(Aksi SIKAT SENI (Aliansi Masyarakat Seni) tahun 2013 di depan Gedung Kesenian Lama, dalam demonstrasi menuntut Gedung Kesenian Maros -Dokumentasi LSB Lontara Maros-)
Polemik atas kejelasan keberadaan Gedung Kesenian di
Kabupaten Maros kini sudah semakin jelas bertempat di Eks Gedung Wanita Jalan Lanto Dg. Pasewang Lantai II, Sementara Lantai I digunakan sebagai Perpustakaan termasuk Perpustakaan Digital.
Bupati Maros Hatta Rahman beberapa
hari kemarin sudah menyebutkan bukan hanya Gedung Kesenian yang saat ini
dibangun Kabupaten Maros, tetapi juga berbagai Gedung Pertemuan, antara lain
Gedung Serbaguna di Jalan Asoka, Gedung PTB, serta Perpustakaan Digital di Eks
Gedung Wanita.
Sementara Lory Hendradjaya, Mantan Anggota DPRD Maros
yang juga sebagai salah seorang pelaku Kesenian di Maros mengapresiasi
perhatian Pemkab terhadap hal ini. Dirinya mengakui, pembangunan gedung
kesenian terwujud bukan dari hanya sekedar provokasi di "media social",
namun harus melalui pengawalan mekanisme Penganggaran di APBD dan itu
membutuhkan waktu serta proses yang saat ini sudah berjalan. (ady)


Post a Comment