NEWS

Thursday, 31 March 2016

FINALIS DARA DAENG MAROS BELAJAR WAWASAN KEPARIWISATAAN, BUDAYA DAN PUBLIK SPEAKING

Malam Penganugerahan Dara & Daeng Maros 2016 yang semakin dekat menuntut berbagai kesiapan para finalis baik dari segi mental dan wawasan untuk memperlihatkan kemampuannya dalam memaparkan visi misinya serta menjawab pertanyaan dewan juri, sabtu tanggal 2 April 2016 mendatang.

Workshop Pembekalan Materi Finalis Dara Daeng Maros 2016 di Hotel Bantimurung Maros (30/3/2016) (dok. bsfm/ist) 

Untuk mematangkan hal itu,  32 finalis yang terdiri dari 16 pasang peserta dara dan daeng, telah diikutkan dalam workshop pembekalan materi mulai rabu (30/3/2016) sampai kamis (31/3/2016) di Hotel Bantimurung, Kawasan wisata Permandian Alam Bantimurung Maros.

Beberapa Materi diberikan dalam workshop tersebut antara lain Tentang Kepariwisataan dibawakan Kabag Program Disbudpar Maros, Yusriadi Arif SE, Materi Public Speaking dibawakan Jamil dari Turungka Prima Training, dan Budayawan H.A Fahry Makkasau yang akan membawakan Materi Kebudayaan.

Yusriadi Arif mengatakan materi yang diberikan lebih kepada konsep pemanfaatan pengelolaan berkelanjutan dan strategi pengembangan pariwisata Maros agar mereka lebih memahami bagaimana kerja-kerja yang harus dilakukan kedepannya untuk membantu pengembangan kepariwisataan.

Menurut Yusriadi, mereka tidak perlu diberikan materi terkait pengetahuan tentang Objek Pariwisata karena mereka bisa mendapatkannya meskipun bukan dalam kegiatan workshop ini, apalagi sudah banyak referensi di internet tentang objek pariwisata di Maros.

Dalam materinya, Yusriadi menjelaskan dunia kepariwisataan secara umum sebenarnya tidak boleh hanya dibebankan pada dinas terkait dalam hal ini Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar) karena pengembangan pariwisata khususnya Maros harus terbangun dan didukung multi sektor, artinya terkait dengan berbagai macam sektor mulai keamanan, akses hingga kesiapan masyarakat dan banyak lagi sektor lainnya.

Yusriadi mengungkapkan, fungsi Disbudpar yakni memfasilitasi dan menyinkronkan segala aspek yang bisa menunjang pariwisata, sebagai contoh Kawasan Air Terjun Lacolla di Kecamatan Cenrana. Kawasan ini diakui sudah mulai ramai diperbincangkan dan dikunjungi wisatawan, tetapi akses ketempat tersebut masih perlu diperbaiki, dan yang memiliki tanggung jawab perbaikan akses itu yakni Dinas P.U atau Pemerintah Desa. Sehingga hal inilah yang dimaksud pengembangan Pariwisata harus didukung multi sektor dari seluruh elemen pemerintah dan Masyarakat.

Para peserta sangat antusias menanggapi materi tersebut, sehingga pikiran mereka lebih terbuka untuk mencetuskan ide-ide kreatif yang bisa dilakukan dalam membantu pengembangan pariwisata karena mereka telah memahami esensi dunia Pariwisata secara umum.

Pemateri lainnya, Jamil yang membawakan Materi Publik Speaking mengajarkan peserta terkait teknik dasar Publik Speaking hingga "vocalizing" atau teknik mengatur vokal.

Dalam pertemuan itu, salah seorang peserta menanyakan bagaimana teknik menghilangkan demam panggung atau "nervous" yang juga mewakili banyak pertanyaan peserta lainnya.

Jamil menjelaskan, sikap demam panggung merupakan hal yang lumrah dan tidak perlu dihilangkan, tetapi langkah yang harus diambil peserta yakni mengontrolnya sehingga bisa tetap menguasai audience dan materi yang akan disampaikan.

Sebelumnya, para finalis Dara Daeng 2016, sabtu kemarin (26/3/2016) sudah menunjukkan bakat dan kelebihan mereka dalam berbagai pementasan yang dikemas dalam acara Malam Pentas Minat Bakat Dara Daeng 2016 dengan berbagai suguhan seni antara lain, tari traditional, modern dance, nyanyi, Drama teatrikal hingga demo karate. (bsfm news department)

Post a Comment

 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.