NEWS
Showing posts with label Bencana. Show all posts
Showing posts with label Bencana. Show all posts

Tuesday, 31 March 2020

Pemkab Maros Salurkan Bantuan Logistik Bagi Warga yang Terdampak Virus Covid-19

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros memberikan bantuan logistik kepada warga yang terdampak covid-19. Bantuan ini diberikan khusus untuk warga yang daerahnya masuk dalam zona merah dan masih diisolasi.

Di kabupaten Maros, ada beberapa wilayah yang masuk dalam zona merah, yakni Dusun Sege-segeri, Desa Minasa Baji, Kecamatan Bantimurung, selanjutnya Dusun Baddo-baddo, Desa Baji Mangngai, Kecamatan Mandai, serta Dusun Tinggito, Desa Tenrigangkae, Kecamatan sekitar 100 meter dari rumah warga yang dinyatakan positif corona. Bantuan ini akan diberikan sampai kondisi membaik dan daerah tersebut keluar dari zona merah.
Keterangan Gambar : Pemkab Maros saat menerima bantuan logistik dari Management Grandmall Maros untuk di sebarkan di beberapa lokasi zona merah yang ada di Kabupaten Maros (dok.marosfm)
Bupati Maros Hatta Rahman mengatakan, sebagai upaya agar masyarakat yang berada di zona merah betul-betul untuk tinggal di rumah.

Katanya, bantuan tersebut tiap keluarga akan mendapatkan paket berupa beras 5 kg, telur satu rak dan mie instan satu karton.

Sementara pemkab Maros akan tetap fokus di zona merah karena pemerintah sudah lakukan pemetaan berdasarkan zona, ada zona merah, kuning dan abu-abu. Tiga dusun diantaranya masuk zona merah.

Adapun bantuan logistik ini diberikan kepada keluarga yang rumahnya berjarak sekitar 100 meter dari rumah warga yang dinyatakan positif corona. Bantuan ini akan diberikan sampai kondisi membaik dan daerah tersebut akan keluar dari zona merah.
(marosfm news department)

Wednesday, 8 January 2020

Tingkatkan Kesiapsiagaan, Kodim 1422 Maros Gelar Apel Pasukan Gabungan

Guna meningkatkan kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di Kabupaten Maros, Komando Distrik Militer (Kodim) 1422 Maros melakukan apel gelar pasukan gabungan, Rabu, 8 Januari di Lapangam Markas Kodim 1422 Maros, di Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros Jalan Dr Ratulangi, Rabu (8/1/2020).

Dalam pelaksanaan apel ini, Komandan Kodim 1422 (Dandim) Maros, Letkol Inf Farid Yudo Dwi Leksono bertindak sebagai inspektur upacara, semetara Komandan Apel Kapten czi Andi Mappawari Wadanramil 1422-01/Lau.
Keterangan Gambar : Dandim 1422 Maros Letkol Inf Farid Yudo Dwi Leksono saat memberi arahan kepada personil gabungan kesiapsiagaan (ist)
Di hadapan seluruh personil, Dandim 1422 Maros mengatakan, apel gabungan ini bertujuan untuk mengantisipasi ancaman bencana saat cuaca ekstrem. Ia berkumpul bersama-sama dengan seluruh stekholder di wilayah Maros dalam rangka kesiapan penanggulangan bencana jiwa ada bahaya di sekitar Kabupaten Maros.

Farid juga mengatakan sesuai dengan arahan Bupati, semua kekuatan personel dari pemkab, TNI dan Polri dapat dikerahkan ke seluruh daerah dengan tingkat kerawanan tertentu.

Katanya, Bapak Bupati sudah memberikan himbauan kepada seluruh peserta apel gabungan untuk terus mengingatkan personil, materil, termasuk komunikasi yang melekat,  ke depan deteksi dini dan pencegahan dini bisa diantisipasi kemudian melakukan langkah – langkah yang tepat.

Pada apel gelar pasukan kesiapsiagaan bencana ini diikuti oleh ratusan personil gabungan terdiri dari TNI / Polri, Basarnas,BPBD, Satpol PP, Pemadam kebakaran dan PMI Maros.
(marosfm news department)

Wednesday, 4 December 2019

Tingkatkan Kewaspadaan Bencana, BPBD Maros Pasang Alat Deteksi Dini Banjir Di Sungai Pakere.

Guna mengantisipasi tanda-tanda terjadinya bencana banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros memasang alat Pendeteksi Dini Banjir di Sungai Maros, Tepatnya di Jembatan Pakere, Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Simbang.
Keterangan Gambar : Alat pendeteksi dini banjir yang di pasang oleh BPBD Maros (Ist)
Saat ditemui awak media, Rabu (04/12/2019) Hariadi, Korlap Satgas BPBD Maros mengatakan, alat tersebut merupakan bantuan langsung dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Indonesia) untuk Kabupaten Maros, dimana di Sulawesi Selatan hanya ada dua kabupaten yang mendapatkan alat tersebut yaitu Maros dan Luwu Timur.

Kata Hariadi, Maros merupakan daerah yang hampir tiap tahun terkena banjir ketika musim penghujan datang begitu pula demgan Luwu Timur, maka dari itu alat ini dibutuhkan untuk meminimalisir korban dan kerugian, karena banjir dapat di deteksi secara dini.

Ia menjelaskan ada dua sensor yang dipasang pada alat pendeteksi bencana banjir tersebut yaitu pendeteksi ketinggian air sungai dan pendeteksi curah hujan. Alat ini akan mengirimkan informasi ke posko Desa Tangguh Bencana (Destana), yang ada di Kantor Desa Bonto Tallasa tentang ketinggian air sungai dn jumlah curah hujan.

Di posko ini terdapat juga sirine yang akan berbunyi apabila ketinggian air sungai mencapai status waspada, siaga, dan tertinggi awas, dan bisa didengar oleh Masyarakat sejauh radius dua kilometer.

Sementara itu Sekertaris Desa Bonto Tallasa Mustahir mengatakan di desanya telah dibentuk Tim Destana yang akan berjaga secara bergantian selama 24 jam di posko dan melaporkan secara langsung kondisi air sungai ke Tim BPBD Maros. (marosfm news department).

Saturday, 2 March 2019

Luapan Sungai Di Tompobulu Maros Bikin Was-Was, BPBD Imbau Warga Tetap Tenang

Beberapa video amatir terkait kondisi luapan air sungai di Kecamatan Tompobulu Maros yang beredar di medsos, membuat was-was sebagian warga Maros, utamanya di wilayah perkotaan.

Beberapa warga bahkan sudah mulai mengungsikan barang-barangnya karena khawatir banjir akan kembali merendam kota Maros dan sekitarnya.

Keterangan Gambar : Personil BPBD Maros melakukan pemantauan air sungai di bawah Jembatan Sungai Maros. (dok. ist)

Terkait hal tersebut, Korlap Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Maros, Hasriadi, sabtu malam (2/3/2019) mengatakan, tim BPBD setiap 30 menit terus memantau ketinggian air dibawah jembatan Kota Maros.

Ia menjelaskan, air di sungai Maros sekitar pukul 21.35 wita malam ini (2/3) sudah turun 15 cm per 30 menit, dan Arus turun ke muara juga sangat deras sehingga kecil kemungkinan ada indikasi siaga banjir.


Senada dengan itu, Plt. Kepala BPBD Maros, Frans Johan, telah menurunkan timnya untuk melakukan pemantauan wilayah yang terdampak luapan air sungai.

Ia mengatakan Timnya sudah turun untuk berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk memantau lupan air dan juga sekaligus melakukan pendataan dampak luapan air sungai.

Ia meminta warga agar tetap tenang dan waspada ketika mendapatkan kondisi seperti ini, karena tim kami juga terus melakukan pemantauan daerah yang rawan bencana. (marosfm news department)

Friday, 25 January 2019

Puskesmas Lau Maros Periksa Kesehatan Warga Pasca Banjir

Tim Kesehatan Puskesmas Lau, melakukan Pemeriksaan Kesehatan kepada masyarakat yang terdampak banjir, di beberapa Wilayah Kecamatan Lau Kabupaten Maros.

Hal itu untuk memastikan agar warga yang terdampak bencana bisa terjaga dan terpelihara kesehatannya.

Tim Kesehatan, pada jumat (25/1/2019) menyisir lokasi di lingkungan Balombong kelurahan Mattirodeceng, Kecamatan Lau di dampingi Camat Lau, M. Fadly bersama Lurah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.

Keterangan Gambar : Tim Puskesmas Lau Melakukan Pemeriksaan Kesehatan bagi warga terdampak banjir di Wilayah Kecamatan Lau. (dok. marosfm)

Kepala Puskesmas Lau, dr Sri Syamsinar Rachmah, S.Ked yang terjun langsung ke lokasi untuk memeriksa kesehatan warga ini mengatakan, pihaknya fokus ke daerah terdampak banjir karena warga sangat rawan terkena penyakit, seperti diare, gatal, batuk, flu, demam dan malaria.

Dari hasil pemeriksaan itu, beberapa warga dirujuk ke Puskesmas Lau untuk pengobatan lebih lanjut karena dikhawatirkan penyakit yang diderita akan semakin parah.

dr. Sri mengimbau kepada masyarakat agar harus lebih waspada dan menjaga terhadap kesehatannya, dengan tetap menjaga pola makan yang sehat, perbanyak makan sayuran, menjaga kebersiahan lingkungan sekitar.

Camat Lau, Fadly mengaku sangat mengapresiasi langkah tim medis ini, dan langsung menghimbau kepada Lurah dan Kepala Desa di Wilayah Kecamatan Lau agar segera melaporkan kondisi kesehatan warganya masing-masing.

Menurutnya, Hal itu perlu dilakukan agar tim medis bisa melakukan pemeriksaan kesehatan secara merata sesuai kondisi yang dialami masing-masing wilayah yang terdampak Banjir, selasa lalu (22/1/2019). 

Untuk Jadwal Sabtu (26/1/2019), Tim medis akan bergerak ke Lingkungan Garonggong Kelurahan Soreang Kecamatan Lau. (marosfm news department)

Balai Diklat Perindustrian Makassar Bantu Korban Banjir Maros

Kementrian Perindustrian melalui Balai Diklat Industri (BDI) Makassar melakukan penyaluran bantuan berupa kebutuhan pangan dan obat-obatan bagi korban bencana Sulsel, salah satunya di Kabupaten Maros.

Bantuan yang diangkut menggunakan Bus ini disalurkan melalui posko PMI, di Masjid Al-Markaz Maros, jumat (25/1/2019) disaksikan Kasubag Tata Usaha Balai Diklat Perindustrian Makassar, Muhlis bersama beberapa kepala seksi lainnya.

Keterangan Gambar : Pihak BDI Makassar saat menyerahkan Bantuan bagi korban Banjir di Maros (dok. marosfm)

Muhlis mengatakan, pihaknya prihatin atas bencana yang terjadi sehingga ikut serta menyalurkan beberapa jenis kebutuhan yang dinilai penting untuk para korban bencana.

Ia berharap bantuan dapat tersalur dengan baik sehingga meringankan beban para korban.

Sementara pihak PMI Maros, Suryadi Ningrat mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan pihak kementrian perindustrian.

Ia menjelaskan, Posko PMI akan tetap berkoordinasi Posko Gedung Serbaguna yang menjadi Posko utama bencana agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran.

Adapun BDI Makssar untuk hari Jumat ini, menyalurkan 5 bus berisi bahan pokok di 5 titik yang tersebar di Makassar dan Gowa serta Maros. (marosfm news department)

3 Hari Pasca Banjir, PLN Maros Maksimalkan Normalisasi Aliran Listrik

Banjir besar yang melanda Kabupaten Maros, Sulsel, selasa lalu (22/1/2019) mengakibatkan kerusakan trafo yang mengakibatkan terhentinya pasokan listrik.

Selain trafo, banjir juga menyebabkan tiang listrik roboh dan kabel Jaringan Udara Tegangan Menengah (JUTM) terputus.

Keterangan Gambar : PLN Maros sedang melakukan recovery salah satu tiang listrik yang roboh depan Arhanud (dok. ist)

Manajer PLN ULP Maros, Daen Madika, jumat (25/1/2019) kepada maros fm mengatakan hingga saat ini sebagian besar listrik sudah normal setelah sebelumnya sempat terputus akibat bencana banjir yang melanda Kabupaten Maros.

Beberapa lokasi padam yang hingga jumat ini (25/1) masih sementara ditangani pihak PLN yakni fuse cut out (fco) Bontomanurung 5 trafo dan tiang patah, fco Bontomanai Laiya (1 trafo) dan tiang patah serta trafo Moncongbori padam akibat penutup minyak trafo kemasukan air.

Selain itu, untuk wilayah Manrimisi dan Lekoala, juga masih dimaksimalkan untuk normalisasi.

Daen Madika berharap, warga bisa bersabar atas musibah ini karena PLN terus bekerja untuk kepentingan terbaik bagi masyarakat dalam normalisasi aliran listrik yang ada. 

Adapun proses normalisasi listrik di Kabupaten Maros juga dipantau langsung GM PLN Unit Induk Wilayah Sulselrabar. (marosfm news department)

Bantu Korban Banjir, Posko Induk Pemkab Maros Terima Bantuan Air Nav MATSC

Berbagai pihak menunjukkan empatinya terhadap musibah banjir yang terjadi di Kabupaten Maros, selasa (22/1/2019). Salah satunya yakni Air Nav Kantor Cabang Makassar Air Traffic Service Centre (MATSC).

Pihak Air Nav ini menyalurkan bantuan berupa sembako dan air mineral untuk korban banjir di Maros, kamis (24/1/2019).

Keterangan Foto : Penyerahan bantuan secara simbolis dari GM Air Nav Cabang Makassar (kedua kiri) yang diterima langsung Bupati Maros (kedua kanan) (dok. ist)

Penyaluran bantuan dipimpin langsung General Manager Air Nav Cabang Makassar, Novy Pantaryanto didampingi beberapa staff Air Nav, dan diterima langsung Bupati Maros, H.M Hatta Rahman bersama Ketua DPRD Maros H.A.S Chaidir Syam serta Kepala Dinas Sosial Maros Ferdiansyah di posko induk Pemkab Maros, Gedung Serbaguna, Jalan Asoka.

General Manager  AirNav Cabang Makassar Novy Pantaryanto  mengatakan, bantuan yang disalurkan berupa makanan, selimut, susu formula, mi instan dan minyak goreng memang difokuskan di Maros karena keberadaan bandara di Kabupaten Maros dapat dirasakan warga yang membutuhkan bantuan. 

Novy berharap, bantuan yang diberikan ini bisa tersalurkan dengan baik sehingga meringankan beban korban banjir melalui koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Maros. 

Diketahui, Banjir yang melanda beberapa wilayah di Sulawesi Selatan termasuk Kabupaten Maros merupakan banjir terbesar dalam beberapa puluh tahun ini dengan korban terdampak bencana di Maros mencapai lebih dari 20 ribu kepala keluarga (KK). (marosfm news department)

Thursday, 17 January 2019

BPBD Maros Evakuasi Pohon Tumbang Di Bontoa Dan Lau

Hujan disertai angin kencang yang terjadi di Kabupaten Maros, rabu (16/1) mengakibatkan 2 pohon tumbang di dua lokasi berbeda.

Komandan Regu Satuan Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros, Hasriadi, mengatakan lokasi pohon tumbang di kelurahan soreang kecamatan Lau rabu malam (16/1) sekitar pukul 21.00 wita menutupi poros jalan kelurahan.

Keterangan Gambar : BPBD Maros bersama warga dan Personil Polsek Lau saat evakuasi pohon tumbang yang menutupi bada jalan Kelurahan Soreang, Lau. (dok. bpbdmaros)

Sementara lokasi kedua,Pohon tumbang di depan SMAN 6 Bontoa Kec. Bontoa yang menimpa sebuah kedai kecil.

Ia menjelaskan, tim nya langsung bergerak ke lokasi kejadian setelah mendapat kabar dari warga untuk evakuasi menggunakan alat pemotong kayu.

Evakuasi berjalan lancar dengan bantuan warga dan personil Polsek Lau.

Hasriadi juga meminta agar warga segera melaporkan jika ada kejadian bencana di wilayahnya dengan menghubungi Posko BPBD Maros di Jalan Asoka, atau menghubungi contact person 0411-3875509 atau 082349578118. (marosfm news department)


Thursday, 27 December 2018

PMI Maros dan Kerlip Nilai Pendidikan Kebencanaan Perlu Masuk Kurikulum Sekolah

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Maros bersama Keluarga Peduli Pendidikan (Kerlip) Maros akan mendorong pendidikan kebencanaan diterapkan di sekolah-sekolah di Maros.

Hal itu ikut dibahas pada acara coffee morning sukarewan kemanusiaan yang digelar PMI Maros dalam memperingati Hari Sukarelawan Nasional yang berlangsung di Bagas Kopi Maros, Rabu (26/12/2018).

Keterangan Gambar : Ketua PMI Maros, Chaidir Syam bersama Ketua Kerlip Maros, Bagus Dibyo Sumantri dan pengurus Kerlip Maros. (dok. marosfm)

Pengurus Kerlip Maros, Ilham Halimsyah mengemukakan, Kerlip Maros menilai, pendidikan kebencanaan menjadi penting mengingat Indonesia termasuk wilayah yang rawan bencana alam. Sehingga Pendidikan kebencanaan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang mitigasi bencana.

Sedangkan Ketua Kerlip Maros, Bagus Dibyo Sumantri menceritakan, tahun lalu, Kerlip Maros sudah menjalankan program Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang disebut Satuan Pendidikan Aman Bencana di beberapa sekolah, diantaranya pada SMK Kehutanan Widya Nusantara Maros. 

Ia menjelaskan, sebagai muatan lokal di sekolah tersebut, pendidikan kebencanaan ini membuat para siswa sadar bencana dan bisa mempersiapkan diri sebelum, ketika, dan sesudah bencana melalui kegiatan simulasi. Sekolah itu juga berpartisipasi dalam program Hari Kesiapsiagaan Bencana.

Sementara itu, Ketua PMI Maros, H.A.S Chaidir Syam mengatakan, pendidikan kebencanaan memang perlu untuk diterapkan di sekolah-sekolah di Maros. Pihaknya akan menyampaikan wacana ini kepada pihak Dinas Pendidikan Maros dan pihak terkait lainnya.

Menurutnya, Koordinasi antar pihak sangat perlu dilakukan sebagai bentuk upaya mengantisipasi dan siaga bencana sejak dini. Pendidikan kebencanaan di sekolah, juga bisa dilakukan melalui kegiatan ekstra kurikuler, diantaranya PMR dan Pramuka. Juga melalui organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan. (marosfm news department)

Monday, 24 December 2018

Antisipasi Angin Kencang, Tim Terpadu Siaga Bencana Maros Pangkas Dahan Di Poros Maros-Makassar

Mengantisipasi pohon tumbang di sepanjang jalan poros Makassar - Maros, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros dan Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan  dan Pertamanan Kabupaten Maros memangkas dahan pohon yang berpotensi patah dan menimpa pengendara atau menghambat jalur poros pada musim hujan.

Dahan tersebut dikhawatirkan patah saat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi mulai awal desember ini.

Keterangan Gambar : Suasana pemangkasan dahan pohon yang berpotensi patah saat hujan dan angin kencang di sekitar Poros Maros Makassar, Depan Kantor Camat Mandai). (dok. marosfm)

Komandan regu Tim BPBD Maros, Asriadi, senin (24/13/2018) mengatakan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Maros, bersama Satlantas Polres Maros, serta warga setempat telah melakukan pemangkasan pohon jenis trambesi di sepanjang jalan poros Makassar - Maros, untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lagi pohon tumbang saat angin kencang, dikarenakan jalur ini merupakan jalan penghubung kota makassar menuju kota maros

Ia menjelaskan, saat ini ada tiga pohon yang tumbang dalam sehari, sehingga dibentuklah Tim Terpadu Siaga Bencana yang meliputi pihak BPBD, BLH, Kepolisian dan Dinas perhubungan Maros menyisir sepanjang jalan poros yang berpotensi menyebkan pohon itu tumbang.

Dari 11 Regu yang terbentuk, Tim Terpadu juga menyiapkan posko induk penanggulan darurat bencana di samping kantor BPBD Maros Jalan Asoka dengan berkoordinasi pihak Kepolisian dan TNI-AD.

Dalam giat tersebut, kepadatan kendaran pun tak terhindarkan. Namun personil Polres Maros dan Dinas Perhubungan Kabupaten Maros bertugas dengan sigap membantu melancarkan arus lalulintas serta mengarahkan pengendara lain untuk melewati jalur alternatif. (marosfm news department)

Wednesday, 5 December 2018

Innalillah, Petani Di Mandai Maros Tewas Tersambar Petir

Seorang petani di Maros tewas akibat tersambar petir di sawahnya, rabu sore sekitar pukul 15.20 Wita.

Kejadian nahas itu menimpa Muh. Subhan alias Dg. Itung (40), warga Dusun Bontoramba, Desa Bonto Matene Kecamatan Mandai, saat bersama anak dan istrinya serta seorang kerabatnya, beristirahat di gubuk sawahnya ketika hujan lebat mengguyur disertai petir.

Saksi mata, Ambo Upe (47) yang juga seorang petani dan ikut berteduh di gubuk sawah tempat kejadian tersebut mengatakan, awalnya mereka bersama-sama mencabut benih padi setelah membajak sawahnya mempergunakan traktor.

Ketika hujan mulai deras, mereka pun belarian ke pematang yang terdapat gubuk sawah yang biasa ditempatinya berteduh. 

Saat itu Ambo Upe bersama korban dan istri serta anak korban Nurlinda (36) dan Rifky (13) mereka berempat berteduh di gubuk sawah tersebut.

Tak lama kemudian, petir menyambar gubuk persawahan yang mereka tempati sehingga mereka berempat terlempar secara bersama-sama. 

Ambo Upe dan Nurlinda serta Rifky cepat bangkit dan memperhatikan yang lain namun ternyata korban masih tergeletak dan tidak sadarkan diri.

Keterangan Gambar : Jenazah korban tersambar petir di Maros digotong warga menuju kediamannya. (dok. marosfm)

Istri korban pun panik dan berlarian mencari pertolongan warga dan berteriak ditengah persawahan hingga ke perkampungan sampai akhirnya ikut tidak sadarkan diri. Warga sekitar perkampungan yang mendengar teriakan itu pun mulai berlarian ke tengah persawahan memberikan pertolongan. 

Sayangnya, pada saat warga tiba di lokasi kejadian, korban ditemukan sudah tidak bernyawa lagi. Kemudian warga menebang bambu dan menggunakan sarung memboyong jenazah korban ke rumah duka yang berjarak sekitar 4 Km.

Sementara, warga lain yang juga kerabat korban, Hamzan menyampaikan ke Maros fm, kondisi istri korban pasca kejadian itu masih lemas dan sementara ditenangkan pihak keluarga.

Pihak kepolisian baru tiba dilokasi kejadian sekitar pukul 16.00 Wita (5/12) setelah mendapat laporan kejadian dari masyarakat. (marosfm news department)

Tuesday, 30 October 2018

Pemulihan Sektor Pendidikan, KerLip Dan Kemenag Juga Bangun Kelas Darurat Untuk Mahasiswa IAIN Palu

Memasuki masa pemulihan pasca gempa di Sulawesi Tengah, berbagai sektor mulai bergerak untuk kembali membangun dan beraktifitas kembali.

Meski  fasilitas yang ada masih terhitung minim karena kerusakan yang begitu parah akibat gempa, tsunami dan likuifaksi namun berangsur-angsur aktifitas masyarakat berjalan membaik.

Keterangan Gambar : Tenaga Ahli Menteri LHK RI dan rombongan saat berkunjung ke IAIN Palu. (dok. ist)

Salah satunya terlihat di IAIN Palu yang menjadi salah satu tempat dibangunnya kelas darurat untuk tempat sementara pembelajaran mahasiswa IAIN nantinya. 

Keluarga Peduli Pendidikan (KerLiP) bekerjasama dengan Kementerian Agama RI untuk pendirian kelas darurat tersebut.

Atas progres yang semakin membaik tersebut, Pramu Risanto, Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI bersama Kepala Balai Taman Nasional Lore Lindu, Jusman dan perwakilan dari Nokia Indonesia, selasa (30/10) mengunjungi IAIN dan melihat langsung aktifitas pembangunan kelas darurat yang berbahan dasar bambu tersebut. 

Dalam kunjungannya ke IAIN, Pramu Risanto diterima langsung Wakil Rektor I, DR. Abidin dan Koordinator KerLiP untuk wilayah Indonesia Timur, Bagus Dibyo Sumantri.

 "Melihat kondisi di IAIN ini, diperlukan tenda untuk proses perkuliahan tetap bisa berjalan, meski dengan keterbatasan." ujar Ipam, panggilan akrab Pramu Risanto.

Wakil Rektor I Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu memberikan apresiasi atas kedatangan rombongan KLHK ke IAIN untuk memberikan support dan bantuan.

"Kami berterima kasih atas bantuan pompa air dan tenda dari Nokia yang di fasilitasi oleh Pak Ipam, ini akan bermanfaat buat kami" Ujar Abidin di lokasi pendirian kelas sementara di IAIN.

Perwakilan PT Nokia Solution Networks (NSN) Indonesia, Dian Agustina Pratiwi menyampaikan akan memberikan bantuan tenda pleton dan pompa air kepada pihak IAIN.

"Untuk membantu masa pemulihan paska bencana ini, kami memberikan bantuan berupa tenda dan pompa air di daerah terdampak di Sulteng, hanya beberapa titik saja termasuk di IAIN ini" kata Dian Agustina mewakili Nokia Indonesia.

Lebih lanjut Bagus Dibyo Sumantri, Koordinator KerLiP untuk wilayah Indonesia Timur menyambut baik berbagai pihak untuk turut membantu proses pemulihan paska bencana di Sulteng ini.

"Alhamdulillah, menjadi motivasi kami kehadiran Tenaga Ahli Menteri LHK melihat langsung proses membangun kelas sementara ini, kami apresiasi atas dukungannya" Pungkas Bagus. (marosfm news department)

Tuesday, 16 October 2018

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga di Tiga Desa di Tompo Bulu

Sebanyak 25 unit rumah warga di tiga desa di Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros porak-poranda, usai diterjang bencana angin puting beliung yang terjadi senin petang (15/10) kemarin.

Salah seorang pemilik rumah di Dusun Bonto Bunga, Syarif menjelaskan, sekitar pukul 5 sore, hujan dan angin kencang menerpa pemukiman hingga separuh atap seng dan balok rumah miliknya ikut terlepas, Selasa (16/10/2018).
Salahsatu rumah warga yang rubuh akibat terjangan puting beliung, (15/10/2018) (Dok. Ist)

Selain di desa Bonto Bunga angin puting beliung juga menerpa 2 desa lainnya di Tompo Bulu yaitu Bonto Marannu, Bonto Bunga dengan Moncongloe Bulu.

Sementara itu, Kapolsek Moncongloe Abd. Malik saat ditemui di lokasi menjelaskan, sejauh ini terdapat 25 unit rumah mengalami kerusakan di tiga desa tersebut, termasuk diantaranya rumah penduduk, mesjid dan kandang ayam milik warga rata dengan tanah.

Lebih lanjut Abd. Malik menyampaikan bahwa, pemerintah terkait juga telah melakukan pendataan terkait bencana angin puting beliung yang melanda pemukiman warga. Meski begitu, pemerintah kecamatan masih menunggu datangnya bantuan dari pemerintah kabupaten.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah,  akibat puluhan rumah warga yang porak-poranda usai diterjang angin bencana puting beliung. (marosfm news departemen)

Wednesday, 10 October 2018

Cerita Pengungsi Palu Di Maros, "Ingin Bertahan Disana Tapi Kami Kelaparan Pak"

Gelombang pengungsi yang keluar dari Kota Palu atau Kabupaten Donggala dan Sigi Sulawesi Tengah pasca bencana 28 September lalu terus bertambah tiap harinya.

Mereka meninggalkan kota tempat mereka mencari nafkah selama ini karena trauma atau ketakutan. Namun lebih banyak yang beralasan untuk mempertahankan hidup agar terhindar dari kelaparan.

Termasuk pengungsi yang kini tersebar di beberapa wilayah Kabupaten Maros.

Keterangan Gambar : Koordinator Paraga Peduli, Alimin Assaggaf bersama Pengungsi Palu di Maros, Irfan Hidayat. (dok. marosfm)

Saat tim Paraga Peduli, salah satu Posko di Maros yang menggalang bantuan untuk korban bencana mendatangi pengungsian mereka, para korban pun bercerita bagaimana mereka mempertahankan hidup setelah rumah mereka hancur dan harta benda mereka hilang. Sebagian lagi menceritakan bagaimana mereka kehilangan anggota keluarganya.

Salah seorang pengungsi, Irfan Hidayat yang kini berada di dusun Barambang Desa Bontomatene Kecamatan Mandai menuturkan, hingga 5 hari setelah bencana, ia bersama keluarganya tidak tersentuh bantuan logistik padahal telah didata 3 kali oleh pihak kelurahan.

Ia pun baru mendapat pembagian logistik, saat tim relawan yang turun langsung membagikan beberapa bahan pokok, itupun jumlahnya terbatas.

Hingga akhirnya, ia bersama istri dan 2 anaknya memutuskan untuk mengungsi keluar Palu sementara waktu.

"Kami ini meskipun mau bertahan di sana, tetap susah pak karena betul banyak yang kelaparan di posko pengungsian sana" Ujar Guru yang tinggal di Tawaili ini.

Tim Posko Paraga Peduli pun memberikan bantuan logistik dan beberapa kebutuhan perempuan dan anak termasuk mainan dan alat menggambar untuk mengembalikan keceriaan mereka.

Selain mendatangi rumah pengungsi di Barambang, selasa kemarin (9/10/2018), Posko Paraga Peduli yang dibantu Tim dari Maros FM, PMI, GERTAK dan Marannu Peduli ini juga mendatangi 5 titik rumah yang menampung pengungsi antara lain di Dusun Salomatti, Desa Toddolimae Kec. Tompobulu, Dusun Tambua dan Tangkuru di desa Bontomarannu Kecamatan Lau serta Di dusun Bonto Ramba, Kecamatan Mandai.

Tim Posko Paraga Peduli ini telah bergerak menyalurkan bantuan ke rumah yang ditempati pengungsi sejak 6 Oktober lalu.

Koordinator Posko Paraga Peduli, Alimin Assagaf mengatakan, gerakan yang dilakukan ini untuk membantu meringankan beban pengungsi yang sedang kesusahan.

"Ini adalah bentuk empati kami sebagai masyarakat Maros atas duka yang dialami saudara kita di Sulawesi Tengah. Dimana yang kami salurkan ini juga merupakan titipan dari para donatur yang memberi kami kepercayaan untuk penyaluran bantuan mereka." Ungkap owner Toko Ole-ole Panorama Food di Jalan Bambu Runcing Maros yang juga menjadi Posko Induk Paraga Peduli. (marosfm news department)

Pasca Bencana Di Palu dan Donggala, Tim SIGAP KerLiP Pastikan Anak Gembira di Sekolah Darurat

Pemenuhan hak anak atas pendidikan pasca gempa di Sulawesi Tengah terus menerus dimaksimalkan pemerintah dan berbagai pihak termasuk para relawan.

Terdapat 543 dari tingkatan Paud, SD, SMP. Untuk Pendidikan Menengah Atas tercatat ada 89 SMK, 74 SMA dan 3 MA.

Keterangan Gambar : Salah Satu sekolah darurat di Palu, Sulawesi Tengah yang dibangun pasca bencana (dok. ist)

Koordinator Keluarga Peduli Pendidikan (KerLip) Indonesia Timur, Bagus Dibyo, selasa (9/10/2018) mengatakan pihaknya telah membentuk relawan pendidikan yang diberi nama tim Satuan Istimewa Siaga Pendidikan (SIGAP) yang menyiapkan 4 kegiatan utama yakni menjadikan anak pelopor kebaikan dengan menggunkan modul yang disusun dengan tema "Kita Punya Mimpi".

Kemudian, Pengembangan kapasitas guru untuk membantu psikosial anak, Menyelenggarakan Pendidikan keluarga dan Menyelenggarakan bimbingan didikan intensif anak demi menyiapkan generasi yang mandiri, cerdas dan berkarakter.

Ia menjelaskan, TIM SIGAP KerLiP memerlukan dukungan multipihak untuk dapat menyelenggarakan pendidikan yang dikemas dalam kegiatan gembira di sekolah darurat.

KerLiP pun berkoordinasi dengan LPMP Sulteng dan menyiapkan sekolah darurat secara partisipatif dengan melibatkan anak dan keluarga penyintas.

Praktik-praktik baik dalam penanganan psikosial dibeberapa tempat pasca bencana pun dikemas dalam modul untuk sumber belajar fasilitator untuk digunakan tim SIGAP KerLiP.

Bagus menjelaskan Saat ini Tim Relawan SIGAP KerLiP bersama LPMP sulawesi Tengah mendirikan sekolah darurat di Palu dan Donggala.

"per tanggal 9 ini, baru 7 (tujuh) tenda sekolah darurat sudah berdiri, di Kota Palu dan Kabupaten Donggala" Tutur Bagus Dibyo Sumantri, Koordinator KerLiP Indonesia Timur.

Sekolah darurat ini nantinya digunakan untuk penanganan psikososial dan sifatnya sementara sampai sekolah benar-benar pulih kembali. (marosfm news department)

Catatan Ksatria Biru Maros Bantu Usap Air Mata Palu-Sigi-Donggala

Bencana Gempa, Likuifaksi dan Tsunami yang menimpa Sulawesi Tengah, Jumat 28/09/2018 sekitar pukul 18.04 Wita lalu masih menyisakan duka mendalam.

Seluruh pihak pun berjibaku membantu proses evakuasi hingga terciptanya suasana kondusif pasca bencana, termasuk Relawan Pemadam Kebakaran (Damkar) di Seluruh Indonesia.

Keterangan Gambar : Relawan dari Satgas Damkar Maros bersama Damkar Gabungan di Seluruh Indonesia dalam Proses Evakuasi Pasca Gempa di Balaroa, Sulteng. (dok. ist)

Relawan Damkar Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan tentu saja tidak ingin ketinggalan dalam aksi kemanusiaan membantu menguatkan Sulawesi Tengah.

M.J Roem, Kabid Damkar Maros menceritakan awal pihaknya mendapat informasi bencana tersebut, yakni melalui anggota piket jaga Mako Damkar Maros melalui media sosial, jumat (28/9) sekitar pukul 20.15 wita.

Roem pun mulai mencari berita di media dan berupaya menghubungi teman-teman yang ada di wilayah itu, namun tidak berhasil dan hanya bisa melihat melalui stasiun TV.

Keesokan harinya, sabtu (29/09/2018) Roem menerima informasi dari salah seorang staf kantor bahwa ada email berupa radiogram dari Kementerian Dalam Negeri yang isinya memerintahkan untuk seluruh Instansi yang membawahi Pemadam Kebakaran agar mengirim personil menuju lokasi bencana dan melakukan evakuasi korban bencana gempa dan tsunami yang ada di Palu dan sekitarnya.

Apalagi berdasar surat itulah dan rasa empati kemanusiaan sesama saudara bagian dari pulau Sulawesi, M.J Roem pun merasa tanggung jawab sebagai Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, harus mengambil bagian dari perintah tersebut dan meyakinkan diri “kami harus berangkat”

Keterangan Gambar : Personil Damkar Maros yang menjadi relawan di Sulteng. (dok. ist)

Pada hari itu juga Roem mengkomunikasikan hal ini melalui telpon dengan Pimpinan OPD namun belum mendapat tanggapan, hingga akhirnya menelpon Bagian Protokol untuk menyerahkan surat tersebut agar diperhadapkan kepada Bupati Maros yang ternyata masih berada di Yogyakarta.

Akan tetapi bagaimanapun hasrat petugas Damkar bergejolak untuk mengambil bagian dalam sebuah proses kebencanaan.

Kabid Damkar Maros ini pun mengumumkan kepada para anggota yang ingin ikut bersamanya, walaupun mungkin mereka sendiri masih ragu mengenai apa yang harus di lakukan disana dimana mereka akan masuk dalam suatu wilayah bencana dahsyat untuk pertama kalinya.

Sebuah Pertanyaan yang wajar muncul dari para anggota. Namun mereka menganggap pertanyaan itu bukan suatu penghalang untuk bersama-sama berjibaku membantu sebagai relawan tim tanggap cepat untuk para korban bencana di Sulawesi Tengah.

Malam itu, tepatnya jam 01.00 Wita di Hari Minggu 30/09/2018, 15 personil petugas Damkar Maros berkumpul di Mako Damkar dan langsung berkomunikasi dengan petugas di Pangkalan TNI AU Lanud Hasanuddin untuk berangkat menggunakan pesawat Hercules menuju Palu.

Kelima Belas "Ksatria Biru" yang ingin berangkat bahkan tidak ada yang tidur hingga pagi karena diisi rapat dalam menyusun rencana dan mempersiapkan barang serta kelengkapan yang ingin dibawa kesana.

Akhirnya diputuskan Tim ini harus terbagi 2, dimana 10 orang personil berangkat menggunakan Pesawat Hercules dan 5 Orang harus melalui jalur Darat menggunakan Armada F5 Pemadam Kebakaran untuk membawa logistik dan peralatan yang akan digunakan selama berada disana.

Setelah persiapan matang, pada pukul 06.00 Wita Kabid Damkar kembali melakukan koordinasi dengan bagian protokol, dan diminta untuk memperhadapkan surat tersebut kepada Bapak Wakil Bupati.

Wakil Bupati Maros, H.A Harmil Mattotorang pun menyetujui dan memberikan support kepada Tim Damkar Maros yang akan menjalankan misi kemanusiaan untuk berangkat ke Palu.

"Hati-hatiki pak kabid, lakukan yang terbaik, bantuki korban bencana disana kasihan, jaga kesehatanta dan anggotata selama disana, kembaliki dengan selamat”, pesan Wabup sambil mendisposisikan surat tersebut.

Minggu (30/9) pukul 08.00 Wita, 2 hari pasca Bencana, 5 Personil Damkar Maros pun berangkat, Perjalanan Darat ditempuh kurang lebih 32 jam, tiba di Palu sekitar pukul 12 Siang Senin 01/10/2018 karena dalam perjalanan harus berhenti di posko pemberhentian di kota Pasangkayu Mamuju Utara untuk beriringan memasuki Kabupaten Donggala, ini tidak terlepas dari informasi bahwa terjadi penjarahan dan penghadangan kendaraan yang membawa bantuan ke wilayah gempa.

Dalam perjalanan menuju Palu, Damkar Maros pun sempat dihadang di wilayah Donggala namun tidak berlangsung lama karena termediasi dengan baik dan menyampaikan bahwa rombongan adalah tim evakuasi yang akan bertugas di Palu, Sigi dan Donggala.

Wajah-wajah mereka yang muram karena juga terdampak bencana membuat tim Damkar merasa sedih apalagi melihat disepanjang jalan pesisir pantai Kabupaten Donggala hancur dengan puing puing bangunan rata dengan tanah.

Setibanya di Kota Palu, Tim pertama ini langsung menuju Bandara Mutiara Sis Al- Jufri untuk menjemput 10 orang personil Damkar Maros yang berangkat melalui jalur udara.

Selanjutnya mereka pun mencari lokasi untuk membangun tenda untuk beristirahat dan langsung melapor ke pusat kendali operasi Pemerintah Kota Palu yang dipimpin langsung Walikota Palu bersamaan dengan Damkar kota lainnya yang telah berada di Palu, sehingga keberadaan Tim dari Maros sebagai relawan untuk gempa dan tsunami Palu dan sekitarnya resmi diketahui Pemerintah setempat.

Malam Hari, Damkar Maros melakukan rapat bersama beberapa perwakilan Damkar dari seluruh Kabupaten Kota yang telah hadir, dan melakukan pemetaan wilayah bencana berdasarkan keterangan dan data dari Perwakilan Pemerintah Kota Palu.

Hari Selasa dini hari tanggal 02/10/2018 tepat pukul 01.05 wita,  Tim merasakan Gempa yang kembali mengguncang Palu dan sekitarnya berkekuatan 5,1 SR begitupun subuh hari pukul 05.00 wita diguncang lagi gempa susulan berkekuatan 4,3 SR.

Saat itu, mereka merasakan ketakutan bersama warga dan hanya bisa berteriak takbir “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar” begitu tanah bergetar, bergerumuh di bawah matras tempat tidur kami, warga yang terbangun dan berdiri sambil menengadahkan tangan keatas berdoa kepada Allah SWT agar diberi perlindungan.

Terlihat ketakutan yang sangat besar diwajah mereka, Para relawan pun hanya bisa saling bertatapan dan berkata dalam hati kecil “Oh beginikah rasanya diguncang yang namanya gempa?  bagaimana dengan gempa jumat sore itu, pasti lebih dari ketakutan malam ini, Bumi yang kami pijak seakan-akan seperti diaduk dari bawah."

Pada pagi hari, Damkar Maros pun bersiap dan melaksanakan apel pagi. Pada operasi pertama, Tim ini di tugaskan mengevakuasi korban di wilayah Perumnas Balaroa.

Mereka berjibaku dengan tim relawan seluruh Indonesia baik instansi pemerintah maupun organisasi kemanusiaan yang ada disana.

Mereka melihat perumnas Balaroa seperti ada yang mengguncang secara dahsyat rumah-rumah tersebut, sehingga rumah penduduk dan jalan yang ada disana tergulung-gulung, rumah bertumpuk tiga sampai empat bagaikan karpet ataupun permadani yang di gulung.

Dalam proses evakuasi itu, tim relawan Damkar Maros dibagi menjadi 3 tim, ada tim yang bertugas menyisir tempat tersebut, tim evakuasi jika ada yang menemukan mayat yang terjepit serta tertimbun oleh bangunan di lokasi tersebut menggunakan peralatan yang kami miliki.

Pada hari pertama operasi evakuasi, Damkar Maros menemukan 26 mayat yang ada dilokasi itu, pada pukul 18.00 wita ketika adzan berkumandang di Seantero Kota Palu, mereka pun kembali ke Posko masing-masing.


Sesampainya di posko merekapun saling bertatapan dan merenungi apa yang di alami hari pertama operasi itu, bahwa apa yang dievakuasi tadi itu merupakan mayat-mayat para korban bencana.
"Bagaimana jika itu kami dan keluarga kami, Astagfirullah.... Hal ini merupakan hal yang baru bagi kami satgas Damkar Maros." Ucap salah seorang relawan.

Di hari kedua operasi evakuasi di Perumnas Balaroa, Damkar Maros mendapatkan informasi bahwa teman-teman Damkar dari kota dan kabupaten termasuk pemadam dari ibukota DKI Jakarta telah sampai di Kota Palu. Dan pada malam harinya kami memutuskan bersama untuk bagaimana cara mempersatukan teman-teman relawan Damkar yang ada di Kota Palu.

Kabid Damkar Maros pun melakukan komunikasi langsung dengan koordinator tim dari DKI Jakarta, Makassar, Palu, Wajo, Balikpapan dan lain-lain. Dan menyampaikan kepada Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palu agar mengambil langkah untuk mempersatukan warna biru menjadi satu komando dalam Operasi Bencana Gempa Palu dan sekitarnya.

Di hari berikutnya, seluruh Satgas Damkar di bawah Komando Bapak Sunaryo dengan membawa nama Damkar Indonesia menuju perumnas Balaroa untuk melanjutkan proses evakuasi, begitupun di tempat-tempat lainnya seperti Rumah Sakit Anutapura, Hotel The Sya Regency, Pantai Talise, Petobo dan pinggiran kota Donggala.

"Alhamdulillah semua membuahkan hasil dengan pembagian regu yang jelas dengan komando yang jelas dengan sasaran yang jelas kami melakukan proses dan metode evakuasi sesuai Komando, kami berjibaku tanpa melihat asal kota kabupaten dari mana, yang kami tahu warna biru itu satu dengan spirit kemanusiaan yang menjadi lambang kebanggan kami sebagai Ksatria biru dalam misi kemanusiaan korban bencana gempa dan tsunami Palu dan sekitarnya." Cerita Kabid Damkar Maros kepada Maros FM.

Tidak satupun terlihat lelah dari satuan Satgas Damkar Indonesia, yang ada hanya keikhlasan dan kekuatan yang entah dari mana datangnya.

Dalam hati mereka menangis melihat mayat-mayat, camp pengungsian dan rumah-rumah warga yang hancur diluluh lantakkan gempa, likuifaksi dan Tsunami yang menerjang Kota Palu dan sekitarnya.

Kejadian pada Jum’at sore itu benar-benar menyisakan luka yang begitu mendalam pada warga Kota Palu dan Bangsa Indonesia pada umumnya. Karena Duka Warga Palu Duka kita Juga sebagai sesama Bangsa yang satu, Bangsa Indonesia.

Keterangan Gambar : Evakuasi Lokasi Bencana Sulteng (dok. ist)

Tim Damkar Maros bertugas sebagai Relawan Kemanusiaan di Kota Palu, Sigi dan Donggala selama 7 Hari.

Menurut Kabid Damkar Maros, Ini kisah yang sangat berarti bagi kami di mana dalam proses evakuasi kebencanaan di Indonesia, mungkin ini pertama kalinya pemadam kebakaran Indonesia itu bersatu dalam satu Komando lapangan.

Ia pun mengaku bangga dengan Damkar Indonesia yang mampu melaksankan akselerasi dan mampu memberikan warna tersendiri dalam proses evakuasi kebencanaan.

"Terima Kasih atas dukungan Bapak Bupati, Wakil Bupati dan Jajaran Strukturan Pemerintah Kabupaten Maros yang memberikan doa kepada kami selama melaksanakan Kegiatan Tanggap Darurat ini dilokasi gempa dan tsunami Palu dan sekitarnya." Ungkap M.J Roem.

Dukungan dari keluargapun terus mengalir membuat mereka mempunyai kekuatan untuk melakukan proses-proses evakusi korban gempa dan tsunami selama bertugas disana dalam tugas kemanusiaan sesama saudara dari pulau Sulawesi.

Selasa siang (09/10/2018) tim ini pun tiba kembali di Mako Damkar Maros di sambut rekan-rekan dan di berikan apresiasi setinggi-tinginya. Namun bukan kebanggan itu yang mereka inginkan akan tetapi keinginan yang murni untuk menolong sesama dan keinginan untuk memberikan yang terbaik, itulah yang menjadi motivasi mereka. 

Bravo Damkar Maros, Bravo Ksatria Biru Indonesia..(marosfm news department)

Tuesday, 9 October 2018

Relawan Ini Bagikan Sembako dan Periksa Kesehatan Warga Palu Hingga Larut Malam

10 Hari Pasca Bencana di Sulawesi Tengah, para relawan terus bergerak membantu warga yang terdampak musibah tersebut.

Salah satunya relawan dari Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan (Kerlip) yang tergabung dalam Satuan Istimewa Siaga Pendidikan (Sigap), terus bergerak memantau kondisi para korban di beberapa posko pengungsian hingga senin malam (8/10/2018).

Keterangan Gambar : Relawan Sigap Kerlip saat memeriksa kesehatan warga di salah satu posko pengungsian. (dok. ist)

Dahlan, salah seorang relawan Sigap Kerlip mengungkapkan, Tim nya hari ini (8/10/2018) mendatangi 4 titik yakni daerah Tombolotutu, Ketapang, BTN Lagarutu dan daerah dekat Talise.

"Ke empat titik tersebut, kita adakan pemeriksaan kesehatan dan pembagian sembako hingga larut malam ini" Ujarnya saat dihubungi Maros FM.

"Dari hasil penelusuran ke 4 titik tersebut, masih banyak yg belum tersentuh bantuan bahkan banyak komentar masyarakat yang merasa dipersulit jika pengambilan sembako itu harus memakai KTP atau KK" Tuturnya.

"Untuk bertahan hidup, mereka mendapatkan sembako dari kiriman sanak saudaranya, itupun sangat terbatas." Kata Dahlan.

Selain kekurangan bahan makanan, Dahlan juga mengatakan, posko yang ditempati rata-rata berjumlah 10 warga ini banyak mengeluh gatal dan butuh obat-obatan.

Warga Palu di posko tersebut pun mengapresiasi kinerja para relawan dan berharap, kondisi sulit ini cepat berlalu.

Selain membagikan bantuan logistik dan menyiapkan tenaga bantuan medis, relawan pendidikan ini juga telah berpartisipasi ikut membangun sekolah darurat bersama kemdikbud, TNI dan warga untuk kebutuhan pendidikan anak-anak pasca bencana. (marosfm news department)

Saturday, 29 September 2018

KerLiP Indonesia Timur Buka Rekrutmen Relawan Gempa Sulteng dan Sulbar

Gempa dengan kekuatan 7,7 MMI mengguncang daerah di Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah, 28 September 2018.

Terkait bencana tersebut, Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan (KerLiP) untuk wilayah Indonesia Timur mengajak banyak kalangan untuk menjadi relawan dengan membentuk tim Satuan Istimewa Siaga Pendidikan (SIGAP).

Keterangan Gambar : Koordinator KerLip Indonesia Timur, Bagus Dibyo Sumantri (dok. ist)

Fokus KerLiP, seperti disampaikan Koordinator KerLiP untuk Indonesia Timur, Bagus Dibyo Sumantri, jumat malam (28/9/2018) lebih kepada penanganan psikososial para penyintas usia anak atau anak yang berhasil selamat bertahan dalam bencana tersebut.

Bagus pun mengajak seluruh pihak untuk menjadi relawan korban gempa di wilayah Palu, Donggala dan Mamuju sehingga saudara-saudara kita yang ditimpa bencana bisa diringankan bebannya.

KerLiP berencana akan melatih terlebih dahulu calon relawan sebelum di berangkatkan ke Palu, Mamuju dan Donggala. Pelatihan yang diberikan seperti cara praktis memahami hak-hak anak, standar minimum pendidikan saat darurat dan lain-lain.

Bagi yang berminat bisa mengisi formulir kesediaannya di sekretariat KerLiP Maros, jalan Badaruddin dg Lira No. 6 Maros. Informasai selengkapnya silakan hubungi nomor wa : 081341194000. (marosfm news department)

Sunday, 18 March 2018

KORBAN KETIGA TRAGEDI SUNGAI BISLAB MAROS DITEMUKAN DALAM KONDISI MENINGGAL

Munira Sahruni (17) yang ikut terseret arus air sungai kawasan wisata alam Biseang Labboro (Bislab) Dusun Pattunuang Kecamatan Simbang Kabupaten Maros pada Sabtu sore (17/8/2018), akhirnya ditemukan.

Korban ditemukan sekitar jam 09.15 wita oleh tim gabungan SAR sekitar 5 kilometer dari lokasi kejadian, Ahad (18/3/2018).

Paur Humas Polres Maros, Aiptu Muh Arsyad membenarkan Korban a.n Munira sudah ditemukan dan langsung dibawa ke Puskesmas Bantimurung Maros.

Munira Sahruni atau Unni adalah pelajar kelas 2 SMAN Bantimurung Maros, ia merupakan salah satu dari tiga korban meninggal dunia akibat teseret arus air sungai Bislab Maros.

Sebelumnya, Sabtu sore kemarin, Munira bersama 12 temannya berkunjung ke Bislab Maros untuk rekreasi. Namun naas, saat asik mandi di sungai, tiba-tiba datang tumpahan air bah setinggi sekitar dua meter, menyebabkan para pelajar tersebut terseret arus air sungai.

Dua temannya, yakni Muh Ikhsan Yusuf dan Reski Ramadan lebih dulu ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Ke 13 pelajar tersebut bertetangga. Mereka berangkat rekreasi saat pulang sekolah sekitar jam 13.00 wita. (marosfm news department)

Keterangan Gambar : Proses Evakuasi jenazah Munira yang tenggelam di Sungai Bislab Maros.

 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.