NEWS

Monday, 14 March 2016

USAI OPERASI KANKER PAYUDARA, NENEK INI BUTUH ULURAN TANGAN DERMAWAN

Dua orang nenek bersaudara yang tinggal serumah hidup dalam kondisi memprihatinkan di jalan poros Maros-Pangkep km 36 Kampung Belang-belang Kelurahan Maccini Baji Kecamatan Lau Kabupaten Maros.

Nenek Ulong dan Haniang yang tepatnya tinggal di Lorong Madrasah Tsanawiah Belang-belang Maros ini diperkirakan berusia kurang lebih 50 hingga 60 tahun ini tidak pernah merasakan hidup berkeluarga dan hanya tinggal disebuah rumah panggung yang sudah tidak layak huni.

Nenek Ulong yang masih berobat jalan usai operasi kanker payudara terbaring di rumahnya (dok. ist)

Adapun nenek Ulong, saat ini sedang berobat jalan karena kanker payudara yang dideritanya, sementara nenek Haniang sudah mengalami gangguan pendengaran dan sulit diajak berkomunikasi akibat gangguan itu.

Menurut tetangganya, kepada bsfm menuturkan nenek ulong baru mengetahui penyakit kanker payudara yang dialaminya karena merasakan sakit dan terdapat benjolan yang aneh di sekitar dada.

Para tetangga yang iba dengan kondisi mereka pun langsung mengurus nenek ini untuk berobat di RSUD Salewangang Maros dan ternyata didiagnosa Kanker Payudara.

Meskipun Operasi pengangkatan penyakit nenek Ulong berhasil senin lalu (7/3/2016) tetapi dirinya memilih untuk secepatnya kembali kerumahnya.

Sabtu kemarin ( 12/3/2016) nenek Ulong pun kembali kerumahnya dengan menggunakan angkutan umum dibantu tetangga nya.

Kondisi rumah milik kedua nenek ini tampak luar dan dalam. (dok. ist)

Dalam proses perawatan itu, nenek Ulong terhitung mengeluarkan biaya sebesar Rp. 200.000,- untuk membeli obat yang bersumber dari sumbangan tetangganya yang juga ikut bergantian merawat nenek ini.

Yang memprihatinkan, kedua nenek ini masih menumpang hidup ditanah milik orang lain dan belum pernah mendapat raskin ataupun bantuan sosial lainnya. Beruntung soal pelayanan kesehatan, para tetangga berinisiatif membantu pengurusan layanan BPJS-nya sehingga mendapat keringanan dalam melakukan pengobatan penyakitnya.

Menurut penuturan tetangga, saat musim panen tiba, kedua nenek ini bekerja sebagai pemotong padi dan mendapat upah dari hasil kerjanya. Tetapi jika bukan musim panen maka mereka pun menjadi pemulung plastik bekas untuk dijual demi makan sehari-hari. (bsfm news department)

Post a Comment

 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.