Sekitar 20 Sekolah Model di Kabupaten Maros mengikuti pameran desiminasi hasil untuk melihat progres sekolah model dalam melaksanakan siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Sekolah.
Pameran yang diikuti 4 SMP dan 16 SD ini digelar selasa (13/11/2018) di Gedung Serbaguna Pemkab Maros, Jalan Asoka.
Kegiatan ini menjadi ajang pembuktian sekolah model dalam menerapkan 8 standar yang telah ditetapkan mulai sistem administrasi sekolah dan program hingga hasil karya guru dan siswa sebagai hasil kreatifitas mereka.
Keterangan Gambar : Pihak Dinas Pendidikan Saat Mengunjungi Slaah satu Stand dalam Pameran Sekolah Model Di Maros (dok. marosfm)
Beberapa sekolah memamerkan hasil karya dalam bentuk pemanfaatan limbah menjadi tempat tissu atau pot tanaman, juga praktek budaya dan kesenian daerah dalam meningkatkan kreatifitas mereka. Seperti SDN 2 Maros yang memamerkan essambel musik tradisional dalam bentuk kecapi, suling dan gendang, sampai ada penerbitan antologi puisi karya siswa dan guru di SD 57 Bulu Bulu yang diberi judul Ininnawa.
Antologi yang dieditori guru SD Bulu Bulu, St. Fatimah Achmad mendapat apresiasi yang baik dari pengunjung dan peserta yang sempat berkunjung ke stand mereka.
Melalui Pameran ini, akan dipilih satu sekolah sebagai juara 1 dan akan menjadi wakil Maros dalam kegiatan yang sama di tingkat Provinsi yang akan dilaksanakan di Paccekke Barru, 30 November hingga 1 Desember 2018 mendatang.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Dr. Arman Arsyad berharap kegiatan ini dimanfaatkan sekolah model untuk memperlihatkan bagaimana mereka mengelola sekolahnya dengan baik, yang berimbas pada sekolah lain dan berimbas langsung pada kreatifitas siswa yang dididik dan dilatih.
Sementara pejabat LPMP, Dr. Muh. Anis, mengapresiasi keseriusan sekolah model di Maros dalam mengelola sekolah mereka menjadi sekolah model yang layak. Ini terlihat dari hasil yang dipamerkan baik dalam dokumen maupun dalam bentuk karya siswa.
Acara tingkat kabupaten ini juga dihadiri anggota DPRD Maros seperti Akbar Endra, Hj. Haeriah Rahman, Fitriani dan A. Rijal Abdullah yang menyaksikan hasil karya sekolah model tersebut. (Marosfm news department)


Post a Comment