NEWS

Thursday, 27 August 2015

PENDIDIK PAPUA SEDIH MEMBANDINGKAN ANTARA PENDIDIKAN DI PAPUA DAN MAROS

“Kami Ingin Terapkan Ini di Papua” Begitulah ujar Satriani Arsyad, guru SD Inpres 62 Gaya Baru, Manokwari Selatan,  Papua Barat, sambil berurai  air mata menceritakan hasil pengamatannya setelah mengunjungi kelas-kelas di  SDN 105 Alatengae, Maros.

“Saya melihat sendiri, anak-anak begitu antusias menjawab pertanyaan, mengacungkan tangan dan juga aktif belajar dalam kelompok. Mereka riang menjawab semua tugas. Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) telah dilaksanakan dengan baik  di tempat ini, dan kami merindukan seperti ini terjadi di Papua,” ujarnya terisak.

Namun dia juga menyadari besarnya  kendala yang dihadapi di Papua, mulai dari fasilitas yang kurang menunjang dan  kurangnya kualitas SDM. Dia berharap pemerintah daerah dan  USAID membantu memperbaiki keadaan tersebut.

Ibu yang lahir di Sulut ini merupakan  salah satu peserta rombongan pendidik Papua Barat dari Manokwari Selatan yang ikut kunjung belajar di dua SD di Maros yaitu SDN 105 Alatengae dan SDN 111 Polejiwa Maros, Sulsel, beberapa waktu lalu (25-26/8/2015).

Sebagaimana rilis yang kami terima dari Distric Coordinator USAID PRIORITAS Maros, Muhammad Azmi, Para pendidik dari Papua ini mempelajari  model pembelajaran di sekolah, manajemen sekolah, peran serta masyarakat dan bentuk dukungan pemerintah untuk pendidikan.

 Salah seorang peserta kunjung belajar Papua mengamati proses belajar mengajar di SDN 105 Alatengae Maros (25/8/2015) (foto : ist)

Dua orang peserta kunjung belajar menceritakan hasil-hasil pengamatan selama di sekolah dan diperhatikan dengan seksama oleh Kadisdik Maros, Ashar Paduppa (25/8/2015) (foto : ist)
 
Simson Arrongear, Kepala Dinas Pendidikan Manokwari Selatan, yang ikut dalam rombongan berharap study banding  pendidik Papua ke Maros Sul-Sel ini bisa menginspirasi dan melecutkan semangat perubahan ke para peserta.

“Banyak perubahan dalam program pendidikan harus dilakukan di Papua.  Hasil-hasil kunjungan ini juga bisa dijadikan bahan  menyusun rencana strategis pengembangan pendidikan di Manokwari Selatan,” ujarnya.

Dia juga mengakui bahwa kondisi di Papua sangat jauh dibandingkan dengan sekolah-sekolah di luar Papua. Namun tantangan  yang besar disana  tak seharusnya menurunkan semangat perubahan tersebut.

“Kita tidak boleh putus asa. Kita harus memperbaiki kondisi ini dari kita sendiri dulu, dengan memperteguh komitmen meningkatkan kualitas pendidikan disana,” tegasnya penuh harap.

Berbagi pengalaman program pendidikan, di hadapan para peserta study visit, Kepala Dinas Pendidikan Maros, Ashar Paduppa  menyatakan  bahwa dukungan pemerintah sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

“Untuk mendukung perubahan model pembelajaran dan manajemen sekolah berdasarkan pelatihan USAID PRIORITAS, pemerintah kabupaten Maros telah menganggarkan dana diseminasi melalui peraturan bupati (perbub). Dana tersebut untuk melatih kurang lebih 1800 pendidik di Maros,” ujarnya.

Rombongan kunjung belajar terdiri dari 22 orang  dari unsur kepala sekolah,  guru dan calon fasilitator daerah pelatihan pendidikan Manokwari Selatan. Kunjung belajar dimaksudkan  agar peserta bisa mempelajari dan mengadopsi praktik-praktik baik yang telah diamati. (bsfm news department)

Post a Comment

 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.