Kreatifitas pemuda itu mengundang decak kagum salah seorang anggota DPRD Sulsel yang juga tokoh pemuda di Maros, A. Irfan AB.
Irfan AB dalam beberapa kegiatan Ramadan di Maros (dok. ist)
Irfan kepada bsfm, sabtu (2/7/2016) mengatakan sangat salut dan mengapresiasi berbagai kreatifitas dan kompetisi yang ada selama bulan ramadan di Maros. Berbagai nama kegiatan seperti Amalia Ramadhan, Gema Ramadhan, Gebyar Ramadhan, Indahnya Ramadhan, Semarak Ramadhan, Festival Ramadhan, dll dilaksanakan di berbagai tempat mulai dari lorong-lorong, jalan kabupaten, halaman Kantor Desa atau Kelurahan, lapangan Bola, lantai tempat jemuran padi, halaman sekolah, sampai halaman masjid yang disulap jadi ruang pertunjukan dan pementasan setelah Shalat Tarwih.
Menurutnya, secara spiritual amalan-amalan ibadah Ramadan tidak pernah berubah dari generasi ke generasi tetapi secara kutural aktivitas ramadan dari generasi ke generasi mengalami pengayaan dan adaptasi sesuai konteks perkembangan sosial budaya sehingga lahirlah berbagai kreatifitas islami yang disajikan dalam bentuk kompetisi.
Irfan menjelaskan Ramadan di Maros terasa menjadi panggung yang menampilkan wajah Islam yang inovatif dan kreatif dan menghadirkan optimisme berkembangnya Islam yang damai dan fungsional yang akan menjadi sebuah modal sosial untuk menangkal paham Radikalisme dan penangkal penyakit sosial. (bsfm news department)



Post a Comment