Masa pandemi membuat warga berinovasi menciptakan ramuan yang dapat meningkatkan imunitas tubuh guna menangkal virus.
Keterangan Gambar : Hasil tanaman obat herbal yang di olah menjadi seduhan yang berkhasiat bagi ketahanan tubuh (dok.marosfm)
Salah satunya Warga Kecamatan Simbang di Kabupaten Maros, memanfaatkan lahan kosong seluas 30 are untuk menanam sejumlah tanaman obat keluarga. Selain untuk konsumsi pribadi, selama pandemi Covid-19 tanaman obat juga diperjual belikan.
Budidaya tanaman obat ini dilakukan oleh Kelompok Tanaman Obat Keluarga (Toga) Mandiri yang didominasi ibu-ibu rumah tangga atau IRT.
Saat ditemui marosfm.com, Selasa (11/8/2020), Ketua kelompok Toga Mandiri Mardia mengatakan, Budidaya tanaman obat ini sebenarnya sudah ditekuni sejak tiga tahun terakhir. Namun, saat ini aktivitas budidaya makin gencar dilakukan. Berbagai jenis tanaman mulai dari bawang dayak, temu putih, kayu seca, kencur dan masih banyak lainnya.
Lanjut Mardia, selain itu keseluruh tanaman yang sudah dipanen bisa diseduh dan di minum airnya sesuai dosisi yang dianjurkan dari pusat kesehatan.
Dalam membudidayakan tanaman obat dan meramunya menjadi ramuan penangkal penyakit, kelompok ini tentunya mendapatkan pembinaan dari Puskemas Simbang Maros.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Simbang Maros, Ilyas Nur mengatakan, kelompok ini mendapatkan pembinaan terkait cara dan dosis dalam memanfaatkan berbagai jenis tanaman obat, termasuk cara meminimalisir penggunaan obat kimia.
Pihak Puskesmas Simbang Maros juga terus memberikan informasi terbaru terkait jenis tanaman yang bisa dikembangkan, termasuk cara meraciknya.
Diketahui sebelumnya, Desa Simbang ini pada 2018 berhasil mendapat posisi tiga dalam penilaian asuhan mandiri pemanfaatan tanaman obat keluarga di tingkat Sulsel. (marosfm news department)


Post a Comment