Budidaya Kurma di Indonesia, khususnya di Kabupaten Maros masih terbilang sangat baru, Namun tidak menutup kemungkinan Maros nantinya akan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia sebagai penghasil kurma terbaik di Indonesia.
Hal itu mengemuka dalam diskusi "Bincang Budidaya Kurma Menuju 100.000 Pohon kurma di Maros dalam upaya mewujudkan sejuta pohon kurma di Sulsel".
Diskusi tersebut digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Maros bersama Komunitas Petani Kurma (KOTANIKUM) Maros di Aula Mini Perpustakaan Daerah Maros, Jl. Lanto dg. Pasewang. Kamis, (6/12/2018).
Keterangan Gambar : Kadis Perpustakaan, Muh. Alwi menyerahkan bibit kurma secara simbolis bagi peserta yang hadir. (dok. marosfm)
Ketua KOTANIKUM Maros, Arifuddin, mengaku bersyukur dan berterimakasih atas diadakannya Bincang terkait Budidaya Kurma.
Menurutnya, ini langkah awal yang baik untuk memperkenalkan Budidaya Kurma untuk Masyarakat, dan Berharap kedepannya Dinas Perpustakaan bisa memfasilitasi untuk mengadakan wordshop terkait Budidaya Kurma di Maros.
Pihaknya pun sangat optimis untuk mewujudkan 100.000 pohon kurma di Maros, tentunya dengan menjalin kerjasama yang intens terhadap petani, komunitas, lembaga pemerintah dan lapisan Masyarakat lainnya.
Arifuddin juga menjelaskan, Apabila dirawat dengan baik maka Insya Allah Kurma akan tumbuh lebih baik di banding dengan Negara asalnya Timur Tengah.
Hal itu disebabkan karena tanah di Indonesia lebih subur daripada Timur tengah, terbukti sudah ada beberapa Petani Kurma di indonesia sudah berhasil seperti di daerah Riau pasuruan, Aceh bahkan di Majalengka Jawa Barat, pohon kurma dengan umur 16 Bulan 2 Hari sudah mulai berbuah.
Salah satu Peserta, Ayyub mengaku sudah memulai Budidaya Kurma beberapa bulan terakhir, dengan mengadakan Pembibitan di dusun Bonto Panno Desa Toddopulia, Tanralili, dengan lokasi penanaman sudah tersedia juga di dusun Tokka Desa Bonto Marannu, Moncongloe seluas 100 Hektar.
Sementara Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Maros, Muh. Alwi mengatakan, Diskusi seperti ini kedepannya akan terus digiatkan sebagai tindak lanjut Program Revitalisasi Pengembangan Perpustakaan Umum Berbasis Inklusi Sosial.
Diakhir acara, Alwi juga menyerahkan secara simbolis Bibit kurma kepada perwakilan Petani Kurma yang hadir. (marosfm news department)


Post a Comment