NEWS

Thursday, 5 April 2018

DIALOG MAROS FM : BANGUNAN DAN KAWASAN BERSEJARAH DI MAROS MENDESAK DIJADIKAN CAGAR BUDAYA

Kabupaten Maros dikenal sebagai daerah yang sangat kaya akan warisan budaya, mulai dari peninggalan masa kolonial, masa pengembangan Islam, masa kerajaan hingga jaman prasejarah.

Kekayaan budaya tersebut mendapat perhatian khusus  Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Maros dalam pelestarian dan menjaga agar tetap menjadi identitas luhur warisan nenek moyang.

Hal itu disampaikan Ketua TACB, Muhammad Ramli saat menjadi narasumber di Dialog Siang Maros FM, yang disiarkan Live Onair di gelombang 107,3 MHz, kamis (5/4/2018).

Dalam Dialog tersebut juga hadir Narasumber lainnya, yakni Ketua Badan Kerjasama Kesenian Indonesia (BKKI) Maros selaku pemerhati Budaya, Husni Siame.

Muh. Ramli menjelaskan, ada beberapa hal mendesak yang harus dilakukan TACB Maros yakni penyelamatan kawasan ataupun bangunan tua yang memiliki nilai historis di Maros.

Arkeolog pertama Unhas ini mengemukakan, salah satu contohnya yakni bangunan tua Lembaga Pemasyarakatan di Jalan Lanto Dg. Pasewang serta kawasan Pasar Tua di Jalan Sultan Hasanuddin Maros.

Menurutnya, bangunan dan Kawasan ini harus segera di usulkan menjadi benda atau kawasan Cagar Budaya karena ancaman demografi penduduk dan pembangunan yang semakin pesat.

Sehingga jika tidak diselamatkan maka tentu saja beberapa tahun kedepan akan punah dan tidak meninggalkan jejak bagi anak cucu kita kelak.

Ia menjelaskan, selama ini ada pemahaman masyarakat yang perlu diluruskan terkait Benda Cagar Budaya.

Mereka mengira benda atau kawasan yang dijadikan Cagar Budaya maka hak dan pemilikannya akan diambil alih pemerintah, padahal justru dengan dijadikannya Cagar Budaya maka Pemerintah membantu menjaga pemeliharaan benda atau kawasan milik masyarakat tersebut.

Dengan ikut sertanya Pemerintah melestarikan kawasan tersebut, maka tentu saja berdampak pada meningkatnya perekonomian masyarakat sekitar kawasan karena bisa menjadi destinasi wisata sejarah dan budaya di Maros.

Ramli juga memberi apresiasi yang tinggi atas perhatian Bupati Maros dalam mendukung pelestarian benda cagar budaya, terlihat dari antusiasnya ikut memantau langsung gua cagar budaya, serta menyulap bangunan tua di Pusat Kota menjadi Museum Daerah.

Sementara, Pemerhati Budaya Husni Siame juga mengaku bangunan dan kawasan bersejarah di Maros harus segera di usulkan menjadi Cagar Budaya karena saat ini sudah banyak warisan budaya yang hilang seperti Banker di Ballu-Ballu Maros yang kini menjadi area SPBU.

Menurutnya, Bunker tersebut memang menempati lahan pribadi namun setidaknya jika sejak dulu dijadikan cagar budaya maka tim ahli dan pemerintah bisa bergerak memindahkan cagar tersebut jika sekiranya ada kepentingan publik yang mendesak.

Menurutnya, sosialisasi untuk memupuk kesadaran masyarakat dalam menjaga warisan budaya harus terus galakkan agar kekayaan kita tetap terjaga di masa mendatang. (Marosfm news department)

Keterangan Gambar : Ketua TACB Maros, Muhammad Ramli bersama Ketua BKKI Maros Husni Siame serta Penyiar Maros Fm usai acara Dialog Siang (5/4/2018)

Post a Comment

 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.