Pengelola Museum Daerah Kabupaten Maros bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Maros berdiskusi terkait bagaimana menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke Museum.
Diskusi tersebut digelar rabu (5/4/2018) di Museum Daerah Kabupaten Maros, Jl. A. Yani No. 1.
Dihadiri Kepala Seksi Cagar Budaya dan Museum Daerah, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maros, Burhan Jaya. S.Sos bersama tim administrator dan Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Maros, Muh Ramli bersama anggota, Lory Hendrajaya, Husni Siame, Yusriadi Arief dan Muhammad Nur, Museolog, Anggi Purnama Sari dan juga beberapa seniman dari BKKI Maros.
Muh. Ramli mengatakan pola pengelolaan Museum harus lebih kreatif agar menarik minat kunjungan karena selama ini banyak masyarakat menganggap museum sebagai hal kuno, kaku dan membosankan.
Padahal, menurut Ramli, Museum merupakan pusat edukasi bagi remaja dalam mengenal identitas budayanya karena saat ini banyak diantara mereka yang melupakan budaya sehingga dengan mudah terpapar pengaruh negatif dari budaya luar.
Ia mengaku salut atas langkah Pemerintah Maros yang telah menjadikan bangunan tua bekas kantor Camat Turikale ini sebagai Museum Daerah, namun saat ini yang mendesak yakni harus ada kajian budaya terkait museum seperti apa yang diinginkan masyarakat Maros dengan melibatkan masyarakat dan elemen pemuda agar lebih partisifatif dalam pelestarian budaya.
Sementara Kepala Pengelola Museum, Burhan Jaya mengatakan, pihaknya sudah merancang kegiatan "Museum Masuk Sekolah" untuk memperkenalkan dan mengajak siswa berkunjung ke Museum agar bisa lebih mengenal budayanya.
Dalam diskusi itu, Museolog, Anggi Purnama sari, yang juga hadir memberikan materinya, menjelaskan Pemikiran orang tentang museum saat ini yakni 7K yakni kuno, kusam, klenik, ketinggalan zaman, kuper, kritik, kasihan. Dan 7s yakni seram, suram, serius, statis, sekali, sia sia, sepi.
Sehingga pihak pengelola museum harus mencari solusi dalam merubah pemikiran masyarakat yang sudah tertanam dengan menyajikan Pameran Interaktif dan Partisipatori sehingga masyarakat bisa berinteraksi langsung dengan benda museum sekaligus mendapat pengetahuan yang lebih mendalam terhadap benda yang dipamerkan. (marosfm news department)
Keterangan Gambar : Pengelola Museum Foto bersama TACB Maros di Museum Daerah Kabupaten Maros.

Post a Comment