NEWS
Showing posts with label Banjir. Show all posts
Showing posts with label Banjir. Show all posts

Saturday, 2 March 2019

Luapan Sungai Di Tompobulu Maros Bikin Was-Was, BPBD Imbau Warga Tetap Tenang

Beberapa video amatir terkait kondisi luapan air sungai di Kecamatan Tompobulu Maros yang beredar di medsos, membuat was-was sebagian warga Maros, utamanya di wilayah perkotaan.

Beberapa warga bahkan sudah mulai mengungsikan barang-barangnya karena khawatir banjir akan kembali merendam kota Maros dan sekitarnya.

Keterangan Gambar : Personil BPBD Maros melakukan pemantauan air sungai di bawah Jembatan Sungai Maros. (dok. ist)

Terkait hal tersebut, Korlap Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Maros, Hasriadi, sabtu malam (2/3/2019) mengatakan, tim BPBD setiap 30 menit terus memantau ketinggian air dibawah jembatan Kota Maros.

Ia menjelaskan, air di sungai Maros sekitar pukul 21.35 wita malam ini (2/3) sudah turun 15 cm per 30 menit, dan Arus turun ke muara juga sangat deras sehingga kecil kemungkinan ada indikasi siaga banjir.


Senada dengan itu, Plt. Kepala BPBD Maros, Frans Johan, telah menurunkan timnya untuk melakukan pemantauan wilayah yang terdampak luapan air sungai.

Ia mengatakan Timnya sudah turun untuk berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk memantau lupan air dan juga sekaligus melakukan pendataan dampak luapan air sungai.

Ia meminta warga agar tetap tenang dan waspada ketika mendapatkan kondisi seperti ini, karena tim kami juga terus melakukan pemantauan daerah yang rawan bencana. (marosfm news department)

Akibat Luapan Sungai Tompobulu, Distribusi Air Bersih PDAM Maros Terganggu

Luapan air sungai di sekitar Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros, sabtu (2/3/2018) mengakibatkan pelayanan air bersih dari PDAM Maros ikut mengalami gangguan.

Keterangan Gambar : Kondisi Bendung Lekopancing Maros, sabtu (2/3/2018) (dok. ist)

Kepala Bagian Teknik PDAM Maros, Abd Rajab dalam rilisnya ke Maros FM, sabtu malam (2/3) mengatakan, pelayanan yang mengalami gangguan distribusi air bersih meliputi kecamatan Tanralili, Turikale dan Mandai seperti Borong, Damai, Allaere, Carangki, Bira-bira, Panassakkang, Tanete, Bontotallasa, perum bentenge, Bonto mate'ne, Bentol, Poros jl. Garuda, Taroada, Adatongeng, Lingk.Tumalia, RSUD Salewangang, Poros Maccopa, Nusa Idaman, Taniaga, BTN H.Banca, Sambotara dan sekitarnya.

Rajab menjelaskan, gangguan distribusi air itu disebabkan banjir yang mengakibatkan pompa intake di Instalasi pengolahan air tanralili/dulang tidak dapat beroperasi karena banyaknya lumpur dan material-material lain yg ikut tersedot pompa.

Terkait gangguan itu, pihak PDAM Maros pun menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan, dan secepatnya akan dilakukan normalisasi demi kenyamanan pelanggan PDAM Maros. (Marosfm News Department)

Tuesday, 29 January 2019

Pascabanjir, Sintap Maros Pindah Kantor Demi Percepatan Pelayanan

Pascabanjir besar yang menerjang Maros selama dua hari pekan lalu, Pemerintah Daerah (Pemda) Maros sudah kembali membuka pelayanan meski harus membersihkan kantor dan beberapa peralatan yang sempat terendam banjir.

Salah satunya Pelayanan Satu Atap (Sintap) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Maros, dimana untuk mempercepat pelayanan pihaknya memilih untuk mengungsi di salah satu gedung milik Pemda Maros.

Kepala Dinas DPMPTSP Maros, Andi Rosman (dok. ist)

Kepala Dinas DPMPTSP Maros, Andi Rosman, Mengatakan pelayanan untuk mengurus perizinan bagi warga Maros sudah dibuka lebih dahulu, hal itu karena perpindahan kantornya ke Gedung Baruga C samping Gedung Serbaguna Maros, yang sebelumnya berada di sudut jalan Asoka.

Ia menjelaskan, pelayanan Sintap cepat buka karena diarahkan oleh bapak Bupati Maros untuk menempati Baruga C yang sebelumnya adalah gudang penyimpanan, apalagi juga bangunan kantor lama akan direnovasi jadi sekalian pindah sampai renovasi selesai.

Andi Rosman melanjutkan, untuk peralatan kantor Sintap yang terendam tergolong cukup banyak, diantaranya meja kerja 27 buah, komputer 38 unit, printer 26, server 3 unit, UPS 5 unit, Scanner 2 unit, laser jet 3 unit, dispenser 5 unit, meja rapat 2 buah dan 1 set soundsystem. Namun, hal itu bukan merupakan kendala besar dalam pelayanan dan sebagian telah diatasinya.

Meski demikian Andi Rosman menyatakan itu bukan kendala, karena server sudah bagus dan data aman. Yang habis adalah arsip dan tidak mengganggu pelayanan, Pihaknya akan tetap maksimalkan playanan dengan memanfaatkan apa yg ada. (marosfm news departement)

Sunday, 27 January 2019

Angkasa Pura I Airports Bantu Korban Banjir di Maros

Hujan yang turun terus menerus selama beberapa hari ini menyebabkan terjadinya bencana banjir yang melanda wilayah Sulawesi Selatan, termasuk wilayah Kabupaten Maros sejak tanggal 22 Januari 2019 kemarin. Sebagian akses di Kabupaten Maros tertutup oleh banjir yang melanda di beberapa titik.

Hal tersebut menyebabkan sebagian masyarakat kesulitan mendapatkan bahan makanan dan minuman dan diungsikan ke tempat pengungsian.

Manajemen Angkasa Pura Airports Bandara Internasional Sultan Hasanuddin turun langsung untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh korban bencana banjir bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Maros di posko induk Gedung Serbaguna Maros. Kamis (24/1/2019).

General Manager Bandara Sultan Hasanuddin Wahyudi mengatakan, Bantuan yang diberikan berupa bahan makanan dan minuman seperti mie instan, ikan kaleng, air mineral, beras, biskuit dan roti senilai Rp 50.000.000.


PT Angkasa Pura I (persero) Bandara Sultan Hasanuddin bersama Bupati Maros Hatta Rahman saat memberikan bantuan korban Banjir di Maros. Kamis (24/1/2019). (dok.ist)

Lanjut Wahyudi menjelaskan, Bantuan ini diserahkan langsung oleh Wahyudi selaku General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin kepada M.Hatta Rahman selaku Bupati Maros di Gedung Serbaguna Pemerintah Kabupaten Maros.

Nantinya bantuan akan diteruskan Pemda Maros untuk didistribusikan ke masyarakat korban banjir di wilayah Kabupaten Maros.

Wahyudi berharap Semoga bantuan ini dapat membantu korban bencana di wilayah Kabupaten Maros. Dan saya bersama manajemen mengucapkan turut prihatin atas bencana ini, semoga keadaan segera kembali normal. Korban dan keluarga diberi ketabahan dan kekuatan.

Thursday, 24 January 2019

Pasca Banjir, Bupati Maros Janji Pelayanan Kembali Normal Dalam Seminggu

Pasca bencana banjir yang melanda kabupaten Maros, selasa lalu (22/1/2019), hampir sebagian besar kantor pelayanan pemerintah tidak dapat memberi pelayanan maksimal seperti biasanya.

Terpantau di Kompleks perkantoran kantor Bupati Maros, pada kamis (24/1/2019), 3 hari pasca bencana banjir ini, hanya kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah yang tidak terdampak banjir, sedangkan kantor lainnya, pada selasa lalu terendam air dengan ketinggian sekitar 1 meter.

Bupati Maros Hatta Rahman saat memantau Kantor yang terdampak Banjir (dok. ist)

Bupati Maros, H.M Hatta Rahman telah melakukan pengecekan terhadap beberapa kantor khususnya yang melakukan pelayanan langsung kepada masyarakat seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) dan Dinas Kesehatan (Dinkes). 

Hatta mengatakan untuk proses recovery atau pemulihan butuh maksimal tujuh hari karena kantor yang terendam banjir lumayan tinggi. Apalagi banyak dokumen yang terendam banjir sehingga menjadi kendala besar bagi pemerintah.

Menurutnya, Dukcapil termasuk salah satu kantor yang pemulihannya harus dipercepat, sehingga sejak kamis pagi (24/1/2019) para ASN pun langsung membersihkan kantor dan setting ulang komputer untuk digunakan kembali.

Sementara kondisi di Kantor Dinas Pekerjaan Umum, meski para ASN telah mencoba menyelamatkan dokumen dengan mengangkat ke atas meja, namun masih terkena banjir karena tingginya volume air.

Menurut Hatta, selain membersihkan, pihaknya juga fokus memberikan bantuan ke korban bencana.

Ia telah memerintahkan dinas terkait untuk mendata kondisi jalan serta jembatan yang rusak maupun hanyut agar sesegera mungkin dilakukan perbaikan terhadap fasilitas yang rusak. 

Dari 14 kecamatan, 12 kecamatan di Maros terdampak banjir. Salah satu yang terparah yakni kecamatan Turikale karena hampir semua wilayahnya tergenang air. (marosfm news departemen)

Bupati dan Ketua DPRD Maros Salurkan Bantuan Langsung Ke Warga

Bupati Maros H.M Hatta Rahman bersama ketua DPRD Maros H.A.S Chaidir Syam turun langsung ke warga terdampak banjir di Maros, rabu (23/1/2019), sehari pasca bencana.

Tidak hanya memantau, Hatta bersama Chaidir menyalurkan langsung bantuan berupa mie instan ke masyarakat yang terkena banjir.

Bupati Maros dan Ketua DPRD Maros saat mengantar langsung bantuan ke masyarakat yang terkena banjir Rabu, 23/1/2019 (dok. ist)

Hatta juga memborong mie instan dan air mineral di beberapa toko untuk dibagi-bagikan ke masyarakat yang terdampak banjir.

Menurut Hatta, saat ini yang terpenting warga yang terkena banjir aman dari kebutuhan pangan seperti makanan dan air mineral.

Setelah berbelanja, Hatta dan Chaidir pun membawa bantuan mie instan yang kemudian di bagi-bagikan langsung ke masyarakat yang terkena banjir. Hatta juga menyalurkan bantuan ke dapur umur darurat yang didirikan di Masjid Agung, Jl Lanto Dg Pasewang Maros.

Hatta Rahman mengatakan, Ia memang berinisiatif selain melihat kondisi, juga sebisa mungkin membantu warga. Karena bisa jadi mereka belum makan sejak semalam dan persediaan air bersih tentu makin menipis.

Hatta pun mengaku telah menginstruksikan ke pihak terkait untuk segera mendata warga dan menyalurkan bantuan bagi yang terdampak musibah ini.

Senada hal tersebut, Chaidir pun mengaku meski rumah pribadinya juga kebanjiran namun dirinya turut memantau banjir serta membagikan langsung bantuan mie instan ke masyarakat.

Menurutnya, bantuan ini mungkin tidak seberapa tapi setidaknya bisa menguatkan dan memotivasi warga yang sementara terkena musibah agar bisa lebih bersabar atas kerugian yang dialami. (marosfm news departement)

Bupati Maros Turun Langsung Pantau Banjir

Bupati Maros, H.M Hatta Rahman memantau langsung kondisi banjir yang melanda wilayahnya, rabu (23/1/2019).

Hatta memantau banjir di beberapa titik seputaran kota Maros bersama Ketua DPRD Maros, H.A.S Chaidir Syam serta Plt Kadinsos Maros, Ferdiansyah.

Bupati Maros, Hatta Rahman saat memantau langsung banjir di sekitar kantor Bupati, Rabu 23/1/2019 (dok. ist)

Dengan menggunakan sepeda dan berjalan kaki menerobos banjir, Bupati memantau daerah sekitar Tumalia, Kantor Bupati Maros, Lapangan Pallantikang, Jalan A.P Pettarani, kawasan kuliner Pantai Tak Berombak (PTB), hingga daerah Pacelle dan Marampesu.

Hatta mengaku ingin melihat langsung seberapa besar musibah sekaligus memastikan bagaimana dampak banjir bagi masyarakat. Selain itu, untuk melihat langsung apa kebutuhan masyarakat  sehingga bisa dipetakan untuk pendistribusian bantuan.

Hatta juga menunjuk posko kabupaten di Gedung Serbaguna sebagai posko induk bantuan dan memastikan seluruh bantuan terdistribusi dengan merata.

Hatta berharap bencana banjir terbesar di Kabupaten Maros dalam seratus tahun terakhir ini bisa segera surut dan aktivitas dapat kembali berjalan normal. (marosfm news departement)

Monday, 14 November 2016

BMKG UMUMKAN PUNCAK CURAH HUJAN DI MAROS DIPREDIKSI DESEMBER

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulsel mengumumkan, sebagian besar wilayah di Sulsel telah memasuki musim hujan. 

Pihak BMKG juga memprediksi puncak musim hujan khususnya di kabupaten Maros akan terjadi pada bulan Desember.


Kepala Station BMKG Abdul Mutholib senin (14/11/2016) menjelaskan, prediksi hujan lebih dari 200 mm perhari. Sementara di waktu puncak hujan dirata-ratakan 700-800 mm.

Beberapa daerah yang akan diguyur hujan dengan intensitas tinggi yakni kecamatan Tanralili, Maros Baru dan Lau. Untuk wilayah tersebut curah hujannya diatas rata-rata, dan berpotensi banjir. 

Sementara itu, untuk beberapa kecamatan yang berada di pesisir seperti, Maros Baru, Bontoa, Lau, Marusu, Turikale diprediksi akan terkena dampak banjir.

Abdul Mutholib mengimbau kepada petani untuk tidak menanam padi pada bulan desember. Hal itu untuk menghindari gagal tanam yang akan menyebabkan petani merugi. Apalagi prediksi musim hujan mendatang berpotensi banjir.

Abdul Mutholib juga mengingatkan memasuki puncak musim hujan agar masyarakat Maros diimbau waspada dan lebih berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang, jalan licin, dan lainnya.

Dalam website resmi BMKG untuk hari senin (14/11/2016) warga juga diminta mewaspadai hujan dengan intensitas sedang - lebat akhir-akhir ini disertai petir yang berpotensi terjadi sore hari di wilayah Makassar, Maros, Pangkajene, Sidenreng, Sungguminasa serta Watansoppeng. (maros fm news department)

Tuesday, 8 November 2016

TIM BPBD MAROS AKSI BERSIH DI SUNGAI MAROS DAN PTB

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros menerjunkan sekitar 40 personilnya yang dibagi 2 regu masing-masing 20 orang personil untuk membersihkan bantaran sungai Maros dan Kolam area Kuliner Pantai Tak Berombak (PTB), selasa pagi (8/11/2016).

Beberapa personil BPBD Maros saat memungut sampah di sungai Maros (8/11/2016)(dok. marosfm)

Aksi bersih itu dilakukan Tim BPBD untuk mengantisipasi luapan air sungai Maros di musim hujan akibat sampah yang dibuang warga sekitar bantaran sungai. Sementara di Kolam PTB Maros, juga masih banyak pengunjung yang belum memiliki kesadaran pentingnya menjaga kebersihan dan membuang sampah plastik di kolam tersebut sehingga mengganggu pemandangan dan kenyamanan pengunjung lainnya.

Kabag Kedaruratan dan Logistik  BPBD Maros, Muhammad Rum mengatakan Aksi bersih juga dilakukan sebagai usaha mendukung target peraihan piala Adipura yang kelima untuk Maros.

Rum menjelaskan warga sekitar  bantaran sungai masih banyak yang belum sadar dalam menjaga kebersihan dan masih sering membuang sampah di sungai padahal dampaknya sangat berbahaya karena bisa menyebabkan banjir. Selain itu, warga yang dihilir sungai utamanya nelayan akan terganggu mata pencahariannya karena mendapatkan sampah kiriman.

Rum juga meminta agar pihak BLHK Maros sebaiknya turun menghimbau warga bantaran sungai atau memasang pengumuman untuk tidak membuang sampah di sungai.

Sementara Plt, Kepala BPBD Maros, huzair Tompo menjelaskan kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat cocok momentnya karena pas musim hujan dan persiapan Adipura, jadi tim BPBD bisa bergerak lebih efisien menanggulangi pembersihan sampah-sampah yang ada dibantaran jembatan sungai lama maros. (maros fm news department)

Reporter : Indra Sadli Pratama
Editor : Ady Maros Enterprise

Tuesday, 27 September 2016

PERSIAPAN MENGHADAPI BANJIR DI MUSIM HUJAN


Menyenangkan memang melihat hujan yang turun lewat kaca jendela, namun bagaimana jika hujan terus turun dengan deras? Tidak hanya hujan yang tiba tetapi banjir pun bisa saja ikut tiba.
Seperti yang baru saja terjadi di Garut Jawa Barat, banjir bandang terjadi di kawasan tersebut akibat hujan deras yang terus mengguyur pada Selasa (20/09/2016) malam.  terdapat 23 korban meninggal dunia dan ribuan orang harus mengungsi karena rumahnya terendam banjir.



Bencana banjir seperti ini tidak bisa diprediksi kapan akan datang. Untuk itu, Anda perlu melakukan persiapan menghadapi banjir terlebih dahulu untuk melakukan pertolongan pertama saat datangnya banjir. Ketika harus terpaksa mengungsi karena rumah terendam banjir, Anda harus membawa beberapa perlengkapan yang dibutuhkan untuk-setidaknya-bertahan hidup di pengungsian.

Sebelumnya, Anda harus tahu dulu apakah tempat tinggal Anda merupakan daerah sering banjir atau tidak. Selain itu, waspada pula jika tempat tinggal Anda dekat dengan sumber air, seperti sungai, danau, atau waduk karena suatu waktu bisa saja terjadi luapan air atau jebolnya batasan pelindung air. Setelah itu, persiapan apa yang bisa dilakukan sebagai persiapan datangnya banjir? Berikut beberapa langkah serta persiapan menghadapi banjirperlengkapan apa saja yang perlu dipersiapkan untuk mengatasi datangnya banjir di musim hujan :

1. Membuat Saluran Air yang Baik
Dibutuhkan adanya sistem irigasi sampai pembuangan akhir yang jelas. Jangan sampai akhir saluran air yang ada berujung pada sebuah sungai mati atau tidak mengalir, sehingga airnya akan meluber. Saluran air yang baik bisa saja berupa kali besar yang bebas dari tumpukan sampah berfungsi menerima limpahan genangan air dari areal perumahan yang over load karena hujan, saluran air ini nantinya akan bermuara ke sungai besar di sekitar daerah tersebut.

Saluran air yang baik juga bisa berupa Terowongan Saluran Air di Bawah Tanah, yang menjamin semua air hujan akan disalurkan menuju laut. Sistem yang seperti ini telah lama diterapkan oleh Negara berkembang seperti Jepang.

2. Buanglah Sampah pada Tempatnya
Dibutuhkan kedisiplinan warga untuk membuang sampah di tempat sampah dan berakhir di tempat pembuangan akhir sampah. Pengelolahan sampah di tempat pembuangan akhir sampah juga sangat diperlukan, karena apabila sampah dibuang secara sembarangan dan terkena hujan deras, maka sampah tersebut akan mengikuti aliran air sampai sungai. Ini juga akan menjadi penyebab banjir.

Pengelolahan sampat yang tepat bisa membantu mencegah banjir. Tentu saja harus ada pemilahan dan pengelolahan yang tepat. Misalnya, dibedakan antara sampah organik dan sampak anorganik. Sampah organik seperti potongan sayuran, sisa makanan yang dapat dijadikan sebagai pupuk kompos. Sampah anorganik yang dapat didaur ulang seperti sampah plastik, kaleng, dan kertas.

3. Rajin Membersihkan Saluran Air
Perbaikan dan pembersihan saluran air tentu harus ada. Di wilayah tertentu bisa diadakan secara gotong royong. Penjagaan ini harus dilakukan secara terus menerus dengan waktu berkala. Bukan hanya sampah yang terbuang di saluran air, namun juga sampah dari saluran air seperti tumbuhan-tumbuhan air yang telah mati, jika berkumpul juga akan menghambat saluran air. Tanaman-tanaman di sekitar sungai pun perlu ditanam sebanyak mungkin yang fungsinya untuk memperkuat bantaran sungai sehingga mencegah terjadinya longsor di bantaran ke sungai.

4. Mendirikan Bangunan/Konstruksi Pencegah Banjir

Bendungan, yang memiliki bentuk seperti kolam air raksasa. Fungsinya untuk tempat menampung air dengan ukuran yang sangat besar. Selain itu, bendungan dapat difungsikan untuk pengairan, tempat pemancingan, atau tempat untuk pembangkit tenaga listrik.

Tanggul, yang merupakan bangunan yang berbentuk tembok yang memagari pinggiran sungai. Bangunan ini dibuat untuk mencegah air meluap ke daerah-daerah yang berada di sekitar sungai. Kanal air, yang merupakan sungai buatan untuk mengalirkan air sungai sehingga air sampai ke laut.

5. Menanam Pohon atau Tanaman di Area Sekitar Rumah
Masalah nyata di kota-kota besar adalah sedikitnya jumlah permukaan tanah yang memiliki penyerapan air yang baik, untuk itu diperlukan sesuatu yang dapat menyerap air dengan baik. Salah satunya adalah dengan menanam pohon berbatang besar atau tanaman yang memiliki daya serap air tinggi, seperti tanaman pacar air, pohon mangga, pohon duku, pohon kenanga, dll di areal sekitar rumah anda. Tanaman dapat menyerap air melalui akar, yang selanjutnya akan diangkut menuju batang dan daun oleh jaringan xilem. Apabila masing-masing rumah di kampung anda memiliki minimal satu pohon, maka dapat dipastikan kampung anda dapat terhindar dari banjir.

6. Melestarikan Hutan
Kegiatan pembalakan di mana perjalanan di daerah pinggir sungai digemari menyebabkan tanah terhakis dan runtuh ke sungai. Keadaan yang sama juga terjadi bila aktivitas pembalakan yang giat dilakukan di lereng-lereng bukit. Karena itu pemeliharaan hutan merupakan cara yang baik untuk mengatasi masalah banjir, karena hutan dapat dijadikan kawasan tadahan yang mampu menyerap air hujan dari mengalir terus ke bumi. Dengan melakukan reboisasi

Hutan dapat berfungsi sebagai bunga karang (sponge) dengan menyerap air hujan dan mengalir dengan perlahan-lahan ke anak-anak sungai. Ia juga bertindak sebagai filter dalam menentukan kebersihan dan kejernihan air. Hutan mampu menyerap air hujan pada harga 20%. Kemudian air hujan ini dibebaskan kembali ke atmosfir dalam sejatan kondensasi. Hanya dengan ini saja pengurangan air hujan dapat dilakukan.

7. Membuat Lubang Biopori
Lubang resapan biopori adalah teknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resapan air, mengubah sampah organik menjadi kompos dan mengurangi emisi gas rumah kaca (CO2 dan metan), memanfaatkan peran aktivitas fauna tanah dan akar tanaman, dan mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh genangan air seperti penyakit demam berdarah dan malaria.

Cara membuatnya cukup mudah, kita cukup membuat lubang di tanah dengan menggunakan bor tanah. Diameternya cukup 10 cm dengan panjang kira-kira sebesar 100 cm. Semakin banyak lubang biopori di halaman rumah, kita semakin aman dari bahaya banjir.

8. Membuat Sumur Serapan
Sumur resapan adalah sarana untuk penampungan air hujan dan meresapkannya ke dalam tanah. Sumur serapan berfungsi untuk membantu penyerapan air hujan ke dalam tanah dan kembali ke siklus air yang semestinya sehingga tidak menggenang di permukaan dan menyebabkan banjir. Penggalian sumur resapan bisa sampai tanah berpasir atau maksimal dua meter di bawah permukaan air tanah.

9. Proyek Pendalaman Sungai
Kebanyakan kejadian banjir berlaku karena kecetekan sungai. Jika sebelumnya sungai mampu mengalirkan sejumlah air yang banyak dalam sesuatu masa, kini pengaliran telah berkurang. Ini disebabkan proses pemendapan dan pembuangan bahan-bahan buangan.

Langkah untuk menangani masalah ini adalah dengan menjalankan proses pendalaman sungai dengan mengorek semua lumpur dan kekotoran yang terdapat di sungai. Bila proses ini dilakukan, sungai bukan saja menjadi dalam tetapi mampu mengalirkan jumlah air hujan dengan banyak.

10. Penggunaan Paving Stone untuk Jalan
Pembangunan jalan setapak dengan sistem paving block dapat membuat jalan lebih mudah menyerap air dibandingkan dengan penggunaan aspal, sehingga apabila hujan turun air banjir dapat terserap ke dalam tanah dengan cepat.

Di Negara berkembang seperti Amerika serikat telah diluncurkan jalan yang menggunakan photocatalytic cement, sebuah cara paving permukaan terbaru. Jalan ini mengandung partikel nano dari titanium dioksida. Dengan partikel ini, jalan tersebut mampu "memakan" asap dan menghapus gasnitrogen oksida dari udara. Selain itu, lebih dari 60 persen sisa kontruksi bisa didaur ulang.

Dari berbagai sumber
 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.