Hal itu didahului Apel Pagi yang dipimpin langsung Kapolres Maros, AKBP Lafri Prasetyono S.Ik sekaligus membuka Pelaksanaan Simulasi TPS dan SISPAMKOTA tersebut.
Kabag Ops Polres Maros, Kompol Ahmad Mariadi, SH. MH yang dihubungi BSFM hari ini (22/08/2015) menjelaskan, sebelum simulasi ini, pihaknya sudah melaksanakan pembekalan sejak 19 Agustus laul kepada pihak terkait di Aula Al-Markaz Maros. Kemudian dilanjutkan kegiatan yang disebut TFG (Tactical Game Floor) yang diadakan untuk pemetaan pergerakan melalui gambar-gambar yang disusun di lantai.
Untuk kegiatan 22 Agustus tadi pagi (22/08/2015), Ahmad Mariadi menjelaskan skenario simulasi sebagai berikut :
Sekitar pukul 08.10 WITA Para personil yang berjumlah sekitar 750 Orang yang terbagi dalam TIM Raimas, Dalmas Awal, Satlantas dibawah komando Kabag Ops Polres Maros memulai kegiatan dengan skenario terjadinya kerusuhan di TPS 01 Kel. Alliritengae Kec. Turikale Kab. Maros dimana massa dari salah satu paslon Pilkada 2015 merasa bahwa proses penghitungan suara terjadi kejanggalan.
Karena tidak puas dengan kinerja panitia pemungutan suara yang ada di tps, dikarenakan pengamanan yang dilakukan Linmas mengalami hambatan oleh massa yang anarkis, maka dari pengamanan TPS menghubungi Polsek Turikale untuk mendapatkan bantuan pengamanan, dengan sigap Kapolsek Turikale dan anggotanya menuju ke TPS 01 untuk membantu meredam amukan massa, akhirnya massa berhasil diredam dan proses penghitungan suara berlangsung aman dan tertib kembali.
Simulasi berikutnya yakni SISPAMKOTA (Sistem Pengamanan Kota) yang mengambil skenario Demo Anarkis yang terjadi di Kantor KPUD Maros, SPBU, Bank BRI, Bank Mandiri dan Pusat pertokoan, pada awalnya terdapat massa yang berjumlah sekitar 300 orang yang bergerak dari arah selatan (Maccopa) menuju kantor KPUD Maros untuk melakukan demonstrasi.
TIM Negosiator dari Polwan Satlantas Polres Maros segera diturunkan untuk bernegosiasi dengan massa dikawal tim Dalmas dibagian belakang yang memegang tali untuk menghalau massa yang akan mencoba masuk ke kantor KPUD Maros, Massa yang semakin anarkis membuat tim negosiator harus mundur dan digantikan TIM Raimas yang bersenjatakan gas air mata mencoba mengurai massa namun massa bertamnbah kuat dengan datangnya massa tambahan dari arah pangkep.
Kabag Ops langsung bertindak menutup perbatasan untuk menghalau tambahan massa dari daerah lain. Massa yang bertindak semakin anarkis dan melawan petugas terpaksa membuat Kabag Ops Polres Maros Kompol Ahmad Mariadi mengambil tindakan pencegahan dengan menutup semua jalur akses dan mencoba menurunkan tim raimas yang bersenjatakan gas air mata untuk mengurainya.
Massa yang beringas melempari petugas dan tidak terkontrol, karena amukan massa yang tidak terkontrol yang mencoba merusak berbagai Fasilitas Umum dan melukai Penjagaan di Pamobvit Bank Mandiri,TIM Raimas pun turun dengan bersenjatakan senjata api bermaksud melumpuhkan massa yang anarkis diturunkan dibantu Mobil Pemadam Kebakaran dari Pemkab Maros, TIM Resmob Polres Maros turun menangkap Provokator Massa dan dibawa Ke Polres Maros.
Simulasi ini selesai pukul 10.30 WITA dengan aman dan terkendali. (bsfm news department)
Dokumentasi kegiatan Simulasi Pengamanan TPS dan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) Polres Maros
(foto : polresmaros.web.id)















Post a Comment