Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maros, Syamsu Khalik menanggapi viralnya sebuah surat elektronik terkait aliran kepercayaan baru yang disebut 'Iman Tilaco'.
Surat itu dibuat oleh A. Sulaiman (39) warga Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale untuk Pemerintahan mulai dari Presiden hingga Bupati. Suratnya pun telah sampai ke tangan Bupati Maros.
Saat dihubungi wartawan Jum'at (21/5/2021) Syamsu Khalik mengatakan, Dirinya belum mendalami. Tapi menurut dia kalau ajaran tersebut sudah keluar dari rukun Islam dan Iman jelas sudah tidak dibenarkan.
![]() |
| Keterangan Gambar : A. Sulaiman penganut kepercayaan "Iman Tilaco" (dok.marosfm) |
Dalam pengakuannya, Sulaiman memang telah lama mendalami sebuah tarekat atau ilmu tertentu. Bahkan dia mengakui telah sampai pada level ma'rifat atau pengetahuan yang diperoleh melalui akal dari hasil perenungannya sendiri tanpa ada bimbingan guru.
Menanggapi pernyataan Sulaiman, Khalik membantah, kalau ajaran itu tidak dibenarkan kalau tidak ada yang mengajari atau dalam artian harus ada sang guru. Lebih dari itu menurutnya pasti (gurunya) adalah setan.
Khalik juga menduga, munculnya keyakinan itu bisa disebabkan karena adanya depresi yang mendalam. Ia pun berencana akan berdialog dengan Sulaiman untuk kembali meluruskan keyakinannya itu.
Sementara itu, Bupati Maros Chaidir Syam mengatakan, Telah menerima surat tersebut dan sementara mengecek apakah benar orang tersebut tidak dalam gangguan jiwa atau stress.
Menurut Chaidir, Jika tindakan atau perbuatannya ini menyimpang dari keyakinan atau agama, maka pihaknya akan segera menindak lanjuti sesuai aturan. (marosfm news department)


Post a Comment