NEWS

Thursday, 5 April 2018

SRITI GESIT 2018, TNI AU LANUD HASANUDDIN SIMULASI PENYELAMATAN KORBAN PEMBAJAKAN PESAWAT SIPIL

Dua pesawat Sukhoi milik TNI Angkatan Udara (AU) Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin berhasil menghalau dan memaksa turun Pesawat milik Maskapai Sriwijaya Air di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kamis, (5/4/2018).

Pesawat Sriwijaya Air tujuan Surabaya-Makassar (SBY-UPG) dipaksa turun udara dengan diapit Sukhoi setelah adanya laporan dari Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) terkait keberadaan pesawat yang diduga melakukan penerbangan ilegal dan disinyalir dibajak pihak tak bertanggung jawab.

Usai mendapat laporan, para personel TNI AU langsung melancarkan aksinya.

Dengan mengerahkan pesawat tempur Sukhoi 27/30 MK yang bermarkas di Skadron Udara 11, Pesawat ini pun melakukan pengintaian dan penyergapan hingga dilakukan force down atau penurunan paksa.

Setelah mendarat, ratusan personel  gabungan dari Paskhas TNI AU dan unsur terkait lainnya dengan dilengkapi senjata lengkap langsung mengawal pesawat itu.

Saat pintu pesawat dibuka, personil Paskhas naik ke atas pesawat dan meringkus empat teroris.

Kejadian tersebut merupakan bagian simulasi latihan Sriti Gesit yang digelar Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin.

Kadisops Lanud Sultan Hasanuddin, Kolonel Pnb David Y Tamboto menjelaskan Skenario simulasi ini dimana terjadi pembajakan terhadap pesawat sipil.

Sehingga TNI AU langsung bekerjasama dengan instansi lainnya dari bandara seperti Air Nav untuk menanggulangi suatu kejadian yang tentunya akan memberikan suatu dampak buruk terhadap Negara Indonesia.

Dia menjelaskan dalam latihan itu pihaknya melibatkan pesawat Sukhoi 27/30 Skadron Udara 11 dan juga dibantu dari Bandara, Angkasa Pura I maupun Airnav,  Satuan Paskhas 466, Denhanud 472 serta pihak lainnya.

Ia bersyukur karena simulasi tersebut berjalan lancar padahal pihak Sriwijaya tidak menyampaikan ke penumpang terkait adanya latihan ini. Agar mereka bisa ikut berperan langsung.

Dalam simulasi itu, masyarakat sipil bisa melihat langsung bagaimana kesiapan dari Angkatan Udara dalam hal ini pesawat sukhoi  yang melakukan berbagai cara untuk membantu menanggulangi pembajakan tersebut.

Tak hanya di udara, juga diperlihatkan bagaimana antisipasi pasukan di darat yang siap dan terlatih untuk melaksanakan penyelesaian dalam kegiatan tersebut.

Dia menambahkan dalam kegiatan yang telah berlangsung empat hari ini jumlah personel yang dilibatkan dalam latihan Sriti Gesit ini ada sekitar 600 an dari berbagai pihak terkait. (marosfm news department)

Keterangan Gambar : Salah satu bagian simulasi dalam Latihan Sriti Gesit 2018, saat Pasukan TNI AU mengamankan tersangka teroris yang membajak pesawat yang mengangkut warga sipil.

Post a Comment

 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.