NEWS

Friday, 14 August 2015

SENIMAN DAN SISWA SMA MAROS AKAN PENTASKAN KISAH HEROIK DG. MAGGADING DALAM UPACARA 17-AN

Kisah Heroik Pemuda Maros, Fathul Muin Daeng Maggading diangkat dalam Theater musikal yang akan dipentaskan di Lapangan Pallantikang tepat detik-detik Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70 Tahun. 

Drama Teatrikal ini diinisiasi TNI AD dari Kodim 1422 Maros berdasarkan perintah dari Panglima TNI AD untuk melaksanakan pagelaran drama kolosal pada saat peringatan detik-detik proklamasi.







Suasana Geladi persiapan drama kolosal dalam upacara HUT Kemerdekaan RI ke-70 di Lapangan Pallantikang

Berbagai persiapan dilakukan demi menyukseskan pementasan ini termasuk melakukan geladi yang dimulai pada Kamis Sore (13/08/2015) dengan diikuti beberapa seniman Maros dan sekitar 100 siswa siswi SMA se-kabupaten Maros.

Husni Siame selaku sutradara dibantu beberapa seniman lainnya seperti Tunggal Hayaskoro, Hendra Cipta dan Lory Hendradjaya mengakui persiapan yang dilakukan tergolong masih kurang dari segi waktu latihan. Namun Pihaknya optimis melihat kondisi para pemain yang disiplin sehingga akan berusaha maksimal dalam melakukan berbagai persiapan dengan berharap hasil yang maksimal pula.

Sementara Lory Hendradjaya mengungkapkan, sebenarnya seniman-seniman di Maros sudah lama berhasrat menampilkan Teater dalam Upacara 17-an, namun tidak pernah mendapat ijin karena dianggap upacara tersebut sebagai sesuatu yang sangat disakralkan. Dalam hal ini, angin segar yang dihembuskan melalui perintah langsung Sang Panglima untuk menghadirkan kreasi drama teatrikal/kolosal dengan mengangkat kisah pejuang lokal dalam upacara peringatan kemerdekaan RI ini harus diapresiasi dan dimaksimalkan agar bisa memberikan nilai tambah semangat nasionalisme/kecintaan kita kepada Negara Kesatuan RI tanpa melupakan sejarah lokal dari perjuangan orang-orang tua kita terdahulu.

Adapun Sinopsis dari Teater Musikal ini mengangkat Kisah Heroik Pemuda Maros yang berasal dari Turikale bernama Fathul Muin Daeng Maggading. Saat itu, Meskipun kemerdekaan telah dikumandangkan dengan resmi pada 17 agustus 1945, namun tentara Belanda belum sepenuhnya meninggalkan wilayah Indonesia. Tak terkecuali Sulawesi dan juga Maros. 

Ketidak-inginan penjajah meninggalkan Maros menyulut perlawanan dari Pemuda dan masyarakat Maros. Tampillah seorang pemuda Turikale bernama Fathul Muin Daeng Maggading seorang tokoh pemuda gerakan Muhammadiyah yang terus bergerak mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Dengan keberanian luar biasa Daeng Maggading memanjati tiang bendera di kantor kepolisian Belanda dan merobek Biru dari rangkaian warna Merah Putih Biru. Ia menyisakan warna Merah Putih sebagai warna bendera kebangsaan Indonesia. Keberanian itu berhasil dan di langit Maros Daeng Maggading mengibarkan bendera Merah Putih.

Teater musikal ini akan menghadirkan keseruan dan ketegangan tersendiri dengan didukung efek sound yang dikerjakan para seniman maros dibantu tim produksi di studio BSFM Maros. (bsfm news department)

Post a Comment

 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.