Komunitas IT (KomIT) Kabupaten Maros bersama Dinas Perpustakaan Daerah Dan Kearsipan Pemkab Maros menggelar Dialog Milenial "Membangun Desa Dengan Teknologi Informasi", di Perpustakaan Daerah Maros, Jalan Lanto Dg. Pasewang, kamis (20/12).
Hadir selaku narasumber yakni Ketua Asosiasi Pemerintah Desa (Apdesi) Maros, Abdul Azis, Praktisi IT dan Pendiri KomIT Maros, Andi Awaluddin S.Kom serta Staff IT Perpustakaan Daerah Maros, Burhanuddin S.Kom.
Dialog Milenial ini dihadiri berbagai komunitas, OKP, dan komisariat KomIT Maros dari berbagai kampus yang telah dibentuk sebelumnya.
Keterangan Gambar : Dialog Milenial digelar KomIT Maros di Perpustakaan Daerah Maros (dok. marosfm)
Ketua Pengurus Pusat (PP) KomIT Maros, Fatmawati mengatakan Dialog ini mengangkat tema terkait pembangunan desa dalam hubungannya dengan pemanfaatan teknologi informasi karena sudah perlu pihak pemerintah desa mengambil langkah ini dengan dukungan sumber daya manusia (SDM) serta komitmen dari para pemuda dan penggiat IT untuk berpartisipasi mengembangkan desa yang ada di Maros sehingga tidak ada lagi istilah keterbatasan dan sekat antara pemuda desa dan kota.
Sementara Narasumber, Awaluddin, mengatakan perkembangan infrastruktur desa dan teknologi saat ini harus dibarengi dengan kualitas SDM yang baik sehingga bisa memanfaatkan dengan baik dan ikut merasakan pula dampak dari perkembangan tersebut.
Ia menilai, berbagai potensi misalnya tempat wisata, budaya, kuliner dan lainnya di Maros ini masih lemah dari sisi branding dan marketplace atau media pemasaran yang bisa di akses secara digital sehingga perlu upaya bersama utamanya pemuda dan pemerintah untuk menciptakan brand atau merk yang baik dan berkesan sehingga bermuara pada kesejahteraan masyarakat.
Narasumber lainnya, Abdul Asis yang juga Kades Alatengae Kecamatan Bantimurung mengatakan, sejak 2008 merasakan perkembangan pesat teknologi informasi selama bergelut di pemerintahan desa sehingga pihak desa pun harus berbenah dalam membenahi sistem informasi teknologi yang ada.
Hal itu demi memaksimalkan pelayanan yang ada termasuk pertanggung jawaban program dan keuangan karena membangun desa harus sesuai perencanaan dan bukan hanya berpatokan karena adanya dana desa.
Adapun pihak Perpustakaan Daerah, Burhanuddin sangat antusias melihat pemuda yang semakin ramai berdiskusi di Perpustakaan karena juga menjadi bagian pergerakan Literasi di Kabupaten Maros sebagai bentuk revitalisasi perpustakaan dengan mengembalikan fungsi utama perpustakaan. (marosfm news department)


Post a Comment