Tingkat konsumsi buah dan sayuran masyarakat Maros termasuk rendah, tetapi konsumsi protein hewani seperti daging dan ikan ternyata sangat tinggi.
Hal itu terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Badan Ketahanan Pangan kabupaten Maros Senin (21/11/2016) di Ruang Rapat Bupati Maros.
FGD tersebut digelar sebagai analisis perencanaan kebutuhan pangan selama lima tahun kedepan dengan bekerjasama Institut Pertanian Bogor (IPB) yang melakukan kajian dan penelitian tentang pola makan dan hidup masyarakat Maros.
Focus Group Discussion (FGD) Perencanaan kebutuhan pangan Di Kabupaten Maros (21/11/2016) (dok. ist)
Salah seorang peneliti IPB, Marina menjelaskan dalam sehari tingkat konsumsi sayur dan buah masyarakat Maros sangat rendah, hitungannya dalam sehari satu orang hanya mengkonsumsi setengah potong pisang atau setengah dari satu buah jeruk.
Menurutnya, hal ini berbanding terbalik dengan konsumsi protein hewani seperti daging dan ikan. Kebutuhan protein hewani setiap orang hanya 120 gram per hari tetapi masyarakat Maros mengkonsumsi 200 gram per hari.
Tidak hanya itu, menurut Marina, ketergantungan masyarakat Maros terhadap beras atau nasi cukup tinggi. Namun untuk mengubah pola hidup mengganti nasi dengan sumber karbohidrat lain masih agak sulit karena masyarakat masih menganggap jika tidak makan nasi maka belum dihitung makan.
Sedangkan Bupati Maros HM Hatta Rahman mengatakan, sosialisasi konsumsi sayur dan buah perlu digalakkan ke masyarakat Maros agar pola makan dan pola hidup masyarakat dapat berubah menjadi lebih sehat. (Maros fm news department)


Post a Comment