Cuaca ekstrem di kabupaten Maros tidak hanya menumbangkan pohon tapi juga membuat miring menara Masjid Al-Markaz Maros.
Menara
Mesjid Al Markas ini diketahui mengalami kemiringan pada selasa
(7/2/2017) pagi. Pondasi dan
puncak menara tetap berdiri kokoh namun bagian tengahnya mengalami kemiringan sampai 10 derajat.
Kondisi menara Masjid Al-Markaz Maros yang mengalami kemiringan hingga 10 derajat pada selasa 2 Februari 2017 (dok. Maros FM)
Kepala Dinas Pekerjaan
Umum (PU) Alfian Amri memastikan penyebab dari miringnya bagian tengah
menara ini yakni angin kencang yang terjadi pada selasa dini hari
sekitar pukul 04.00.
Alfian mengatakan, dirinya menerima laporan
kemiringan menara mesjid pada Selasa (7/2/2017) pagi dan pihaknya
kemudian ke Kantor Badan Meteorologi dan Geofisika dan Klimatologi
(BMKG).
Menurut BMKG Maros kata Alfian, kecepatan angin pada
pukul 04.00 subuh tersebut mencapai 49,9 knot melanda kota Maros dan
dipastikan miringnya tengah menara Al Markaz karena dihantam angin.
Alfian juga mengaku dengan pihak kepolisian dan akan memotong sepanjang 30 meter bagian tengah dari menara tersebut
untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan menurut BMKG
angin kencang masih akan terjadi di kabupaten Maros.
Menara
ini sendiri memiliki tinggi 60 meter dengan diameter pondasi 12 meter,
bagian tengah diameter 4 meter dan bagian puncak berbentuk kotak 7,4
meter. Menara ini pada tahap pertama yakni 2016 menghabiskan anggaran
sebesar Rp500 juta dan akan dilanjutkan pengerjaannya pada 2017 tahun
ini.
Sementara itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak
diinginkan, pihak kepolisian Maros menutup jalur Makassar- Maros dan melakukan rekayasa lalulintas sejak selasa siang. (maros fm news department)
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)


Post a Comment