Kondisi kerusakan tersebut, dikhawatirkan akan menimpa pengunjung yang lewat apalagi saat ini sedang musim pancaroba dimana angin diprediksi akan bertiup kencang selama memasuki musim penghujan.
Risna, salah seorang pengunjung beberapa waktu lalu (25/11/2015) melaporkan kepada bsfm, kondisi ini sebaiknya mendapat penanganan dari Pemerintah Maros sebelum menimpa pengunjung yang lalu lalang di bawah gerbang tersebut.
Kondisi gerbang yang rusak parah dan rawan menimpa pengunjung (dok. bsfm)
Gerbang kupu-kupu ini dibangun sebagai penanda Taman Wisata Alam Bantimurung untuk menonjolkan kupu-kupu sebagai daya tarik utamanya.
Di tempat ini sedikitnya ada 20 jenis kupu-kupu yang dilindungi pemerintah dan ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah No. 7/1999.
Beberapa spesies unik bahkan hanya terdapat di Sulawesi Selatan, yaitu Troides Helena Linne, Troides Hypolitus Cramer, Troides Haliphron Boisduval, Papilo Adamantius, dan Cethosia Myrana.
Antara tahun 1856-1857, Alfred Russel Wallace menghabiskan sebagian hidupnya di kawasan tersebut untuk meneliti berbagai jenis kupu-kupu. Wallace menyatakan Bantimurung merupakan The Kingdom of Butterfly (kerajaan kupu-kupu). Menurutnya di lokasi tersebut terdapat sedikitnya 250 spesies kupu-kupu. (bsfm news department)



Post a Comment