Komite
Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sebagai wadah berhimpun organisasi kepemudaan
sudah sewajarnya memediasi dan memfasilitasi OKP dan BEM di Maros agar
mendapatkan dana bantuan Pendidikan dari Pemerintah Kabupaten.
Hal itu
disampaikan Ketua DPD II KNPI Maros, Marjan Massere, saat diwawancarai reporter
BS FM beberapa waktu lalu.
Marjan
menjelaskan KNPI dalam hal pendistribusian bantuan pendidikan ini hanya untuk
memudahkan sistem yang dijalankan Pemkab yaitu para penerima Bantuan harus melalui
rekomendasi organisasi masing-masing sehingga KNPI dalam hal ini hanya
memediasi OKP-OKP untuk disetorkan berkasnya kepada Pemerintah Daerah.
Marjan
menjelaskan, sebenarnya pihaknya sudah memprogramkan untuk memfasilitasi
bantuan pendidikan sejak tahun lalu bahkan sudah pernah diadakan penyerahan
voucher secara simbolis Bupati Maros namun baru tahun ini bisa terealisasi karena
pihak Pemkab baru menemukan sistem yang cocok dalam menyalurkan bantuan pendidikan
yaitu dengan mengalokasikan dana BOP (Bantuan Operasional) dan bukan dari APBD, BANSOS ataupun HIBAH.
Marjan juga
membantah isu miring jika Bantuan Pendidikan ini sarat dengan kepentingan
Politik. Bahkan ia menantang mereka yang menghembuskan isu ini agar
mengklarifikasi langsung kepada para penerima bantuan tentang bagaimana bantuan
ini diserahkan, apakah ada tuntutan kepentingan golongan atau tidak.
Terkait pemberitaan media yang menyebutkan
kemungkinan KNPI ditunggangi misi politik untuk kepentingan pilkada, Marjan menegaskan
sampai kapanpun KNPI tidak akan pernah
berpihak pada satu calon tertentu karena dalam tubuh KNPI, terdapat banyak OKP
dan beberapa pengurus KNPI juga terlibat dalam pengurus berbagai Partai.
Sehingga jika berbicara secara Lembaga, maka hal itu tidak mungkin terjadi.
Sebelumnya kami beritakan, Dana bantuan pendidikan dan beasiswa diserahkan Bupati Maros , Hatta Rahman kepada 13 Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Kabupaten Maros, Minggu 5/7/2015 dalam pembukaan Festival Gema Ramadhan (FGR) XI yang dilaksanakan Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa (HPPMI) Maros.
Adapun Organisasi penerima bantuan tersebut antara lain, HPPMI, PMII, HMI, IMM, IMDI, HIMNI, HIPMI, BEM STIM YAPIM, BEM STKIP YAPIM, BEM STIPER YAPIM, BEM STAI DDI, STIKES SALEWANGANG Dan BEM AKPER YAPENAS MAROS.
Dana Bantuan tersebut bersumber dari Biaya Operasional (BOP) Bupati Maros sekitar Rp. 120Jt dari total dana BOP Rp. 300an Jt yang dialokasikan untuk bantuan pendidikan. Dana tersebut bukan dari dana hibah atau bantuan sosial.
Hatta Menjelaskan, bantuan ini baru bisa diberikan karena baru menemukan sistem penyaluran yaitu melalui OKP dan bukan secara perorangan.
Menurutnya, cara penyaluran ini merupakan metode yang baru dijalankan dan akan disalurkan secara periodik melalui data yang direkomendasikan masing-masing OKP/BEM yang ada di Maros. ady


Post a Comment