di bumi pertiwi ini. Apa yang dilakukan rakyat Sulawesi Selatan ini setidaknya sebagai pelengkap betapa heroiknya perjuangan bangsa Indonesia mengusir kolonialisme.
Hari Juang Kartika Di Kabupaten Maros diperingati Kodim 1422 dengan berbagai kegiatan sosial seperti, membantu perbaikan rumah korban puting beliung yang melanda maros beberapa waktu lalu, membangun jamban untuk warga kurang mampu yang saat ini sudah mencapai 500 buah, Donor Darah, serta Pameran alat persenjataan. (bsfm news department)


Post a Comment