Lembaga Maupe dalam program MAMPU bersama Forum Media Maros rutin mengadakan diskusi tentang peran serta media dalam meminimalisir efek sosial pemberitaan yang bersentuhan dengan kasus kekerasan pada anak dan perempuan.
Dalam diskusi yang digelar di salah satu cafe di Maros, senin siang (7/11/2016) dan dihadiri beberapa wartawan Maros itu, Aktivis perempuan, A. Tenripada mengapresiasi kinerja awak media di Maros beberapa pekan terakhir ini dalam berkoordinasi dan memberitakan permasalahan kekerasan pada anak dan perempuan yang tetap memperhatikan dampak sosial serta keberimbangan pemberitaan sehingga tidak menyudutkan satu pihak tertentu utamanya anak dan perempuan yang kebanyakan menjadi korban.
Lembaga MAUPE bersama Forum Media Maros usai diskusi di salah satu cafe di Maros (7/11/2016) (dok. Maros FM)
A. Tenripada mencontohkan kasus kekerasan yang baru saja terjadi dan diberitakan beberapa media yakni kekerasan yang dilakukan guru Al-Ishlah Maros pada siswanya. Dalam kasus tersebut, pihaknya bersama Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kab. Maros sudah melakukan langkah mediasi agar korban mencabut laporannya di kepolisian.
Tenri menjelaskan langkah tersebut diambil dengan pertimbangan agar psikologi anak tidak terganggu dan bisa terus melanjutkan pendidikannya di sekolah tersebut. Meskipun demikian, pihak guru tetap mendapatkan sanksi dari internal kebijakan sekolah agar kasus kekerasan pada siswa tidak pernah terjadi lagi.
Sementara, Ketua Forum Media Maros, Lory Hendradjaya menjelaskan rekan-rekan media di Maros saat ini sudah komitmen dan satu visi dalam memberitakan kasus kekerasan pada perempuan dan anak ataupun yang berhubungan dengan tema MAMPU lainnya seperti tentang pelayanan publik, perlindungan sosial, kesehatan
reproduksi, buruh migran dan tenaga kerja.
Menurut Lory, adapun visi tersebut yakni dengan melakukan koordinasi bersama pihak terkait dan P2TP2A sehingga bisa meminimalisir dampak sosial yang mungkin kurang berpihak pada objek yang menjadi korban misalnya kasus video pelajar beberapa waktu lalu yang tertangkap kamera sedang berduaan.
Lory berharap koordinasi rekan media di Maros bersama P2TP2A dan Maupe bisa terus ditingkatkan sehingga bisa mencerdaskan masyarakat agar menghindari tindak kekerasan khususnya pada anak dan perempuan di Maros. (maros fm news department)
Monday, 7 November 2016
MINIMALISIR DAMPAK SOSIAL PEMBERITAAN KASUS KEKERASAN PADA ANAK DAN PEREMPUAN, MAUPE DISKUSI BERSAMA FORUM MEDIA MAROS
Posted by Maros FM on 3:32 pm in Lintas Maros Ormas Pemkab Maros Perempuan Dan Anak SKPD | Comments : 0
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)


Post a Comment