NEWS
Showing posts with label TNI AU. Show all posts
Showing posts with label TNI AU. Show all posts

Monday, 12 April 2021

TNI AU Lanud Sultan Hasanuddin, Kirim Bantuan Bagi Korban Bencana Alam di NTT

TNI AU Lanud Sultan Hasanuddin mengirimkan paket bantuan sosial bagi korban yang terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengiriman tersebut di laksanakan di Hanggar Skadrom 33 Lanud Sultan Hasanuddin Sabtu, (10/4/2021).

Keterangan Gambar : Pengiriman bantuan paket ke provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bagi korban bencana alam bajir bandang dan tanah longsor (ist)


Komandan Lanud (Danlanud) Sultan Hasanuddin Marsma TNI Danet Hendriyanto, didampingi Ketua PIA Ardhiya Garini Cabang 7/D II Lanud Sultan Hasanuddin Esti Danet Hendriyanto mengatakan, Bantuan sosial tersebut dikirimkan langsung bagi korban banjir bandang dan tanah longsor di NTT.

Adapun bantuan yang dikirimkan oleh Lanud kurang lebih sebanyak lima ton diantaranya satu unit mobil ambulance, kasur, selumut, makanan tambahan, serta pakaian layak pakai.

Bantuan tersebut diberikan untuk 10 kabupaten yang terparah di NTT yang terkena dampak bencana alam. Seluruh paket bantuan dikirim menggunakan pesawat A-1332  berangkat dari Skadron 33 Lanud Hasanhddin.

Danlanud berharap dan berdoa, dengan bantuan yang diberikan ini dapat meringankan seluruh korban bencana alam dan semoga para korban diberi ketabahan.

Hadir dalam acara penyerahan bantuan, Komandan Wing Udara 5, Para kepala dinas, Komandan Satuan dan Pejabat Staf Lanud Sultan Hasanuddin.

Sementara itu, Berdasarkan data terakhir yang dikutip dari media kompas.com pada Minggu, 11 April 2021. Jumlah korban tewas akibat bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah sebanyak 175 Orang Tewas, 45 Hilang dan 24.645 Rumah Rusak. (marosfm news department)

Monday, 18 May 2020

Alumni Setukpa A-13 TNI AU Bagikan Sembako Ke Desa Baji Mangngai Maros

Alumni Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) angkatan 13 "Alpalojilu" membagikan puluhan paket sembako kepada masyarakat yang terdampak pandemi corona.

"Alpalojilu" diketahui merupakan paguyuban alumni Perwira TNI AU yang pembentukannya di kota Surakarta Jawa Tengah merasa prihatin atas dampak pandemi korona yang menimpa saudara-saudara di tanah air.

Melalui perwakilan Alpalojilu Makassar dipimpin langsung Kapten Sus Abdul Muis. Aksi Peduli Alumni perwira TNI AU ini turun langsung ke masyarakat yang terdampak Covid-19 ini merupakan melihat beban yang dialami sebagian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup Senin, (18/5/2020) di Desa Baji Mangngai Kecamatan Mandai Kabupaten Maros.

Keterangan Gambar : Alumni SETUKPA A-13 Memberikan paket sembako kepada perangkat desa untuk di bagikan ke masyarakat (dok.marosfm)
Ketua Paguyuban Alpalojilu, Kapten Sus Wakit Jainuri mengatakan kegiatan ini adalah paguyuban sesama alumni dengan membagikan setidaknya 80 paket sembako dengan membagikan kepada masyarakat yang terdampak wabah covid- 19 ini merupakan bentuk kepedulian Alpalojilu terhadap saudara setanah air.

Sementara itu Kepala Desa Baji Mangngai Abdul Latif sangat berterima kasih dan mengapresiasi pemberian sembako kepada masyarakat khususnya desa Baji Mangngai.

"Semoga bantuan tersebut dapat sedikit membantu meringankan beban warga yang terdampak virus covid-19 ini khusunya di tiga dusun yaitu Dusun Baddo-baddo, Pao-pao dan Tamarunang," katanya

Seluruh pemberian sembako tersebut langsung disalurkan kepada masyarakat yang telah terdata oleh pemerintah setempat. (marosfm news department)

Thursday, 21 November 2019

Awal Jabat Kapolres Maros, AKBP Musa Berkunjung Ke Lanud Sulatan Hasanuddin

Dalam mengawali tugas sebagai Kapolres Maros yang baru, AKBP Musa Tampubolon Sik Sh melakukan kunjungan ke  Komandan Satuan TNI di Maros , salah satunya Danlanud  Hasanuddin Marsekal Pertama (MARSMA) TNI H.Haris Haryanto di Galaktika Lanud Hasanuddin Kecamatan Mandai Kabupaten Maros , Kamis (21/11/19).

Didampingi Dan Den Pom Letkol Nicholas Sinaga Danlanud Menyambut baik kedatangan Kapolres Maros di Markas Lanud Hasanuddin. Kunjungan tersebut  juga di sambut oleh Pejabat Lanud.
Keterangan Gambar : Kapolres Maros saat berkunjung ke ruangan Danlanud Sultan Hasanuddin (Ist)
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres AKBP Musa Tampubolon memperkenalkan diri selaku pejabat baru dan terlebih dahulu mengawali tugasnya untuk bertemu dengan para senior di TNI yang ada di Maros.

Kapolres Maros AKBP Musa Tampubolon dalam kunjungannya mengatakan, ini merupakan salah satu wujud membangun soliditas dan sinergitas antar lembaga, dengan adanya sinergitas antara dua lembaga diharapkan mampu dapat saling mendukung tugas masing-masing dalam menciptakan stabilitas keamanan di Kabupaten Maros.

Kapolres berharap kunjungan ini dapat memperkuat Soliditas dan sinergitas TNI dan Polri dalam mewujudkan stabilitas keamanan di Kab Maros.

Kegiatan tersebut berlangsung Harmonis dan Penuh keakraban serta diakhiri dengan poto bersama.
(marosfm news department).

Thursday, 31 May 2018

HARGAI PERJUANGAN BANGSA, TNI AU BANGUN MONUMEN PESAWAT TEMPUR DI SIMPANG LIMA BANDARA

Monumen Pesawat Tempur Mig-17 Fresco yang digagas Komandan Lanud Hasanuddin Makassar, Marsma TNI, Bowo Budiarto, diresmikan Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal TNI Yuyu Sutisna didampingi Pangkoopsau II Marsda TNI Fajar Prasetyo, Rabu (30/05/2018) sore.

Monumen tersebut dibangun tepat di area Simpang Lima jalur menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros.

Keterangan Gambar : Monumen Pesawat Tempur Mig-17 Fresco. (dok. ist)

Usai meresmikan, Kasau menjelaskan tujuan monumen ini dibangun sebagai penanda keberadaan Lanud Hasanuddin bagi publik.


Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal TNI Yuyu Sutisna, menjelaskan, salah satu alasan Pesawat tempur Mig-17 Fresco dipilih sebagai monumen,
karena pesawat ini memiliki sejarah bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang memiliki peranan besar dalam sejarah pembebasan Irian Barat, dalam operasi Trikora tahun 1962.

Ia juga mengatakan, Pesawat Mig-17 Fresco ini merupakan pesawat buatan Uni Soviet tahun 1954. Jenis pesawat tersebut dulunya digunakan oleh TNI AU untuk bertempur bomber, serta sebagai tim pesawat akrobatik.

Yuyu juga mengatakan, Karena besar sekali andil dari pesawat ini, maka dibangunlah monumen ini,
agar publik mengetahui sejarah perjuangan bangsa kita khususnya bagi generasi muda agar mereka tidak melupakan sejarah bangsa sendiri. (marosfm news department)

Saturday, 5 May 2018

TNI AU LANUD SULTAN HASANUDDIN TERIMA PESAWAT BUATAN ANAK NEGERI

TNI Angkatan Udara (AU) Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin resmi menerima Pesawat CN235 dari PT. Dirgantara Indonesia (PTDI) di Hanggar Skadron Udara 5 Kompleks Lanud Sultan Hasanuddin, Maros, Jumat (4/5/2018).

Pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) ini telah mendunia, salah satunya CN235-220 Military Transport yang dibeli Angkatan Darat Nepal atau Nepalese Army. Sebelumnya, Senegal dan Thailand juga pernah membeli pesawat CN235 buatan Bandung ini.

Danwing 5 Kolonel Pnb, Irwan Pramuda mengatakan, kedatangan pesawat ini adalah untuk menambah kekuatan  alusista TNI angkatan udara khususnya Wing Udara Skadron 5 dan sebagai alat tambahan untuk melaksanakan tugas maritim dan zona merah ekslusif diseluruh wilayah indonesia.

Ia mengatakan, CN235-220 ini  lebih berfungsi sebagai misi patroli perbatasan, pengawasan pencurian ikan, pencemaran laut, pengawasan imigrasi, penjualan manusia, penyelundupan ilegal logging dan penyelamatan bencana gawat darurat.

Sementara, Presiden Coorporate planning PT. Dirgantara Indonesia Iwan Trisnanto, menjelaskan Pesawat ini adalah pesawat type Maritim Air Control yang dilegkapi sistem komputer yang bisa mengintegrasikan sensor menangkap frequensi yang dipancarkan kapal dalam jarak tertentu.

Ini adalah pesawat yang sudah lama disiapkan dengan pengujian yang ketat dan keamanan yang bagus. (marosfm news department)

Keterangan Gambar : Pesawat CN235 saat diterima pihak TNI Angkatan Udara (AU) Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, di Maros.

Thursday, 5 April 2018

SRITI GESIT 2018, TNI AU LANUD HASANUDDIN SIMULASI PENYELAMATAN KORBAN PEMBAJAKAN PESAWAT SIPIL

Dua pesawat Sukhoi milik TNI Angkatan Udara (AU) Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin berhasil menghalau dan memaksa turun Pesawat milik Maskapai Sriwijaya Air di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kamis, (5/4/2018).

Pesawat Sriwijaya Air tujuan Surabaya-Makassar (SBY-UPG) dipaksa turun udara dengan diapit Sukhoi setelah adanya laporan dari Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) terkait keberadaan pesawat yang diduga melakukan penerbangan ilegal dan disinyalir dibajak pihak tak bertanggung jawab.

Usai mendapat laporan, para personel TNI AU langsung melancarkan aksinya.

Dengan mengerahkan pesawat tempur Sukhoi 27/30 MK yang bermarkas di Skadron Udara 11, Pesawat ini pun melakukan pengintaian dan penyergapan hingga dilakukan force down atau penurunan paksa.

Setelah mendarat, ratusan personel  gabungan dari Paskhas TNI AU dan unsur terkait lainnya dengan dilengkapi senjata lengkap langsung mengawal pesawat itu.

Saat pintu pesawat dibuka, personil Paskhas naik ke atas pesawat dan meringkus empat teroris.

Kejadian tersebut merupakan bagian simulasi latihan Sriti Gesit yang digelar Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin.

Kadisops Lanud Sultan Hasanuddin, Kolonel Pnb David Y Tamboto menjelaskan Skenario simulasi ini dimana terjadi pembajakan terhadap pesawat sipil.

Sehingga TNI AU langsung bekerjasama dengan instansi lainnya dari bandara seperti Air Nav untuk menanggulangi suatu kejadian yang tentunya akan memberikan suatu dampak buruk terhadap Negara Indonesia.

Dia menjelaskan dalam latihan itu pihaknya melibatkan pesawat Sukhoi 27/30 Skadron Udara 11 dan juga dibantu dari Bandara, Angkasa Pura I maupun Airnav,  Satuan Paskhas 466, Denhanud 472 serta pihak lainnya.

Ia bersyukur karena simulasi tersebut berjalan lancar padahal pihak Sriwijaya tidak menyampaikan ke penumpang terkait adanya latihan ini. Agar mereka bisa ikut berperan langsung.

Dalam simulasi itu, masyarakat sipil bisa melihat langsung bagaimana kesiapan dari Angkatan Udara dalam hal ini pesawat sukhoi  yang melakukan berbagai cara untuk membantu menanggulangi pembajakan tersebut.

Tak hanya di udara, juga diperlihatkan bagaimana antisipasi pasukan di darat yang siap dan terlatih untuk melaksanakan penyelesaian dalam kegiatan tersebut.

Dia menambahkan dalam kegiatan yang telah berlangsung empat hari ini jumlah personel yang dilibatkan dalam latihan Sriti Gesit ini ada sekitar 600 an dari berbagai pihak terkait. (marosfm news department)

Keterangan Gambar : Salah satu bagian simulasi dalam Latihan Sriti Gesit 2018, saat Pasukan TNI AU mengamankan tersangka teroris yang membajak pesawat yang mengangkut warga sipil.

Wednesday, 4 April 2018

TNI AU LANUD SULTAN HASANUDDIN UJI KESIAPAN PASUKAN DALAM LATIHAN SRITI GESIT 2018

TNI Angkatan Udara menggelar Latihan Sriti Gesit 2018 yang melibatkan 9 pesawat tempur Sukhoi, Boeing, Helikopter, senjata Oerlikon Skyshild Paskhas di Posko Mako Lanud Sultan Hasanuddin Maros.

Latihan tersebut digelar mulai Rabu, (4/4/2018) hingga tanggal 5 April 2018.

Kegiatan ini dipimpin langsung komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Boo Budiarto dan Direktur Latihan Komandan Wing Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin Kolonel Pnb Irwan Pramuda.

Marsma TNI Bowo Budiarto mengatakan, ini merupakan tahapan lanjutan dari latihan yang sudah dilaksanakan sebelumnya sebagai upaya mewujudkan kesiapan operasional dalam mengaplikasikan piranti lunak satuan dan menyempurnakannya agar terjalin jalur koordinasi yang efektif dan optimal.

Ia menambahkan latihan tersebut juga melibatkan pesawat Boeing 737 Intai Strategis, CN-235 MPA, Helly-SA 332, Senjata Orlikon Denhnud 472 Paskhas.

Latihan tersebut berupa simulasi yang memperagakan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) memaksa turun pesawat yang tanpa izin melintas di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dua unit pesawat Jet Tempur Sukhoi 30 MK milik TNI Angkatan Udara langsung memburu pesawat yang mencurigakan tersebut dan dipaksa mendarat di Lanud Hasuddin.

Pasukan TNI AU bersiap di pangkalan dengan menenteng senjata untuk mengantisipasi adanya serangan. (marosfm news department)

Keterangan Gambar : Simulasi pasukan TNI AU Lanud Sultan Hasanuddin dalam Latihan Sriti Gesit 2018.

Monday, 7 August 2017

2 SUKHOI MILIK TNI AU TIBA DI LANUD SULTAN HASANUDDIN USAI PERAWATAN DI RUSIA

Dua unit pesawat tempur Sukhoi jenis SU-27 telah kembali ke Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin Kabupaten Maros, usai perawatan berat di negara asalnya Rusia, Jumat, 3 Agustus lalu.

Kepala Penerangan (Kapen) Lanud Sultan Hasanuddin, Mayor Agus Salim senin (6/8/2017) mengatakan, kedatangan kembali dua unit pesawat tempur tipe SU-27 ini disaksikan langsung pejabat teras Lanud Sultan Hasanuddin, diantaranya Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsma TNI, Bowo Budiarto didampingi Komandan Wing Udara 5 Kolonel Pnb Dedy Ilham S. Salam, para Kepala Dinas dan Komandan Satuan.

Ia menjelaskan hal itu terkait dengan misi perawatan berat pesawat tempur Sukhoi yang ber home base di Skadron Udara 11 Wing Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin.

Komandan Skadron Tekhnik (Skatek) 044 Letkol Tek. Wahyu Adji Susanto mengatakan, setelah tiba di Lanud Sultan Hasanuddin dirinya langsung mengerahkan pasukannya di Skatek 044 untuk melakukan perakitan.

Wahyu juga mengatakan, perakitan dua unit pesawat tempur SU-27 memakan waktu selama satu bulan karena harus lebih teliti betul sebelum dilakukan percobaan terbang. (maros fm news department)

 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.