NEWS
Showing posts with label New Normal. Show all posts
Showing posts with label New Normal. Show all posts

Friday, 23 April 2021

Larangan Mudik, Pemkab Maros Akan Lakukan Penyekatan Mudik di Beberapa Titik

Pemerintah Kabupaten Maros akan melakukan penyekatan di Perbatasan Maros. Hal itu disampaikan pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Muh Ferdiansyah saat dikonfirmasi awak media Jum'at, (23/4/2021).

Keterangan Gambar : Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Maros Muh. Ferdiansyah (dok.marosfm)

Menurut Ferdi, Ini Menyusul pemberlakuan pengetatan mobilitas Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) terkait larangan mudik dengan melakukan penyekatan mulai di perbatasan Maros Pangkep dan Kabupaten Maros hingga Kabupaten Bone.

Ferdi menjelaskan, Ini salah satu upaya penyebaran virus corona melalui Satgas Penanganan Covid-19.

Ia mengaku Ini sifatnya masih pengetatan mobilitas dan tengah melakukan koordinasi bersama Polres Maros ,Satpol PP dan Tim Gugus Covid-19 Kabupaten Maros untuk pembangunan posko. 

Lanjur menurut Ferdi, Untuk memenuhi syarat yang berlaku harus  mengantongi surat keterangan rapid test antigen, Swab PCR atau GeNose.

Sementara untuk peniadaan mudik lebaran baru akan dilakukan tanggal 6 Mei sampai 17 Mei mendatang. Jika terdapat hal yang ditemukan  ada yang melanggar, maka warga atau pengendara di minta putar balik kembali ke asalnya. (marosfm news department)

Wednesday, 21 April 2021

Mulai Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka, Chaidir Syam : Sekolah Harus Ada Rekomendasi dari Disdik

Pemerintah Kabupaten Maros mulai membuka pembelajaran tatap muka untuk lima sekolah.

Salah satu yang di kunjunginha ialah di SMPN 40 Satu atap Langkeang Kelurahan Mattirodeceng Kecamatan Lau Kabupten Maros, Senin (21/4/2021).

Bertepatan dengan hari Kartini, Bupati Maros HA Chaidir Syam membuka pembelajaran tatap muka tahap awal dilima sekolah di kabupaten Maros dari total 314 sekolah. 

Kepala dinas Pendidikan Maros, H Takdir menjelaskan, pembelajaran tatap muka ini dilaksanakan setelah melalui musyawarah dengan Satgas Covid-19, Forkopimda, dan instansi terkait. 

Sebelum pembukaan pembelajaran tatap muka, telah difokuskan sosialisasi di 25 sekolah yang jauh dari kota. Berdasarkan pertimbangan dari dinas kesehatan dan 25 persyaratan untuk dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka hanya 5 sekolah yang dinilai memenuhi.

Menurut Takdir, sekolah yang akan melaksanakan tatap muka mulai dari, SD 107 Langkeang, SMPN 40 Satap Langkeang, SDN 65 Malaka, TKN 10 Kuncup Mekar, dan TKS Pertiwi Camba.


Keterangan Gambar : Bupati Maros Chaidir Syam saat memberikan paket kesehatan untuk memulai pembelajaran tatap muka di SDN Negeri 40 Satap Langkeang Kecamatan  Lau (ist)

Kadisdik kembali menegaskan, meskipun hanya lima sekolah yang dibuka hari ini, secara bertahap jika ada sekolah yang telah menuhi 25 persyaratan pembelajaran tatap muka maka akan diberikan rekomendasi dari dinas pendidikan.

Bupati Maros Chaidir Syam dalam sambutannya menyampaikan bahwa sekolah yang dibuka hari ini, seluruh guru ataupun staffnya telah melakukan vaksinasi. Semoga ditahap ini tidak membuka klaster baru.

Ia berharap Semoga dari pengawasan beberapa pihak pelaksana, pembelajaran tatap muka tahap awal dapat berhasil. Jika berhasil pada tahap awal ini maka selanjutnya akan dibuka sekolah-sekolah yang lain. 

Meskipun begitu pemerintah kabupaten Maros tidak memaksakan sekolah untuk segera melakukan pembelajaran tatap muka, tetap harus melewati tahapan ketat untuk memenuhi 25 persyaratan.

Dipenghujung sambutannya Chaidir Syam kembali mengingatkan untuk setiap guru, staff dan pihak yang terkait untuk tetap menjalankan protokol kesehatan. Jika dalam pelaksanaannya terdapat pihak yang terinfeksi covid, pembelajaran tatap muka akan dihentikan.

Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, siswa diwajibkan pakai masker, mencuci tangan dengan sabun, serta diukur suhu tubuhnya. Bagi Siswa yang demam atau sakit tidak dipaksakan untuk hadir dalam pembelajaran tatap muka. (marosfm news department)

Saturday, 17 April 2021

Sekolah Tatap Muka di 25 Sekolah, Wabup Maros : Tetap Melalui Proses yang Ketat

Rencana pembelajaran sekolah tatap muka di Kabupaten Maros terus disiapkan, Dinas Pendidikan sudah mengkaji dan menyiapkan 25 sekolah dari empat kecamatan.

Ke-25 sekolah tersebut tersebar di 4 kecamatan, yakni Kecamatan Mallawa, Camba, Cenrana dan Tompobulu. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Maros Suhartina Bohari saat dikonfirmasi marosfm.com Sabtu, (17/4/2021).


Keterangan Gambar : Wakil Bupati Maros Suhartina Bohari (dok.marosfm)

Ia menyampaikan, pelaksanaan pembelajaran tatap muka untuk siswa-siswi di Maros sudah sangat dirindukan. Meski begitu tetap harus melalui proses yang ketat. Menurutnya, Jangan sampai pembejaran tatap muka ini membuat kluster baru. Termasuk Guru-gurunya telah menjalani vaksinasi serta jumlah siswa dibatasi yang hadir di sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Maros, Takdir menjelaskan, semua sekolah yang akan dikaji terletak di daerah pedalaman, yang jauh dari akses kota. Selain itu, menurutnya kasus Covid-19 sudah tidak ada lagi dalam kurun waktu 6 bulan terakhir.

Lanjut kata Takdir, semua sekolah yang akan diuji coba itu, lokasinya jauh yang ada di pedalaman. Selain dari itu sekolah terisolir dan jumlah siswanya sedikit. Di sana juga tidak pernah ditemukan kasus Covid-19 dalam waktu enam bulan.

Untuk sekolah yang akan melakukan pembelajaran tatap muka, harus memenuhi sejumlah prosedur yang ditetapkan tim gugus Covid-19 dan Ikatan Guru Indonesia (IDI). Dalam membuka sekolah, nantinya tim Gugus Covid-19, aparat hukum akan mengunjungi dan memantau sekolah secara langsung.

Langkah awal pelaksanaan sekolah tatap muka, akan dilakukan secara bertahap. Menurut Takdir, Ditargetkan dari 4 kecamatan dan tidak semua sekolah yang ada di kecamatan itu menggelar tatap muka, hanya sebagian saja. (*) (marosfm news department)

Sunday, 31 May 2020

Bandara Sultan Hasanuddin Siap Terapkan Prosedur Pelayanan Situasi New Normal

PT Angkasa Pura I (Persero) dalam hal tersebut Bandara Internasional Sultan Hasanuddin telah siap menerapkan prosedur pelayanan kepada penumpang dalam situasi New Normal.

Seiring dengan selesainya Pedoman Protokol Kesehatan The New Normal di 15 Bandara yang dikelola oleh perusahaan. Angkasa Pura I mendukung operasional penerbangan dalam situasi New Normal. 

Pedoman ini dapat sesegera mungkin disosialisasikan dan diterapkan begitu peraturan resmi mengenai situasi New Normal dikeluarkan oleh Pemerintah melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Secara khusus Pedoman Protokol Kesehatan The New Normal ini mengatur secara detail mengenai prosedur & persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan bagi calon penumpang yang ingin melakukan perjalanan domestik dan internasional. 

Keterangan Gambar : Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (Ist)
General Manager Bandara Sultan Hasanuddin mengatakan, Dalam pedoman ini juga diinformasikan mengenai berbagai upaya pencegahan, penyebaran dan penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 yang telah dilakukan oleh Angkasa Pura I termasuk juga pada penerapan Social/Physical Distancing, pengecekan dokumen kesehatan, dan pengecekan suhu tubuh tidak hanya bagi penumpang tetapi juga bagi mitra usaha dan seluruh personil yang bertugas di bandara.

Lanjut Wahyudi menjelaskan, Prosedur ini akan diterapkan pada saat Pemerintah resmi menerapkan situasi New Normal. Kami akan memastikan kebersihan pada fasilitas-fasilitas publik di Bandara yakni melakukan bersih - bersih dan desinfektan untuk memberikan rasa aman kepada penumpang.

Fasilitas publik tersebut antara lain Counter Check In, Trolly, Self Check In Machine, SCP (Tray & X Ray), Toilet, Boarding Pass Scanner, Hand Rail, Armchair dan lain sebagainya. 

Sedangkan kepada petugas operasional yang bertugas, Angkasa Pura I mewajibkan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) mulai dari kacamata pelindung (goggles), masker, sarung tangan serta menyediakan cairan pembersih tangan atau hand sanitizer di area-area terminal. 

Sementara itu Wahyudi kembali menuturkan, Petugas operasional juga wajib memakai APD yang telah disediakan. Selain itu pelaksanaan Social dan Physical Distancing kami telah melakukan pengaturan jarak antrian minimal 1,5 meter pada area Check In, Security Check Point, Imigrasi, Boarding Lounge, Garbarata, area Baggage Claim serta area tunggu transportasi publik.

Konsep New Normal juga siap diterapkan di Kantor administrasi dimana karyawan harus menggunakan masker, menjaga kebersihan, tidak menggunakan kendaraan umum, tidak bepergian apabila tidak mendesak, serta protokol Covid19 lainnya. (marosfm news department).
 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.