NEWS

Friday, 6 May 2016

TAMANGURA, SITUS KERBAU BATU YANG PERNAH POPULER DI MAROS

Tamangura, sebuah situs yang terletak di dusun samariga desa baruga kecamatan bantimurung Kabupaten maros. Situs itu berbentuk sebuah batu yang konon batu itu merupakan jelmaan potongan badan kerbau yang berubah menjadi batu.

Posisi batu ini termasuk unik karna berada di tepi jurang dan menempel di bukit batu itu tanpa bersambungan langsung dengan batu yang ada. Menurut cerita warga sekitar, batu ini pernah didorong dan dijatuhkan ke dasar jurang oleh oknum tidak bertanggung jawab tetapi keesokan harinya batu itu kembali ketempat semula.

Era akhir tahun 90an hingga awal tahun 2000an, Tamangura merupakan tempat favorit yang banyak mendapat kunjungan wisatawan lokal dan remaja-remaja yang mungkin sekedar ingin menghabiskan waktunya sambil menikmati pemandangan dan hamparan sawah sambil menunggu sunset di langit maros.

Situs batu Tamangura yang dipercaya sebagai Kerbau yang berubah jadi Batu (dok. bsfm/ist)

Tempat itu tidak jauh dari kawasan wisata unggulan Sulsel, Rammang-Ramang Maros dan bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan hingga ke Dusun Samariga kemudian berjalan kaki kurang lebih 10 hingga 15 menit menuju objek situs batu kerbau yang berada di sebuah bukit batu dan terlihat disisi kiri jalan jika menuju pabrik semen bosowa maros.

Dari cerita yang kami kumpulkan, ada beberapa versi yang beredar secara turun temurun. Salah satunya diceritakan dulunya ada seekor kerbau yang akan disembelih dalam sebuah acara adat namun sang pemilik acara terlalu sombong dan menantang penduduk yang bisa menyembelih kerbaunya maka akan mendapatkan hadiah dari yang empunya acara.

Beberapa penduduk mencoba tetapi tidak satupun yang berhasil. Jangankan menyembelih, melukai sedikitpun kulit kerbau pun tidak ada yang berhasil. Kemudian muncullah seorang sakti yang akhirnya berhasil menyembelih kerbau itu. Kerbau yang disembelih itu pun berlari mengelilingi 7 kampung pada masa itu hingga akhirnya tubuh kerbau itu berubah menjadi batu.

Dari tradisi lisan itu, beberapa kampung lainnya yang juga meninggalkan terdapat hubungan dengan badan kerbau batu yakni di dusun Galaggara terdapat kepala kerbau yang berubah pula jadi batu serta dusun Mangngai yang konon tempat isi perut sang kerbau. Sementara di beberapa sawah yang bermunculan batu-batu karst disekitar desa itu dipercaya sebagai darah kerbau yang akhirnya menjelma menjadi batu.

Masyarakat sekitar pun percaya, situs batu dan tradisi lisan Tamangura menjadi bukti dan memuat pelajaran berharga untuk jangan pernah berlaku sombong.

Kini Tamangura tidak setenar dulu lagi. Beberapa penambang batu mulai merangsek mengepung Tamangura yang entah sampai kapan situs ini akan mampu bertahan. (bsfm news department)

Post a Comment

 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.