Drama Kolosal yang akan dihadirkan Seniman-seniman Maros pada momen upacara 17 Agustus di Lapangan Pallantikang semakin dipersiapkan dengan Matang. Beberapa Tokoh Seniman seperti Husni Siame, Tunggal Hayaskoro, Qaimuddin (Bang Galau) dan Hendra Cipta, rabu malam berkunjung Ke Studio BSFM bersama Direktur BSFM, Lory Hendradjaya untuk mempersiapkan Audio yang akan digunakan dalam pementasan drama tersebut.
Seniman Maros Konseptor Drama Kolosal 17 Agustus dalam Suasana Meeting dilanjutkan Obrolan Santai di Teras Studio BSFM
Namun ada yang menarik saat para tokoh seniman ini berkumpul dan berbicara Napak tilas wajah Maros masa lampau hingga Masa Kini.
Arkeolog dan Seniman, Husni Siame, mengungkapkan diam-diam salut dengan wajah pembangunan Maros saat ini dari segi pembangunan Infrastruktur namun sepertinya masih ada yang perlu dibenahi terkait menguatkan wajah Maros dengan menampilkan unsur ciri khas budaya, seni dan sejarahnya.
Salah satu, menurut Husni adalah penataan kota berbasis penguatan Nilai Budaya seperti membangun Ornamen berciri Khas Maros di beberapa sudut kota dengan melibatkan unsur seniman. Seperti membangun Ornamen atau Relief disekitar Tugu Maros.
Sementara Lory Hendradjaya, menyatakan perlunya membangkitkan Badan Koordinasi Kesenian Indonesia (BKKI) Kabupaten Maros yang selama ini mati suri. Hal ini menurutnya, dirasakan penting selain sebagai wadah kesenian, namun dimaksudkan juga agar seluruh masukan dari unsur seniman dan budayawan yang tergabung didalamnya bisa melahirkan rekomendasi terkait "pemolesan" Wajah Maros di Masa Depan. (ady)
Wednesday, 12 August 2015
MAROS PERLU PENATAAN KOTA BERBASIS SENI BUDAYA
Posted by Maros FM on 11:21 pm in Lintas Maros News Seni Budaya | Comments : 0
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)


Post a Comment