Keterangan Gambar : Ketua RBI Maros, Hamzan Hamid, Ketua RBI Pare-Pare, Amri Kalbu, Managemen Fals Teduh, A. Aso, Ketua dan Sekertaris RBI Makassar, Bahar Karca dan Said. (dok.ist)
Ketua RBI Maros, Hamzan Hamid mengatakan, RBI di Maros baru terbentuk sekitar 2017 lalu, dan kini sementara aktif berkoordinasi dan menjalin silaturrahmi tersebut selain dalam rangka halal bi halal usai berlebaran, juga untuk bertukar pikiran dengan sesama komunitas pencinta lagu Balada Indonesia.
Hamzan menjelaskan, dalam pertemuan yang dihadiri RBI Makassar itu, juga membahas tentang kepedulian lingkungan dan budaya serta berharap seni, budaya dan lingkungan tetap terjaga dan lestari.
Ia berharap kehadiran Rumah Balada Indonesia di Maros bisa membawa dampak positif bagi kalangan generasi muda utamanya di bidang musik sehingga energi di masa muda bisa tersalurkan ke hal positif dan semakin peka terhadap kondisi sekitarnya.
Sementara Ketua RBI Pare-Pare, Amri Kalbu yang akrab disapa Bang Kaleb menyampaikan dalam diskusi itu tentang seni dan musik yang disinergikan dengan tema Cinta Alam sehingga kedepan para pemuda tetap kreatif dan berjiwa nasionalis serta peka terhadap lingkungan melalui musik balada.
Salah satu budayawan yang juga penasehat RBI Pare-Pare, Drs. H. Palemmui, M.M yang hadir dalam reuni itu berharap RBI di sulsel bisa terus bergerak dalam meningkatkan apresiasi seni dan budaya, juga mengekspresikan rasa nasionalisme sebagai wujud cinta pada alam, bangsa, negara dan tanah air Indonesia.
Sekedar diketahui, Rumah Balada Indonesia (RBI) didirikan pada tanggal 31 Mei 2014 oleh Ully Sigar Rusady bersama tokoh-tokoh Balada, Pemerhati, Pemusik, Pecinta, Penyanyi lagu-lagu Balada. RBI dibentuk untuk para pemusik balada dapat saling berkomunikasi, bertukar informasi dan mengembangkan lagu-lagu balada agar lebih berkualitas dan berperan aktif dalam meningkatkan minat dan semangat, serta mengembangkan kreativitas. (marosfm news department)


Post a Comment