Salah satunya relawan dari Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan (Kerlip) yang tergabung dalam Satuan Istimewa Siaga Pendidikan (Sigap), terus bergerak memantau kondisi para korban di beberapa posko pengungsian hingga senin malam (8/10/2018).
Dahlan, salah seorang relawan Sigap Kerlip mengungkapkan, Tim nya hari ini (8/10/2018) mendatangi 4 titik yakni daerah Tombolotutu, Ketapang, BTN Lagarutu dan daerah dekat Talise.
"Ke empat titik tersebut, kita adakan pemeriksaan kesehatan dan pembagian sembako hingga larut malam ini" Ujarnya saat dihubungi Maros FM.
"Dari hasil penelusuran ke 4 titik tersebut, masih banyak yg belum tersentuh bantuan bahkan banyak komentar masyarakat yang merasa dipersulit jika pengambilan sembako itu harus memakai KTP atau KK" Tuturnya.
"Untuk bertahan hidup, mereka mendapatkan sembako dari kiriman sanak saudaranya, itupun sangat terbatas." Kata Dahlan.
Selain kekurangan bahan makanan, Dahlan juga mengatakan, posko yang ditempati rata-rata berjumlah 10 warga ini banyak mengeluh gatal dan butuh obat-obatan.
Warga Palu di posko tersebut pun mengapresiasi kinerja para relawan dan berharap, kondisi sulit ini cepat berlalu.
Selain membagikan bantuan logistik dan menyiapkan tenaga bantuan medis, relawan pendidikan ini juga telah berpartisipasi ikut membangun sekolah darurat bersama kemdikbud, TNI dan warga untuk kebutuhan pendidikan anak-anak pasca bencana. (marosfm news department)


Post a Comment